Senin, 21 September 2026
05:10 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kayu ules

Kayu ules

Kayu ules
250px-HelicteresIsora.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Helicteres
Spesies:
H. isora
Nama binomial
Helicteres isora
Sinonim[1]
  • Helicteres baruensis var. ovata DC.
  • Helicteres chrysocalyx Miq. ex Mast.
  • Helicteres corylifolia Buch.-Ham. ex Dillwyn
  • Helicteres grewiaefolia DC.
  • Helicteres isora var. glabrescens Mast.
  • Helicteres isora var. microphylla Hassk.
  • Helicteres isora var. tomentosa Mast.
  • Helicteres macrophylla Wight ex Wight & Arnold
  • Helicteres ovata var. fructus-regis Lam.
  • Helicteres ovata var. isora-murri Lam.
  • Helicteres roxburghii G. Don
  • Helicteres versicolor Hassk.
  • Isora corylifolia Schott & Endl.
  • Isora grewiaefolia (DC.) Schott & Endl.
  • Isora versicolor Hassk.
  • Ixora versicolor Hassk.

Kayu ules atau puteran (Nama ilmiah: Helicteres isora) adalah pohon kecil atau semak besar yang ditemukan di Asia selatan dan Oseania utara. Bunga merahnya diserbuki terutama oleh burung matahari, kupu-kupu, dan serangga Hymenoptera.[2][3][4][5] Pada abad ke-19, serat dari kulit kayunya digunakan untuk membuat tali dan karung, meskipun sekarang pohon ini dipanen untuk buah dan akarnya yang digunakan dalam pengobatan tradisional.[6]

Nama-nama

  • Sansekerta - Avartani, avartphala
  • Hindi - Marorphali (मरोड़ फली), bhendu, jonkphal
  • Bahasa Inggris - Indian screw tree, East Indian screw tree, deer's horn
  • Marathi - Kewad, muradsheng (मुरुड शेंग)
  • Benggala - Antamora (আঁতমোড়া)
  • Gujarati - Maradashingh
  • Kannada - Yedmuri
  • Tamil - valampuri (வலம்புரி)
  • Telugu - valambiri (వలంబిరి);  vadambiri (వడంబిరి)
  • Malayalam - Idampiri valampiri (ഇടംപിരി വലംപിരി|ഇടംപിരി വലംപിരി)
  • Thai - S̄amunpra pai ka bid (สมุนไพรปอกะบิด)
  • Sinhala - Liniya (ලීනිය)[7]

Nama-nama vernakular lainnya termasuk mochra, mudmudika, kurkurbicha, sinkri, valumbari, yedamuri, pita barangda, balampari, guvadarra, pedamuri, ishwarmuri, murmuriya, dan vurkatee.[3][8][4][9][5] Di Indonesia disebut kayu ules atau ulet-ulet di Jawa.[10] Dalam Bahasa Odia disebut Modi modika (ମୋଡି ମୋଡ଼ିକା)

Deskripsi

H. isora adalah pohon kecil atau perdu besar, tingginya lima hingga delapan meter. Kulit batangnya berwarna abu-abu dan daunnya tersusun berselang-seling, berbulu, berbentuk oval dengan tepi bergerigi. Bunganya berwarna merah bata atau merah jingga, dan buahnya berwarna hijau saat mentah, cokelat atau abu-abu saat kering, dan berpilin, dengan "sekrup" di ujungnya yang runcing. Biji tumbuhan ini berwarna hitam atau cokelat dan sangat mengkilap, berbentuk belah ketupat, dan persegi panjang atau segitiga.[3][4][9][5] Burung penyerbuk bunganya antara lain burung Argya striata, cica daun dahi emas, srigunting kelabu, dan srigunting perut putih.[11]

  • Buah kering
    Buah kering
  • Buah kayu ules di Suaka Margasatwa Kambalakonda, Visakhapatnam
    Buah kayu ules di Suaka Margasatwa Kambalakonda, Visakhapatnam
  • Buah kayu ules yang kering dan pecah (dengan skala sentimeter)
    Buah kayu ules yang kering dan pecah (dengan skala sentimeter)
  • Bunga
    Bunga
  • Bunga
    Bunga

Persebaran

H. isora adalah tumbuhan tropis Asia. Tumbuhan ini ditemukan di seluruh India dan Pakistan, Nepal, Myanmar, Thailand, dan Sri Lanka. Namun, tumbuhan ini tumbuh berkelompok di hutan gugur kering di India tengah dan barat di lereng bukit. Tumbuhan ini juga ditemukan di Semenanjung Malaya, Jawa,[10] dan Australia.[3][4][9]

Kepentingan ekonomi

Buahnya diekspor dari India ke 19 negara, dengan nilai 36 bulan sebesar US$274.055. Di tingkat petani, pemanen lokal menerima 0,3 US$ per kg, sedangkan di luar negeri dapat dijual dengan harga 2 US$.[6]

Fitokimia

Kayu ules merupakan sumber kaya antioksidan, karbohidrat, protein, serat, kalsium, fosfor, dan zat besi.[12] Fitokonstituen aktifnya meliputi asam galat, asam kafeat, vanilin, dan asam p-kumarat.[13][14] Kukurbitasin b dan isokukurbitasin b telah diisolasi dari akarnya.[15] Selain itu, Satake et al. (1999) mengisolasi asam rosmarinat dan turunannya; isoskutelarein dan turunannya; asam D-glukopiranosil isorinat dengan asam rosmarinat; helisterkulin A dan B; serta helisorin.[10]

Nilai medis

Buah dan akarnya digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Asia, Irak, dan Afrika Selatan, yang mana dipercaya memiliki nilai dalam pengobatan berbagai macam kondisi termasuk gangguan pencernaan, diabetes melitus, kanker, dan infeksi.[3][4][6] Tampaknya belum ada investigasi ilmiah mengenai kepercayaan ini. Namun, studi laboratorium telah mengkonfirmasi bahwa bakteri dan sel kanker mungkin kurang mampu bertahan hidup dengan adanya ekstrak buahnya.[14][16][17] Studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak akarnya dapat meningkatkan toleransi glukosa pada tikus diabetes.[18][19]

Referensi

  1. "Helicteres isora L. — the Plant List".
  2. Atluri, J. B., Rao, S. P. and Reddi, C. S. (2000). "Pollination ecology of Helicteres isora Linn. (Sterculiaceae)" (PDF). Curr. Sci. 78: 713–718.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. 1 2 3 4 5 Warrier, P. K., Nambiar, V. P. K., & Ramankutty, C. (1994). Indian medicinal plants: A compendium of 500 species (Vol. 3). Orient Blackswan. 132-135
  4. 1 2 3 4 5 Ahuja BS. Medicinal plants of Saharanpur (1965), Vedicbooks.net, 40-41
  5. 1 2 3 Trivedi PC, Ethanobotany,2002; Sur, RR and Halder AC; 146-168
  6. 1 2 3 Cunningham, A.B.; Ingram, W.; Brinckmann, J.A.; Nesbitt, M. (2018). "Twists, turns and trade: A new look at the Indian Screw tree ( Helicteres isora )". Journal of Ethnopharmacology (dalam bahasa Inggris). 225: 128–135. doi:10.1016/j.jep.2018.06.032. PMID 29944892. S2CID 49430100.
  7. "Ayurvedic Plants of Sri Lanka: Plants Details".
  8. Warrier, P. K. (1993). Indian Medicinal Plants: A Compendium of 500 Species. ISBN 9788125003021.
  9. 1 2 3 Kirtikar KR, Basu BD. (1995) Indian medicinal plants. Vol. 1. Dehradun, India: International book distributors; 371–2
  10. 1 2 3 Satake, T., Kamiya, K., Saiki, Y., Hama, T., Fujimoto, Y., Kitanaka, S., ... & Umar, M. (1999). Studies on the Constituents of Fruits of Helicteres isora L. Chemical and Pharmaceutical Bulletin -Tokyo-, 47, 1444–1447.
  11. V, Santharam (25 Feb 1996). "Visitation Patterns of birds and butterflies at Helicteres isora Linn. (Sterculiaceae) clump" (PDF). Current Science. 70: 316–319.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Gayathri, P., Gayathri Devi, S., & Sivagami Srinivasan, S. S. (2010). Screening and Quantitation of Phytochemicals and Nutritional Components of the Fruit and Bark of Helicteres isora. Hygeia journal for drugs and medicines, 2(1), 57-62.
  13. Jain Amita, Sinha Prakriti; Desai Neetin S.; (2014) Estimation of flavonoid, Phenol content and antioxidant potential of Indian screw tree (Helicteres isora L.); International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research (4):1320–1330.
  14. 1 2 Raaman, N., & Balasubramanian, K.(2012) Antioxidant and anticancer activity of Helicteres isora dried fruit solvent extracts. Journal of Academic and Industrial Research (1), 148-152.
  15. Bean, M. F., Antoun, M., Abramson, D., Chang, C. J., McLaughlin, J. L., & Cassady, J. M. (1985). Cucurbitacin B and isocucurbitacin B: cytotoxic components of Helicteres isora. Journal of Natural Products, 48(3), 500-500.
  16. Pradhan, Madhulika (2008). "In-vitro cytoprotection". Research Journal of Pharmacy and Technology. 1: 450–452.
  17. Shiram, V (2010). "Antibacterial and antiplasmid activities of Helicteres isora L.". Indian Journal of Medical Research. 132: 94–99.
  18. Venkatesh, Sama; Madhava Reddy, B.; Dayanand Reddy, G.; Mullangi, Ramesh; Lakshman, M. (2010). "Antihyperglycemic and hypolipidemic effects of Helicteres isora roots in alloxan-induced diabetic rats: a possible mechanism of action". Journal of Natural Medicines (dalam bahasa Inggris). 64 (3): 295–304. doi:10.1007/s11418-010-0406-9. ISSN 1340-3443. PMID 20238178. S2CID 26989028.
  19. Venkatesh, Sama; Dayanand Reddy, G.; Reddy, Y.S.R.; Sathyavathy, D.; Madhava Reddy, B. (2004). "Effect of Helicteres isora root extracts on glucose tolerance in glucose-induced hyperglycemic rats". Fitoterapia (dalam bahasa Inggris). 75 (3–4): 364–367. doi:10.1016/j.fitote.2003.12.025. PMID 15158996.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan