Rabu, 04 November 2026
02:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kelompok Himalia

Kelompok Himalia

Bagikan:
330px-TheIrregulars_JUPITER_Himalia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram ini membandingkan elemen orbit dan ukuran relatif anggota kelompok Himalia. Sumbu horizontal tersebut menggambarkan jarak rata-rata satelit-satelit tersebut dari Jupiter, sumbu vertikal menggambarkan inklinasi orbitnya, dan lingkaran menggambarkan ukuran relatifnya.
330px-TheIrregulars_JUPITER_GROUPS.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram ini menggambarkan semua satelit tak beraturan Jupiter. Kelompok Himalia berkumpul bersama di dekat bagian atas diagram ini. Posisi objek pada sumbu horizontal menyiratkan jaraknya dari Jupiter. Sumbu vertikal menyiratkan inklinasinya. Eksentrisitasnya ditandai dengan garis kuning yang menggambarkan jarak maksimum dan minimum objek tersebut dari Jupiter. Lingkaran menggambarkan ukuran sebuah objek dalam perbandingannya dengan objek lain.

Kelompok Himalia adalah sekelompok satelit tak beraturan prograde Jupiter yang mengikuti orbit yang mirip dengan Himalia dan diduga juga memiliki asal-usul yang sama.

Anggota yang telah diketahui dari kelompok ini di antaranya adalah (diurutkan berdasarkan jarak dari Jupiter):

Persatuan Astronomi Internasional mencadangkan nama-nama untuk satelit Jupiter yang berakhiran -a (Leda, Himalia, dan seterusnya) untuk satelit-satelit pada kelompok ini untuk menunjukkan pergerakkan prograde benda-benda langit yang relatif terhadap Jupiter, objek pusat gravitasi satelit-satelit tersebut.[2]

Ciri-ciri dan asal-usul

Objek yang tergabung dalam kelompok Himalia memiliki sumbu semi-mayor (jarak dari Jupiter) dalam kisaran 11,15 dan 11,75 Gm, inklinasi antara 26,6° dan 28,3°, dan eksentrisitas antara 0,11 dan 0,25. Dalam penampilan fisiknya, kelompok ini sangat homogen, semua satelitnya menunjukkan warna netral (indeks warna B−V = 0,66 and V−R = 0,36), mirip dengan asteroid tipe C. Dengan mempertimbangkan dispersi terbatas dari parameter orbit dan homogenitas spektral, kelompok ini diduga merupakan sisa dari pecahan sebuah asteroid yang berasal dari sabuk asteroid utama.[3]Jari-jari asteroid induk mungkin sekitar 89 km, hanya sedikit lebih besar dari Himalia, yang mempertahankan sekitar 87% dari massa asteroid induk. Ini menandakan asteroid tersebut tidak terlalu terkena dampak.[1]

Integrasi numerik menunjukkan kemungkinan tabrakan yang tinggi di antara anggota kelompok prograde selama jangka umur tata surya (misalnya rata-rata 1,5 tabrakan antara Himalia dan Elara). Selain itu, simulasi yang sama telah menunjukkan probabilitas tabrakan yang cukup tinggi antara satelit prograde dan retrograde (misalnya Pasiphae dan Himalia memiliki kemungkinan 27% tabrakan dalam 4,5 miliar tahun). Akibatnya, diusulkan bahwa kelompok saat ini mungkin merupakan hasil dari sejarah tabrakan yang sangat banyak yang baru terjadi tidak lama ini antara satelit prograde dan retrograde, yang bertentangan dengan perpecahan tunggal yang terjadi tidak lama setelah pembentukan planet yang disimpulkan untuk Kelompok Carme dan Ananke.[4]

Referensi

  1. 1 2 Sheppard, Scott S.; Jewitt, David C. (Mei 2003). "An abundant population of small irregular satellites around Jupiter". Nature (dalam bahasa Inggris). 423 (6937): 261–263. doi:10.1038/nature01584. ISSN 0028-0836.
  2. ↑ "IAUC 2846: N Mon 1975 (= A0620-00); N Cyg 1975; 1975h; 1975g; 1975i; Sats OF JUPITER". www.cbat.eps.harvard.edu. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  3. ↑ Grav, Tommy; Holman, Matthew J.; Gladman, Brett J.; Aksnes, Kaare (2003-11). "Photometric survey of the irregular satellites". Icarus (dalam bahasa Inggris). 166 (1): 33–45. doi:10.1016/j.icarus.2003.07.005.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ David Nesvorný, Cristian Beaugé, and Luke Dones Collisional Origin of Families of Irregular Satellites, The Astronomical Journal, 127 (2004), pp. 1768–1783 (pdf).
Diurutkan dari jarak yang terdekat dengan Jupiter. Sebutan sementara ditulis miring.
Satelit dalam (4)
Satelit Galileo (4)
Kelompok Themisto (1)
Kelompok Himalia (9)
Kelompok Carpo (2)
Kelompok Valetudo (1)
Kelompok Ananke (25)
Kelompok Carme (28)
Kelompok Pasiphae (18)
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan