Rabu, 04 November 2026
02:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kewalirajaan Mesir

Kewalirajaan Mesir

Monarki di Afrika Timur Laut yang didirikan pada 1867 hingga 1914

Bagikan:
Kewalirajaan Mesir
الخديوية المصرية (Arab)
خدیویت مصر (Turki Utsmani)
1867–1914
Bendera merah dengan tiga bulan sabit putih, setiap bulan sabit berisi lima bintang putih.
250px-Flag_of_Egypt_%281882%E2%80%931922%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas: Bendera (1867–81)
Bawah: Bendera (mulai tahun 1882)
Lagu kebangsaan: Salam Affandina
250px-Kingdom_of_Egypt.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Globe dengan batas negara modern dengan keterangan:
  Kekhudaiwian Mesir
  Kondominium Sudan Inggris-Mesir
  Diserahkan dari Sudan ke Afrika Utara Italia pada 1919
StatusNegara taklukan otonom dari Kesultanan Utsmaniyah
(di bawah pendudukan Britania Raya dari tahun 1882)
Ibu kotaKairo
Bahasa umumArab, Turki Utsmani, [a]
Agama Islam Sunni, Kristen Koptik
PemerintahanMonarki konstitusional
Wali Raja 
• 1867–1879
Isma'il
• 1879–1892
Muhammad Tawfiq
• 1892–1914
Abbas II
Agen dan konsul-jenderal Inggris 
• 1883–1907
Earl Cromer
• 1907–1911
Sir Eldon Gorst
• 1911–1914
Earl Kitchener
• 1878–1879
Nubar Pasha (pertama)
• 1914
Husain Rusydi Pasha (terakhir)
Sejarah 
• Didirikan
8 Juni 1867
• Terusan Suez dibuka
17 November 1869
• Pemberontakan Urabi
1881–1882
• Perang Inggris-Mesir 1882
Juli-September 1882
• Penyerahan kuasa Sudan
18 Januari 1899
• Dibubarkan
19 Desember 1914
Luas
1882[b]34.184 km2 (13.199 sq mi)
1897[b]34.184 km2 (13.199 sq mi)
1907[b]34.184 km2 (13.199 sq mi)
Populasi
• 1882[b]
6.805.000
• 1897[b]
9.715.000
• 1907[b]
11.287.000
Mata uangpound Mesir
Kode ISO 3166EG
Didahului olehDigantikan oleh
Mesir Eyalet
kslKesultanan
Darfur
kslKesultanan
Mesir
Negara Mahdi
Libya Italia
Sekarang bagian dari Mesir
 Libya
 Sudan Selatan
 Sudan
^a. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi pada 1898.[1] ^b. Data tidak memaktubkan kawasan gurun. Luas Mesir secara keseluruhan ialah 994.000 km2.[2][3]

Kewalirajaan Mesir (bahasa Arab:خديوية مصر, pelafalan dalam bahasa Egyptian Arabic:[xedeˈwejjetˈmɑsˤɾ]; Turki Utsmaniyah:خدیویت مصر Hıdiviyet-i Mısır) merupakan negara taklukan Kekaisaran Utsmaniyah yang didirikan dan diperintah oleh dinasti Muhammad Ali.

Kewalirajaan ini berdiri setelah kekalahan dan pengusiran pasukan Napoleon Bonaparte, yang terjadi tak lama setelah pendudukan Prancis di Mesir Hilir. Britania Raya mengambil alih kekuasaan pada tahun 1882, membuat Mesir hanya terhubung secara nominal dengan negeri induknya Utsmaniyah. Pada tahun 1914, seluruh hubungan dengan Istanbul diputus, dan Inggris mendirikan negara boneka dengan bentuk Kesultanan Mesir.

Daftar penguasa

Penguasa Mesir dari tahun 1867-1914 bergelar Khedive (Waliraja) yang setara dengan viceroy atau raja muda.

Wali raja Potret Hubungan dengan pendahulu Dari Sampai Nasib
Isma'il

Pasha إسماعيل باشا

120px-Isma%27il_Pasha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sebelumnya menjabat sebagai Wali Gubernur Mesir 8 Juni 1867 26 Juni 1879
  • Digulingkan oleh Inggris dan Prancis – secara resmi dilepaskan oleh Sultan Utsmaniyah Abdul Hamid II;
  • Meninggal dalam pengasingan di Istanbul pada 1895.[4]
Muhammad Tawfiq

Pasha محمد توفيق باشا

120px-MohamedTewfik.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Putra 26 Juni 1879 7 Januari 1892
  • Mundur sampai kematiannya.[5]
  • Meninggal di Helwan.
Abbas Helmi II

Pasha عباس حلمي باشـا

120px-Abbas_Hilmi_II.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Putra 8 Januari 1892 19 Desember 1914
  • Digulingkan oleh Inggris setelah Perang Dunia I pecah;[6]
  • Turun tahta pada 1931;[f]
  • Meninggal dalam pengasingan di Jenewa pada 1944.
250px-Khedivate%27s_aussa_sultanate_1870s_-_80s.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Holes, Clive (2004). Modern Arabic: Structures, Functions, and Varieties. Georgetown Classics in Arabic Language and Linguistics (Edisi 2nd). Washington, D.C.: Georgetown University Press. hlm. 44. ISBN 978-1-58901-022-2. OCLC 54677538. Diakses tanggal 2010-07-14.
  2. ↑ Bonné, Alfred (2003) [First published 1945]. The Economic Development of the Middle East: An Outline of Planned Reconstruction after the War. The International Library of Sociology. London: Routledge. hlm. 24. ISBN 978-0-415-17525-8. OCLC 39915162. Diakses tanggal 2010-07-09.
  3. ↑ Tanada, Hirofumi (Maret 1998). "Demographic Change in Rural Egypt, 1882–1917: Population of Mudiriya, Markaz and Madina". Discussion Paper No. D97–22. Hitotsubashi University: Institute of Economic Research. Diakses tanggal 2010-07-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Khedive Ismail". Official website of the Egyptian Presidency. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-25. Diakses tanggal 2008-08-02.
  5. ↑ "Khedive Tawfik". Official website of the Egyptian Presidency. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-25. Diakses tanggal 2008-08-18.
  6. ↑ "Abbas Helmy II". Official website of the Egyptian Presidency. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-25. Diakses tanggal 2008-08-18.
sekitar 1365 – 1867 (eyalet)
Afrika
Anatolia
Eropa
Timur Tengah
1867–1922 (vilayet dan kemutasarifan)
Afrika
Anatolia
Eropa
Timur Tengah
Vasal dan otonomi
Vasal
Otonomi

30°03′N 31°13′E / 30.050°N 31.217°E / 30.050; 31.217

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan