Selasa, 22 September 2026
00:12 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Satuan operasi

Satuan operasi

langkah dasar dalam suatu proses

Bagian dari rangkaian pembahasan mengenai
Teknik Kimia
250px-Haber-Bosch-En.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prinsip dasar
Satuan proses
Aspek
Glosarium
Kategori
LOC_MI0086_QuincyMine_TIF_00027aS.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suatu proses ekstraksi bijih yang diuraikan menjadi satuan-satuan operasi penyusunnya (Tambang Quincy, Hancock, Michigan, sekitar tahun 1900)

Dalam teknik kimia dan bidang-bidang terkait, satuan operasi atau unit operasi adalah langkah dasar dalam suatu proses. Satuan operasi melibatkan perubahan fisik atau transformasi kimia, seperti pemisahan, kristalisasi, evaporasi, filtrasi, polimerisasi, isomerisasi, dan berbagai reaksi lainnya. Sebagai contoh, dalam pengolahan susu, satuan operasi yang terlibat meliputi homogenisasi, pasteurisasi, dan pengemasan. Satuan-satuan operasi tersebut saling terhubung untuk membentuk keseluruhan proses. Suatu proses dapat memerlukan banyak satuan operasi untuk menghasilkan produk yang diinginkan dari bahan baku.

Sejarah

Secara historis, berbagai industri kimia dipandang sebagai proses industri yang berbeda-beda dengan prinsip-prinsip yang berbeda pula. Pada tahun 1916, Arthur D. Little memperkenalkan konsep "satuan operasi" untuk menjelaskan proses-proses dalam industri kimia.[1] Pada tahun 1923, William H. Walker, Warren K. Lewis, dan William H. McAdams menulis buku The Principles of Chemical Engineering. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa berbagai industri kimia memiliki proses yang mengikuti hukum-hukum fisika yang sama.[2] Mereka mengelompokkan proses-proses yang serupa tersebut ke dalam konsep satuan operasi. Setiap satuan operasi mengikuti hukum fisika yang sama dan dapat diterapkan pada berbagai industri kimia yang relevan. Sebagai contoh, prinsip rekayasa yang digunakan untuk merancang sebuah alat pencampur pada pembuatan napalm sama dengan prinsip yang digunakan untuk merancang alat pencampur bubur, meskipun tujuan penggunaan, pasar, maupun produsennya sangat berbeda. Dengan demikian, satuan operasi menjadi dasar fundamental dalam teknik kimia.

Teknik kimia

Satuan operasi dalam teknik kimia terdiri atas lima kelompok utama, yaitu:

  1. Proses aliran fluida, meliputi transportasi fluida, filtrasi, dan fluidisasi padatan.
  2. Proses perpindahan panas, meliputi evaporasi dan pertukaran panas.
  3. Proses perpindahan massa, meliputi absorpsi gas, distilasi, ekstraksi, adsorpsi, dan pengeringan.
  4. Proses termodinamika, meliputi refrigerasi dan pencairan gas.
  5. Proses mekanik, meliputi transportasi padatan, penghancuran dan penghalusan, serta penyaringan dan pengayakan.

Selain itu, satuan operasi teknik kimia juga dapat dikelompokkan ke dalam kategori berikut yang melibatkan lebih dari satu kelompok di atas, yaitu:

Lebih lanjut, terdapat beberapa satuan operasi yang menggabungkan kategori-kategori tersebut, misalnya distilasi reaktif dan reaktor tangki berpengaduk. Sebuah satuan operasi "murni" merupakan proses transportasi fisik. Sebaliknya, proses yang melibatkan aspek fisik dan kimia secara bersamaan memerlukan pemodelan baik terhadap proses transportasi fisik, seperti difusi, maupun terhadap reaksi kimia yang terjadi. Hal ini umumnya diperlukan dalam perancangan reaksi katalitik dan menjadi cabang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai teknik reaksi kimia.

Satuan operasi dan satuan proses dalam teknik kimia merupakan prinsip dasar bagi seluruh industri kimia serta menjadi landasan dalam perancangan pabrik kimia, fasilitas industri, dan berbagai peralatan proses.

Secara umum, perancangan suatu satuan operasi dilakukan dengan menyusun persamaan neraca terhadap besaran yang ditransportasikan untuk setiap komponen elementer (yang dapat berupa elemen berdimensi sangat kecil), kemudian menyelesaikan persamaan tersebut untuk memperoleh parameter-parameter desain. Selanjutnya dipilih solusi yang paling optimal dari beberapa alternatif yang tersedia, kemudian dirancang peralatan fisiknya.

Sebagai contoh, proses distilasi pada kolom pelat (plate column) dianalisis dengan menyusun neraca massa untuk setiap pelat (plate). Dalam analisis tersebut, kesetimbangan uap–cair yang telah diketahui, efisiensi kolom, aliran cairan turun (drip out), dan aliran cairan masuk (drip in) membentuk total aliran massa, dengan aliran tersendiri untuk masing-masing komponen. Penyusunan neraca massa pada seluruh tingkat menghasilkan suatu sistem persamaan untuk keseluruhan kolom.

Terdapat berbagai kemungkinan solusi. Sebagai contoh, semakin tinggi rasio refluks, semakin sedikit jumlah pelat yang diperlukan, dan sebaliknya. Oleh karena itu, insinyur harus menentukan solusi yang paling optimal berdasarkan volume penahanan (holdup) yang dapat diterima, tinggi kolom, serta biaya konstruksi.

Lihat pula

Referensi

  1. "Arther Dehon Little". Scatter Acorns That Oaks May Grow (dalam bahasa Inggris). MIT ArchivesSpace. Diakses tanggal 28 Juli 2026.
  2. "Arthur D. Little, William H. Walker, and Warren K. Lewis". Science History Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Juli 2026.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan