Rabu, 21 Oktober 2026
03:29 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kerucut bara

Kerucut bara

Bagikan:
250px-SP_Crater.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepundan SP, suatu kerucut bara yang sudah mati di Arizona, Amerika Serikat

Kerucut bara (Bahasa Inggris : Cinder Cone) adalah jenis gunung berapi yang terbentuk dari bara basal dan abu vulkanik piroklastik hasil suatu letusan eksplosif.[1] Kerucut bara biasanya tampak seperti bukit kerucut curam dengan kepundan membulat atau silindris di tengahnya. Ketika suatu letusan eksplosif terjadi, lava yang didorong oleh gas dari dalam permukaan menyembur cepat ke atas, lalu terpisah menjadi kepingan-kepingan kecil yang mengeras dan jatuh menjadi bara, arang besi, atau skoria di sekitar kepundan yang membentuk kerucut yang biasanya simetris, dengan kemiringan lereng antara 30–40°, dengan permukaan tepi yang hampir melingkar. Kebanyakan kerucut bara memiliki kepundan berbentuk mangkuk di puncaknya.[2]

Kemunculan

Kerucut bara secara umum dapat ditemukan di lereng Gunung berapi perisai, kerucut, atau kaldera[3] Para geolog AS telah mengenali hampir seratus kerucut bara di lereng gunung Mauna Kea, Hawaii, Amerika Serikat.[3] Kerucut ini juga dinamakan sebagai kerucut skoria atau kerucut sembur (spatter cone).[3]

Kerucut bara yang paling terkenal adalah Paricutín di Michoacán, Meksiko, yang muncul di tengah ladang jagung pada tahun 1943.[3] Gunung berapi ini terus meletus selama sembilan tahun sampai kerucutnya naik setinggi 424 meter, dan menghasilkan aliran lava mencakup 25 km2.[3]

Kerucut bara yang teraktif di Bumi adalah Cerro Negro di Nikaragua, di mana sejak letusan awalnya pada tahun 1850, kerucut ini sudah meletus lebih dari 20 kali, dengan letusan terakhir pada tahun 1995 dan 1999.[3]

Kerucut monogenetis

Beberapa kerucut bara bersifat monogenetis, yaitu merupakan hasil dari letusan tunggal yang tidak terulang kembali, seperti Diamond Head di Hawaii, Amerika Serikat.

Rujukan

  1. ↑ Ips, Guru. "8 Bentuk Gunung Api | Jenis, Tipe Letusan Gunung Api". Guru IPS. Diakses tanggal 2019-01-04.
  2. ↑ Poldervaart, A (1971). "Volcanicity and forms of extrusive bodies". Dalam Green, J; Short, NM (ed.). Volcanic Landforms and Surface Features: A Photographic Atlas and Glossary. New York: Springer-Verlag. hlm. 1–18. ISBN 978-3-642-65152-6.
  3. 1 2 3 4 5 6  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari United States Geological Surveydokumen "Photo glossary of volcano terms: Cinder cone".
Struktural
Vulkanis
Fluvial
Glasial
Denudasional/
Erosional
Marin
Solusional/
Karst
Aeolian
Antropogenik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan