Senin, 02 November 2026
07:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pasithee (satelit)

Bagikan:

Pasithee (bahasa Yunani:Πασιθέα), juga dikenal sebagai Jupiter XXXVIII, adalah satelit alami retrograde Jupiter. Pasithee ditemukan oleh tim astronom dari Universitas Hawaii yang dipimpin oleh Scott S. Sheppard pada tahun 2001, dan memperoleh nama sementara S/2001 J 6.[1][2]

Pasithee berdiameter 2 kilometer, dan mengorbit Jupiter dengan jarak rata-rata 23.307.000 km dalam 727,933 hari, dengan inklinasi sebesar 166° terhadap ekliptika (164° terhadap ekuator Jupiter), dalam arah retrograde dan dengan eksentrisitas sebesar 0,3289.

Satelit ini dinamai pada bulan Agustus 2003 menurut Pasithea, salah satu dari Kharites, yaitu dewi-dewi pesona, keindahan, alam, kreativitas, dan kesuburan manusia, yang merupakan putri-putri dari Zeus (Jupiter) bersama Eurinome.[3] Pasithea, yang lebih dikenal sebagai Aglaia, merupakan pasangan dari Hipnos (dewa tidur) dan mengatur halusinasi dan halusinogen.

Pasithee termasuk dalam kelompok Carme, yang terdiri dari satelit-satelit retrograde ireguler yang mengorbit Jupiter pada jarak berkisar antara 23 hingga 24 Gm dan dengan inklinasi sekitar 165°. Bersama Pasithee, Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 79 satelit.

Referensi

  1. ↑ IAUC 7900: Satellites of Jupiter May 16, 2002 (discovery)
  2. ↑ MPEC 2002-J54: Eleven New Satellites of Jupiter May 15, 2002 (discovery and ephemeris)
  3. ↑ IAUC 8177: Satellites of Jupiter, Saturn, Uranus Diarsipkan 2008-07-09 di Wayback Machine 2003 August (naming the moon)

Pranala luar

Diurutkan dari jarak yang terdekat dengan Jupiter. Sebutan sementara ditulis miring.
Satelit dalam (4)
Satelit Galileo (4)
Kelompok Themisto (1)
Kelompok Himalia (9)
Kelompok Carpo (2)
Kelompok Valetudo (1)
Kelompok Ananke (25)
Kelompok Carme (28)
Kelompok Pasiphae (18)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan