Senin, 28 September 2026
09:51 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal

Katatonia

Katatonia
SpesialisasiPsikiatri Sunting ini di Wikidata

Katatonia merupakan suatu keadaan yang mana seseorang menjadi bisu, atau telah beradaptasi dengan keanehan, posisi yang kaku.[1] Mata masih membuka dan orang tersebut kelihatanya masih terbangun, tetapi tidak ada gerakan sadar sama sekali.[1] Keadaan ini merupakan bentuk yang jarang dari skizofrenia ataupun kerusakan otak.[1] Pertama kali dijelaskan pada tahun 1874 oleh Karl Ludwig Kahlbaum dalam Die Katatonie oder das Spannungsirresein (Catatonia or Tension Insanity).[2]

Diagnosis

250px-MRI.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
MRI dapat dipakai untuk mendiagnosis katatonia

Dalam pengujian laboratorium beberapa aspek yang sering dianalisis adalah:

Selain secara kimia, analisis juga dilakukan untuk pencitraan bagian otak dengan menggunakan:

Pengobatan

Pengobatan pertama diharapkan pengurangan gejala. Penggunaan obat-obatan seperti benzodiazepines, dan zolpidem dapat digunakan.[4] Selain penggunaan obat-obatan terdapat terapi yaitu electroconvulsive therapy (ECT) yang dapat diaplikasikan.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris) Peters M. A-Z Family Medical Encyclopedia. British Medical Association.
  2. ↑ https://web.archive.org/web/20080209213229/http://www.entwicklung-der-psychiatrie.de/seiten/24.1_kahlbaum_die_katatonie.htm, Archived copy (Internet Archive)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Inggris) Medscape. 2014. Catatonia [terhubung berkala]. http://emedicine.medscape.com/article/1154851-overview [29 Mei 2014].
  4. 1 2 (Inggris) Fink M, Taylor MA. 2003. CATATONIA: A Clinician's Guide to Diagnosis and Treatment. Cambridge: U Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan