Minggu, 01 November 2026
04:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prasasti Keping Tembaga Laguna

Prasasti Keping Tembaga Laguna

prasasti berbahasa Jawa Kuno dan ditulis dalam aksara Jawa Kuno | prasasti tertua yang ditemukan di Filipina

Bagikan:
Prasasti Keping Tembaga Laguna
250px-Extract_from_Inskripsyon_sa_Binatbat_na_Tanso_ng_Laguna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Prasasti Keping Tembaga Laguna pada seksi Baybayin di Museum Nasional Antropologi (Manila)
Bahan bakuTembaga
Tinggi< 20 cm (7,9 in)
Lebar< 30 cm (12 in)
Dibuat822 Saka (900 M)
Ditemukan1989
Lumban, Laguna, Filipina
Lokasi sekarangMuseum Nasional Filipina
BahasaMelayu Kuno, Jawa Kuno, Sanskerta

Prasasti Keping Tembaga Laguna atau Lempeng Tembaga Laguna ditemukan tahun 1989 di Laguna de Bay, Manila, Filipina. Penanggalan yang tertera menunjukkan tahun 822 Saka, atau 21 April 900. Prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno meskipun banyak kata-kata dari bahasa Sanskerta, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Tagalog Kuno, serta ditulis dengan aksara Kawi.[1][2]

Pembuatan

Gulungan tembaga ini agak berbeda pembuatannya apabila dibandingkan dengan gulungan tembaga dari Jawa semasanya. Huruf-huruf pada keping Laguna ditatah pada kepingnya langsung, sedangkan di Jawa ditulis pada keping yang dipanaskan dan menjadi lunak.

Isi

Isi prasasti ini mengenai pernyataan pembebasan hutang emas terhadap seseorang bernama Namwaran. Di dalamnya juga menyebutkan sejumlah nama tempat di sekitar Filipina (Tondo, Pila, dan Pulilan), serta menyebut nama "Mdan" (kemungkinan besar Kerajaan Medang di Jawa), serta beberapa tempat yang belum bisa dipastikan seperti Dewata. Prasasti ini menjadi petunjuk mengenai adanya pengaruh Kerajaan Medang di Pulau Luzon pada awal abad ke-10. Sekarang dokumen ini tersimpan di Museum Nasional Filipina.

Alihaksara

500px-Laguna_Copperplate_Inscription.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keping Tembaga Laguna (900 M), sebuah pelat tembaga tipis berukuran kurang dari 8 × 12 inci (20 × 30 cm) dengan tulisan kecil yang telah ditempa ke permukaannya.
Baris Aksara Kawi Transliterasi oleh Hector Santos (1995)[3] Terjemahan pendahuluan oleh Antoon Postma (1992)[1] Keterangan
1 𑼱𑽂𑼮𑼱𑽂𑼡𑼶 𑼯𑼒𑼮𑼂𑼱𑼴𑼡𑼶𑼡 𑽘𑽒𑽒 𑼮𑼿𑼱𑼴𑼓 𑼪𑼴𑼱 𑼣𑼶 𑼙𑽂𑼫𑽀𑼡𑼶𑼰 𑼗𑼡𑼸𑼂𑼢 𑼒𑼺𑼰𑽂𑼠𑼦𑼒𑽂𑼰 𑼱𑽀- swasti śakawarśatita 822 waisākha māsa di(ṃ) jyotiṣa caturthi kr̥śnapaksa so- Rahayu! Pada tahun 822 Saka; bulan Waisaka (Maret–April) berdasarkan perbintangan: hari keempat paro gelap; hari So-
2 𑼪𑼮𑼴𑼬 𑼱𑼴𑼪 𑼡𑼡𑽂𑼒𑼴𑼭 𑼣𑼫𑼁 𑼄𑼖𑽂𑼒𑼡𑼥𑽁 𑼭𑼮𑼥𑽁 𑼣𑽂𑼖𑼥𑽁𑼛 𑼱𑼴𑼥𑼒𑽁 𑼨𑼂𑼖𑼴𑼬𑼥𑽁 𑼱𑼶 𑼨𑼸𑼒𑼃 mawāra sāna tatkāla dayaṃ aṅkatan lawan dṅanña sānak barṅāran si bukaḥ ma (Senin). Tatkala Dayang Angkatan bersama sanaknya yang bernama Si Bukah,
3 𑼄𑼥𑼒𑽁 𑼣 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼪𑽂𑼮𑽂𑼬𑼥𑽁 𑼣𑼶𑼨𑼬𑼶 𑼮𑼬𑼣𑼴𑼥 𑼮𑼶 𑼯𑼸𑼣𑽂𑼤𑼦𑽁𑼂𑼡 𑼈𑼭𑼶𑼃 𑼱𑼁 𑼦𑼪𑽂𑼔𑼡𑽁 𑼱𑼾𑼥𑼴𑼦𑼡𑼶 𑼱𑼶 𑼡𑼸𑼠𑽂𑼣𑼸- anak da daṃ hwannamwaran dibari waradāna wi śuddhapatra uliḥ saṃ pamgat senāpati di tundu- anak Dang Hwan Namwaran, diberi karunia piagam penyelesaian oleh Sang Pamegat Senapati Tun-
4 𑼥𑽁 𑼨𑼬𑽂𑼙𑼴 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼴𑼫𑼒 𑼡𑼸𑼲𑼴𑼥𑽁 𑼦𑼿𑼭𑼃 𑼙𑼫𑼣𑼾𑼮 𑼣𑼶 𑼒𑽂𑼬𑼪 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼪𑽂𑼮𑽂𑼬𑼥𑽁 𑼣𑽂𑼖𑼥𑽁 𑼣𑼁 𑼒𑼴𑼫- n barjā(di) daṃ hwannāyaka tuhān pailaḥ jayadewa. di krama daṃ hwan namwaran dṅan daṃ kāya- dun diwakili Dang Hwan Nayaka Penghulu Pailah, Jayadewa. Ini artinya Dang Hwan Namwaran, melalui Dang Juru
5 𑼱𑽂𑼢 𑼯𑼸𑼣𑽂𑼤𑼴 𑼥𑼸 𑼣𑼶𑼦𑼂𑼭𑼦𑽂𑼦𑼱𑽁 𑼲𑼸𑼡𑼁 𑼣𑼮 𑼭𑼾𑼥𑽂𑼣𑼒𑼴 𑽑 𑼱𑼸 𑽘 𑼣𑼶 𑼲𑼣𑼦𑼥𑽁 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼴𑼫𑼒 𑼒 𑼡𑼹𑼲𑼥𑽁 𑼦𑼸- stha śuddhā nu diparlappas hutaṃ da wale(da)nda kā(ti) 1 su(warna) 8 di hadapan daṃ hwannāyaka tūhan pu- Tulis sudah dituntaskan utang upahnya sebesar 1 kati 8 suwarna di hadapan Dang Hwan Nayaka Penghulu Pu-
6 𑼭𑼶𑼬𑼥𑽁 𑼒𑼱𑼸𑼪𑼸𑼬𑼥𑽁 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼴𑼫𑼒 𑼡𑼸𑼲𑼴𑼥𑽁 𑼦𑼿𑼭𑼃 𑼨​𑼂𑼙𑼣𑼶 𑼔𑼠𑼯𑼒𑽂𑼡𑼶 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼴𑼫𑼒 𑼡𑼸- liran ka sumuran. daṃ hwannāyaka tuhān pailaḥ barjadi ganaśakti. daṃ hwannāyaka tu- liran Kasumuran; Dang Hwan Nayaka Penghulu Pailah, diwakili Ganasakti; Dang Hwan Nayaka Penghu-
7 𑼲𑼴𑼥𑽁 𑼨𑼶𑼥𑽂𑼮𑼴𑼖𑼥𑽁 𑼨​𑼂𑼙𑼴𑼣𑼶 𑼨𑼶𑼯𑽂𑼬𑼸𑼡 𑼡𑼢𑼴𑼦𑼶 𑼱𑼴𑼣𑼴𑼥𑽂𑼣 𑼱𑼴𑼥𑼒𑽁 𑼒𑼦𑼬𑼴𑼮𑼶𑼱𑽁 𑼈𑼭𑼶𑼃 𑼱𑼁 𑼦𑼪𑽂𑼔𑼡𑽁 𑼣𑼾- hān binuaṅan barjādi biśruta tathāpi sādānda sānak kaparāwis uliḥ saṃ pamgat de- lu Binuangan, diwakili Bisruta, beserta sekalian sanak keluarganya, diampuni oleh Sang Pamegat De-
8 𑼮𑼡 𑼮​𑼂𑼙𑼴𑼣𑼶 𑼱𑼁 𑼦𑼪𑽂𑼔𑼡𑽁 𑼪𑽂𑼞𑼁 𑼣𑼬𑼶 𑼩𑼒𑽂𑼡𑼶𑼥𑽂𑼣 𑼣𑼶𑼦​𑼂𑼲𑼸𑼭𑼸𑼥𑽁 𑼱𑼁 𑼦𑼪𑽂𑼔𑼡𑽁 𑼫𑼪𑼒𑼴𑼛 𑼱𑼴𑼣𑼴𑼛 𑼄𑼥𑼒𑽁 wata warjādi saṃ pamgat mdaṃ dari bhaktinda diparhulun saṃ pamgat. ya makāña sādāña anak wata, mewakili Sang Pamegat Medang, lantaran baktinya selaku sahaya Sang Pamegat, maka sekalian anak
9 𑼗𑼸𑼗𑼸 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼪𑽂𑼮𑽂𑼬𑼥𑽁 𑼯𑼸𑼣𑽂𑼤𑼫 𑼒𑼦𑼬𑼴𑼮𑼶𑼱𑽁 𑼣𑼶 𑼙𑼸𑼡𑼁 𑼣 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮𑼥𑽂𑼥𑼪𑽂𑼮𑽂𑼬𑼥𑽁 𑼣𑼶 𑼱𑼁 𑼦𑼪𑽂𑼔𑼡𑽁 𑼣𑼾𑼮𑼡 𑼆𑼥𑼶 𑼔𑽂𑼬𑼁 cucu daṃ hwannamwaran śuddhaya kaparawis di hutaṃ da daṃ hwannamwaran di saṃ pamgat dewata. ini graṃ cucu Dang Hwan Namwaran diampuni dari utang Dang Hwan Namwaran kepada Sang Pamegat Dewata. (Piagam) ini (dibuat untuk berjaga-jaga)
10 𑼱𑽂𑼫𑼴𑼡𑽁 𑼱𑽂𑼫𑼴𑼦𑼴𑼥𑽂𑼡𑼴𑼲 𑼦𑼯𑽂𑼗𑼴𑼡𑽁 𑼣𑼶𑼁 𑼅𑼬𑼶 𑼒𑼪𑼸𑼣𑽂𑼫𑼥𑽁 𑼅𑼣 𑼔𑽂𑼬𑼁 𑼈𑼬𑼁 𑼮𑼬𑼸𑼙𑼬 𑼮𑽂𑼭𑼸𑼁 𑼒𑼦𑽂𑼦𑼱𑽁 𑼲𑼸𑼡𑼁 𑼣 𑼣𑼁 𑼲𑽂𑼮... syāt syāpāntāha paścat di ari kamudyan ada graṃ uraṃ barujara wluṃ lappas hutaṃ da daṃ hwa ... kalau-kalau di hari kemudian ada orang yang berujar bahwa belum tuntas hutangnya Dang Hwa... Kalimat di baris ke-10 terpotong.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Postma, Antoon (1991). "The Laguna Copper-Plate Inscription: A Valuable Philippine Document". Indo-Pacific Prehistory 1990 Assn. Bulletin 11 (dalam bahasa Inggris). 2: 161–165 – via University Libraries - University of Washington.
  2. ↑ Patanñe, E.P. (31 Maret 1991). "New Philippine date challenges historians". Manila Standard (dalam bahasa Inggris). Kagitingan Publications, Inc. hlm. 4. Diakses tanggal 25 April 2021. A copper plate containing an Old Malay inscription [...] deciphered by the Dutch Ethnographer [sic] Antoon Postma, carries a clear date of Saka 822, a Sanskritized reckoning equivalent to A.D. 900.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Santos, Hector (Oktober 26, 1996). "Sulat sa Tanso: Transcription of the LCI". www.bibingka.com. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 29, 2014. Diakses tanggal Oktober 10, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Pranala luar

Cina
Filipina
India
Iran
Malaysia
Singapura
Thailand
Vietnam
Yerusalem
Lainnya
Italia
Jerman
Norwegia
Lainnya
Mesir
Australia
Meksiko
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan