Minggu, 20 September 2026
17:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kepepatan

ukuran kompresi antara lingkaran ke elips atau bola ke elipsoid revolusi

"Eliptisitas" beralih ke halaman ini. Untuk eliptisitas dalam kalkulus diferensial, lihat operator eliptis.
Artikel ini berisi tentang geometri. Untuk psikopatologi, lihat kepepatan dampak.

Kepepatan atau eliptisitas dari suatu sferoid pepat adalah ukuran kepepatan kutub bola terhadap khatulistiwanya. Jika a adalah jarak dari pusat bola ke khatulistiwa dan b adalah jarak dari pusat ke kutub, maka

k e p e p a t a n = a − b a {\displaystyle \mathrm {kepepatan} ={\frac {a-b}{a}}} {\displaystyle \mathrm {kepepatan} ={\frac {a-b}{a}}}

Definisi kepepatan

Aturan pertama

Kepepatan pertama, ƒ, adalah versin dari eksentrisitas sudut bola α, menyamai perbedaan relatif antara radius khatulistiwanya, a, dan radius kutubnya, b:

f = v e r ( α ) = 2 sin 2 ⁡ ( α 2 ) = 1 − cos ⁡ ( α ) = a − b a ; {\displaystyle f=\mathrm {ver} (\alpha )=2\sin ^{2}\left({\frac {\alpha }{2}}\right)=1-\cos(\alpha )={\frac {a-b}{a}};\,\!} {\displaystyle f=\mathrm {ver} (\alpha )=2\sin ^{2}\left({\frac {\alpha }{2}}\right)=1-\cos(\alpha )={\frac {a-b}{a}};\,\!}

Aturan kedua dan ketiga

Ada pula kepepatan kedua, f' ,

f ′ = 2 sin 2 ⁡ ( α / 2 ) 1 − 2 sin 2 ⁡ ( α / 2 ) = a − b b {\displaystyle f'={\frac {2\sin ^{2}(\alpha /2)}{1-2\sin ^{2}(\alpha /2)}}={\frac {a-b}{b}}} {\displaystyle f'={\frac {2\sin ^{2}(\alpha /2)}{1-2\sin ^{2}(\alpha /2)}}={\frac {a-b}{b}}}

dan kepepatan ketiga,[1][2] f' ' (kadang diberi tanda "n" – notasi yang pertama kali digunakan pada tahun 1837 oleh Friedrich Bessel pada perhitungan panjang busur meridian[3] – yaitu tangen setengah sudut kuadrat dari α:

f ″ = n = tan 2 ⁡ ( α 2 ) = 1 − cos ⁡ ( α ) 1 + cos ⁡ ( α ) = a − b a + b ; {\displaystyle f''=n=\tan ^{2}\left({\frac {\alpha }{2}}\right)={\frac {1-\cos(\alpha )}{1+\cos(\alpha )}}={\frac {a-b}{a+b}};\,\!} {\displaystyle f''=n=\tan ^{2}\left({\frac {\alpha }{2}}\right)={\frac {1-\cos(\alpha )}{1+\cos(\alpha )}}={\frac {a-b}{a+b}};\,\!}

Aturan pertama kepepatan planet

  • Kepepatan Bumi menurut WGS-84 adalah 1:298,257223563 (cocok dengan perbedaan radius sebesar 21.385 km (13.288 mi) dari radius Bumi sepanjang 6378,137 – 6356,752 km) dan tidak dapat disadari jika dilihat dari luar angkasa, karena perbedaan tersebut hanya mewakili 0,335 %.
  • Kepepatan Yupiter (1:16) dan Saturnus (hampir 1:10), dapat dilihat menggunakan teleskop kecil;
  • Kepepatan Matahari kurang dari 1:1000 dan Bulan hanya 1:900.

Jumlah kepepatan tergantung pada:

dan secara terperinci pada:

Lihat pula

Catatan kaki

  1. König, R. and Weise, K. H. (1951): Mathematische Grundlagen der höheren Geodäsie und Kartographie, Band 1, Das Erdsphäroid und seine konformen Abbildungen, Springer-Verlag, Berlin/Göttingen/Heidelberg
  2. Ганьшин, В. Н. (1967): Геометрия земного эллипсоида, Издательство «Недра», Москва
  3. Bessel, F. W. (1837): Bestimmung der Axen des elliptischen Rotationssphäroids, welches den vorhandenen Messungen von Meridianbögen der Erde am meisten entspricht, Astronomische Nachrichten, 14, 333–346
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan