Sabtu, 17 Oktober 2026
16:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Pencitraan resonansi magnetik

teknik non-destruktif untuk pencitraan struktur internal objek atau organisme

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Pencitraan resonansi magnetik (PRM) (bahasa Inggris:magnetic resonance imaging, MRI) ialah gambaran pencitraan bagian tubuh yang diambil menggunakan daya magnet kuat yang mengelilingi anggota tubuh tersebut. Berbeda dengan "pemindaian CT", PRM tidak menggunakan radiasi Sinar-X dan cocok untuk mendeteksi jaringan lunak, misal kista atau tumor yang masih sedikit, tetapi pencitraan dengan PRM lebih mahal daripada pemindaian CT.

Pencitraan resonansi magnetik merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga untuk menentukan kadar air dalam struktur geologi. Biasa digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan fisiologi otot hidup dan juga memperkirakan ketembusan batu terhadap hidrokarbon.

Pencitraan resonansi magnetik (disingkat PRM, bahasa Inggris: magnetic resonance imaging atau MRI) adalah teknik pencitraan medis yang menggunakan medan magnet kuat dan gelombang frekuensi radio untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh. Tidak seperti tomografi terkomputasi (CT scan), PRM tidak menggunakan radiasi pengion seperti sinar-X, sehingga lebih aman terutama untuk mendeteksi jaringan lunak seperti kista atau tumor kecil. Meskipun demikian, biaya PRM umumnya lebih mahal dibandingkan dengan pemindaian CT.

Penggunaan dan Prinsip Kerja

Teknik PRM digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam manusia dan juga digunakan dalam bidang geologi untuk menentukan kadar air dalam batuan. Dalam dunia medis, PRM sangat berguna untuk mengamati perubahan fisiologis atau patologis jaringan, seperti mendeteksi tumor otak atau kelainan saraf.

Proses PRM melibatkan penyelarasan putaran inti atom (biasanya inti hidrogen) menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi. Gelombang frekuensi radio kemudian diterapkan untuk mengubah orientasi inti-inti tersebut. Setelah gelombang dihentikan, inti-inti kembali ke posisi semula, melepaskan energi yang ditangkap oleh kumparan penerima. Sinyal ini kemudian diolah komputer menjadi gambar anatomi tubuh.

Dasar Fisika

PRM memanfaatkan sifat inti hidrogen dalam air yang ada di jaringan tubuh. Saat terkena medan magnet, inti hidrogen memasuki keadaan energi tinggi. Ketika kembali ke keadaan semula (relaksasi), energi dilepaskan dan perbedaan kecepatan relaksasi antar jaringan memungkinkan terbentuknya kontras gambar. Misalnya, molekul air dalam darah akan kembali lebih cepat dibandingkan jaringan otot, sehingga menghasilkan gambar dengan kontras berbeda.

Istilah "Nuklir" dalam PRM

Meskipun prinsip kerja PRM melibatkan sifat inti atom, kata "nuklir" dihindari dalam penamaannya. Hal ini bertujuan menghindari kekhawatiran publik terkait dengan asosiasi negatif terhadap senjata nuklir atau radiasi berbahaya.

Kelebihan PRM

Salah satu kelebihan utama PRM adalah tidak menggunakan radiasi pengion, sehingga dianggap lebih aman. Teknik ini sangat efektif untuk pencitraan jaringan lunak, seperti otak, otot, dan sumsum tulang belakang.

Namun, pasien dengan implan logam seperti pacu jantung atau serpihan logam dalam tubuh **tidak disarankan** menjalani PRM karena interaksi dengan medan magnet yang kuat dapat membahayakan.

Resolusi gambar yang dihasilkan PRM umumnya lebih tinggi dibandingkan CT Scan 16-slice. Meskipun saat ini telah tersedia CT Scan 64-slice dan bahkan 256-slice yang menawarkan kecepatan dan resolusi tinggi, PRM tetap unggul dalam detail jaringan lunak.

Penghargaan Nobel

Atas kontribusi mereka dalam pengembangan teknik PRM, Paul Lauterbur dan Sir Peter Mansfield dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 2003.

Lihat pula

Referensi

Cara kerja PRM

  1. Pertama, putaran nukleus atom molekul otot diselarikan menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi.
  2. Lalu, denyutan frekuensi radio dikenakan pada tingkat menegak terhadap garis medan magnet agar sebagian nuklei hidrogen bertukar arah.
  3. Selepas itu, frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan nuklei berganti pada konfigurasi awal. Ketika ini terjadi, tenaga frekuensi radio dibebaskan yang dapat ditemukan oleh gegelung yang mengelilingi pasien.
  4. Sinyal ini dicatat dan data yang dihasilkan diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar otot.

Dengan ini, ciri-ciri anatomi yang jelas dapat dihasilkan. Pada pengobatan, PRM digunakan untuk membedakan otot patologi seperti tumor otak dibandingkan otot normal.

Teknik ini bergantung pada ciri tenang nuklei hidrogen yang dirangsang menggunakan magnet dalam air. Bahan contoh ditunjukkan seketika pada tenaga radio frekuensi, yang dengan kehadiran medan megnet, membuatkan nuklei dalam keadaan bertenaga tinggi. Ketika molekul kembali menurun normal, tenaga akan dibebaskan ke sekitarnya, melalui proses yang dikenal sebagai relaksasi. Molekul bebas menurun pada ambang normal dan tenang. Perbedaan antara kadar tenang merupakan asas gambar PRM—sebagai contoh, molekul air dalam darah bebas untuk tenang lebih pantas, dengan itu, tenang pada kadar berbeda berbanding molekul air dalam otot lain.

Penamaan PRM

Walaupun perilaku nuklir atomik terhadap contoh adalah hal terpenting bagi teknik ini, tetapi penggunaan istilah nuklir dihindari. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kekhawatiran yang timbul akibat adanya kaitan antara kata "nuklir" dengan teknologi yang digunakan dalam senjata nuklir dan risiko bahan radioaktif.

Kelebihan PRM

Salah satu kelebihan PRM adalah menurut pengetahuan pengobatan masa kini, tidak berbahaya kepada orang yang sakit. Dibanding dengan pemindaian CT yang menggunakan aksial tomografi berkomputer yang melibatkan kadar radiasi tertentu, PRM hanya menggunakan medan magnet kuat dan pancarannya tidak mengion dalam jalur frekuensi radio. Bagaimana pun, perlu diketahui bahwa pasien yang membawa benda asing logam (seperti serpihan peluru) atau implant tertanam (seperti tulang Titanium buatan, atau pemacu jantung) tidak boleh dipindai di dalam mesin PRM, disebabkan penggunaan medan megnet yang kuat.

Satu lagi kelebihan PRM adalah kualitas gambar yang diperoleh biasanya mempunyai resolusi lebih baik berbanding pemindaian CT 16 slices, tetapi kini telah ada pemindaian CT 64 slices yang setiap pencacahannya hanya setebal Kartu Kredit dan juga telah ada CT Scan 256 slices. Di Indonesia masih banyak Rumah Sakit yang menggunakan pemindaian CT 16 slices dan itu sudah sangat memadai. Namun pemindaian CT 64 slices memindai lebih cepat, 5 detik untuk Jantung dan 1 menit untuk seluruh tubuh dan tak perlu menahan nafas terlalu lama. PRM lebih cocok untuk memindai jaringan lunak, misalnya pencitraan otak dan saraf tulang belakang, walau mesti dicatat bahwa pemindaian CT kadang lebih berguna untuk mendeteksi cacat tulang belakang.

Membayangkan kepentingan asas dan penerapan PRM dalam bidang pengobatan, Paul Lauterbur dan Sir Peter Mansfield dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 2003 dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuan mereka atas MRI.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan