Selasa, 27 Oktober 2026
19:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kimia industri

Kimia industri

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Industri kimia.
250px-Bleikammer-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik asam sulfat pada paruh kedua abad ke-19[1]

Kimia industri adalah cabang ilmu kimia yang menerapkan pengetahuan kimiawi terhadap produksi material dan zat kimia khusus dengan sedikit dampak buruk pada lingkungan.[2]

Meskipun proses kimia laboratorium disesuaikan secara tradisional dengan skala industri, proses tersebut dimodelkan dengan cermat sesuai dengan skala mereka. Dengan demikian, fenomena seperti perpindahan massa atau panas, model arus atau sistem kontrol dikelompokkan dibawah lingkup teknik kimia.

Untuk prediksi pengaruh fluida dan model aliran panas, serta momentum transfer, evaluasi pengaruh hanya dapat didekati secara empiris, skala percobaan (pilot plant) sangat digunakan, untuk mengukur dan memilih bahan dan peralatan.

Pendahuluan

250px-R%C3%BChrbeh%C3%A4lter_Bauform_BE.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Desain tangki aduk

Adaptasi laboratorium ke pabrik adalah dasar bagi industri kimia, yang biasanya disatukan dalam satu proses operasi yang kontinu dan stasioner (walaupun juga dioperasikan dengan biaya) yang dilakukan secara independen di laboratorium. Unit operasi ini sama terlepas dari sifat spesifik dari bahan yang sedang diproses. Beberapa contoh kesatuan operasi ini adalah penggilingan bahan baku padat, pengangkutan cairan, penyulingan campuran cair, filtrasi, sedimentasi, kristalisasi produk dan ekstraksi bahan dari matriks kompleks.[3]

Kimia industri terus berlanjut dalam evolusi. Proses produksi modern dalam jumlah banyak dan rendahnya nilai tambah menjadi kurang penting, dibandingkan dengan produk spesifik dengan kompleksitas molekul yang hebat dan sintesis yang sulit. Di sisi lain, penggunaan produk samping dan energi tradisional karena alasan ekonomi telah menambah kepedulian terhadap lingkungan dan proses yang berkelanjutan (kimia hijau).

Proses kimia

Aspek penting dari kimia industri adalah pemahaman tentang peracikan material kimia organik dan anorganik industri. Bahan kimia dasar dihasilkan dari bahan baku organik minyak bumi, batubara dan bahan baku terbarukan. Berbagai produk antara dan produk akhir diproduksi darinya. Proses kimia terus menyelidiki proses dan reaksi dari produk kimia industri yang paling penting.[4]

Bahan baku seperti olefin dan senyawa aromatik pertama kali diproduksi dari bahan baku minyak bumi, gas alam, batubara dan diperkuat. Bahan baku tersebut selanjutnya diproses menjadi zat antara seperti alkohol, fenol, aldehida, keton, asam karboksilat atau amina. Produk akhir industri kimia seperti polimer, deterjen, zat aktif dan zat warna dihasilkan dari produk dasar dan menengah.[5]

960px-Haber-Bosch-En.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skema Proses Haber-Bosch-Verfahrens

Bahan baku pada industri kimia anorganik antara lain udara, belerang, natrium klorida, kokas dan air di mana dihasilkan beberapa zat antara seperti amonia dan klorin serta produk akhir seperti asam, alkali, pupuk, kaca, pigmen, dan katalis.

Tugas dalam kimia industri adalah menentukan langkah proses paling ekonomis dari jalur sintesis yang ada tergantung pada ketersediaan bahan baku dan dengan mempertimbangkan konsumsi energi.

Proses kimia dibedakan dengan sifat reaksi kimia yang dilakukan, misalnya klorinasi, hidrogenasi, nitrasi, oksidasi, polimerisasi atau sulfonasi. Pasokan energi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti termal, elektrokimia atau fotokimia.[6]

Jika kedua jenis manajemen reaksi dimungkinkan, selain kondisi teknis, aspek ekonomi pasar dapat memengaruhi keputusan apakah suatu proses dilakukan secara terus menerus atau tidak bersamaan sebagai proses batch. Sistem kontinu cocok untuk produk yang diproduksi dalam jumlah banyak, sementara proses batch sering kali memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam variasi produk, tetapi dengan mengorbankan kuantitas yang dihasilkan.[7]

Kriteria klasifikasi lebih lanjut untuk proses kimia adalah jumlah tahapan yang dilakukan (tahap tunggal/multi tahap), perlakuan panas (endotermik/eksotermik) dan jenis katalisis yang digunakan (homogen/heterogen/biokatalitik).

Catatan

  1. ↑ Ost, H. (1890). Lehrbuch der Technischen Chemie. Berlin: Verlag von Robert Oppenheim. hlm. 53.
  2. ↑ E. Bartholome, E. Biekert, H. Hellmann (1984). Ullmanns Encyklopädie der Technischen Chemie. Vol. 25. Wiley-VCH. ISBN 3-527-20000-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Reichert, K. H. (1982). Grundzüge der technischen Chemie I, Reaktionstechnik. Berlin: Vorlesungsskript der TU. hlm. 132–133.
  4. ↑ R. Dittmeyer, W. Keim, G. Kreysa, K. Winnacker, L. Küchler. Winnacker-Küchler: Chemische Technik: Methodische Grundlagen: Chemische Technik: Bd. 1. Wiley-VCH. ISBN 978-3-527-30767-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ R. E. Kirk, D. F. Othmer (2001). Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. Wiley-Interscience. ISBN 0-471-41961-3.
  6. ↑ R. Turton, R.C. Bailie, W.B. Whiting, J.S. Shaeiwitz (2002). Analysis, Synthesis, and Design of Chemical Processes. Prentice Hall. ISBN 0-13-064792-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ O. Levenspiel (1993). The Chemical Reactor Omnibook. Oregon: Osu-Verlag.

Referensi

Buku pelajaran umum

  • M. Baerns, A. Behr, A. Brehm, J. Gmehling, H. Hofmann, U. Onken, A. Renken (2006). Technische Chemie. Wiley-VCH. ISBN 3-527-31094-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  • H. G. Vogel (2004). Lehrbuch Chemische Technologie. Wiley-VCH. ISBN 3-527-31094-0.
  • H. G. Vogel (2002). Verfahrensentwicklung. Wiley-VCH. ISBN 3-527-28721-3.
  • M. Jakubith (2002). Grundoperationen und chemische Reaktionstechnik–Eine Einführung in die Technische Chemie. Wiley-VCH. ISBN 3-527-28870-8.
  • G. Emig, E. Klemm (2005). Technische Chemie: Einführung in die chemische Reaktionstechnik. Verlag Springer. ISBN 978-3-540-23452-4.

Topik khusus

  • M. Wächter (2000). Stoffe, Teilchen, Reaktionen. Hamburg: Verlag Handwerk und Technik. ISBN 3-582-01235-2.
  • J. Hagen (1992). Chemische Reaktionstechnik–Eine Einführung mit Übungen. Weinheim: VCH-Verlag.
  • K. Dialer, U. Onken, K. Leschonski (1984). Grundzüge der Verfahrenstechnik und Reaktionstechnik. München: Hanser-Verlag.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  • O. Levenspiel (1993). The Chemical Reactor Omnibook. Oregon: Osu-Verlag.
  • H. J. Arpe (2003). Industrial Organic Chemistry. Wiley-VCH. ISBN 3-527-30578-5.
  • Autorenkollektiv (1980). Lehrbuch der chemischen Verfahrenstechnik. Leipzig: VEB Deutscher Verlag für Grundstoffindustrie.
  • R. Turton, R.C. Bailie, W.B. Whiting, J.S. Shaeiwitz (2002). Analysis, Synthesis, and Design of Chemical Processes. Prentice Hall. ISBN 0-13-064792-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Majalah dan jurnal ilmiah

  • Chemie Ingenieur Technik, WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA.
  • Industrial and Engineering Chemistry, diterbitkan oleh American Chemical Society, Washington, DC.
  • Chemical Engineering Science, Elsevier B.V.

Topik khusus

  • Advanced Materials, Wiley-VCH Verlag, Weinheim.
  • Reaction Kinetics and Catalysis Letters, Springer Science&Business Media B.V.

Bibliografi

Lihat pula

Pranala luar

Cabang ilmu kimia
Analitik
Teoritik
Fisik
Anorganik
Organik
Biokimia
Antardisiplin
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan