Senin, 21 September 2026
03:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kartono

pemain bulu tangkis

Hariamanto Kartono (Hanzi:陳金德) adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia.

Karier

Ia berpasangan dengan Rudy Heryanto dan kemudian dengan Liem Swie King. Kartono adalah salah satu pemain kelas atas ganda putra pada era 1980-an. Di awal kariernya sebagai pemain ganda, ia dan Rudy Heryanto mengikuti Kejuaraan Dunia IBF 1980 di Jakarta, kalah di final melawan Ade Chandra dan Christian Hadinata. Pada tahun 1981 mereka membalas kekalahan itu di semifinal All England, dan di final mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, Tjun Tjun dan Johan Wahjudi.[1] Mereka juga memenangkan All England pada tahun 1984 [2] dan Indonesia Terbuka pada tahun 1982 dan 1983. Berpasangan dengan Liem Swie King, Kartono memenangkan Indonesia Terbuka lagi pada tahun 1985 dan 1986, dan Badminton World Cup pada tahun 1984 dan 1985. Kartono dan King mendapatkan medali perunggu pada Kejuaraan Dunia IBF 1985 di Calgary, setelah dikalahkan di semifinal oleh Park Joo-bong dan Kim Moon-soo.

Referensi

  1. Pat Davis, "A Star from the East," World Badminton, 8 Juni 1981.
  2. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-11. Diakses tanggal 2010-07-18.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi terkait bulu tangkis Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan