Kamis, 29 Oktober 2026
13:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Karier militer Adolf Hitler

Karier militer Adolf Hitler

Bagikan:
Artikel utama: Adolf Hitler
Karier militer Adolf Hitler
250px-Hitler_1921.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hitler berseragam ca 1921–1924
Pengabdian
Dinas/cabang
Lama dinas1914–1920
PangkatGefreiter
KesatuanResimen Infanteri Cadangan Bavaria ke-16
Perang/pertempuran
Penghargaan
  • Salib Besi Kelas Satu
  • Salib Besi Kelas Dua
  • Lencana Terluka
  • Palang Kehormatan 1914–1918
  • Salib Militer Bavaria, Kelas Tiga dengan Pedang
  • Bavarian Medali Layanan Militer, Kelas Tiga
  • Diploma Resimen (Resimen "List")
250px-Hitler_Mannerheim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hitler memakai jaket perang militernya pada 4 Januari 1942, selama ulang tahun Mannerheim.

Karier militer Adolf Hitler dapat dibagi menjadi dua bagian yang berbeda dari kehidupan Adolf Hitler. Terutama, selama periode Perang Dunia I ketika Hitler menjabat sebagai Gefreiter (Kopral Muda) di Angkatan Darat Bavaria, dan era Perang Dunia II ketika Hitler menjabat sebagai Panglima tertinggi Wehrmacht melalui posisinya sebagai Führer dari Jerman Nazi.

Perang Dunia I

Ketika Hitler berusia 25 tahun pada tahun 1914, baik Austria-Hungaria dan Kekaisaran Jerman terlibat dalam Perang Dunia Pertama. Hitler menerima bagian terakhir dari tanah ayahnya pada bulan Mei 1913 dan pindah ke Munich di mana dia mendapat uang sebagai seorang pelukis.[1] Para sejarawan percaya ia meninggalkan Wina untuk menghindari wajib militer yang dilaksanankan oleh tentara Austria.[2] Hitler kemudian mengklaim bahwa ia tidak ingin mengabdi untuk Kekaisaran Habsburg karena adanya campuran "ras" dalam tentara-nya. Setelah ia dianggap tidak layak untuk layanan - ia gagal pemeriksaan fisik di Salzburg pada 5 Februari 1914 - ia lalu kembali ke Munich.[1]

Terlepas dari kenyataan bahwa Hitler masih memegang kewarganegaraan Austria, ia meminta izin untuk mengabdi di Angkatan Darat Bavaria pada bulan Agustus 1914. Hitler diberikan izin untuk bergabung, meskipun ia bukan warga negara Jerman.[3] Selama waktunya sebagai tentara, Hitler mulai mengemukakan gagasan nasionalis Jermannya yang dikembangkan dari usia muda.[4]

250px-Bundesarchiv_Bild_146-1974-082-44%2C_Adolf_Hitler_im_Ersten_Weltkrieg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hitler duduk di paling kanan di kalangan tentara dari resimen.

Tentara Jerman pada saat itu adalah kumpulan dari kekuatan regional yang diselenggarakan oleh berbagai negara bagian di Jerman dengan tentara Prusia menjadi sebuah bagian yang paling dominan. Staf Jenderal Jerman kebanyakan adalah bangsawan Jerman dan, tahun kemudian, Hitler menyatakan kebenciannya kepada kaum "jenderal dengan 'Vons' di depan nama mereka".

Selama perang, Hitler bertugas di Prancis dan Belgia di Resimen Cadangan Bavaria ke-16. Hitler awalnya terdaftar sebagai Schütze dan dipromosikan sekali untuk pangkat Gefreiter. Tugas utama Hitler adalah sebagai pengirim pesan di Front Barat, "pekerjaan yang relatif aman" berbasis di markas resimen, beberapa mil dari Front.[5]

Hitler terlibat di sejumlah pertempuran besar, termasuk Pertempuran Ypres Pertama, Pertempuran Somme, Pertempuran Arras, dan Pertempuran Passchendaele.[6] Pertempuran Ypres (Oktober 1914), yang dikenal di Jerman sebagai Kindermord bei Ypern (Pembantaian Tak Berdosa) menewaskan sekitar 40.000 orang (antara sepertiga dan setengah) dari sembilan divisi infanteri yang terlibat dalam 20 hari, dan kesatuan Hitler sendiri yang tadinya berjumlah 250 orang berkurang menjadi 42 pada bulan Desember. Penulis biografi John Keegan mengatakan bahwa pengalaman ini membuat Hitler menjadi penyendiri dan menarik diri untuk tahun-tahun perang berikutnya.[7]

250px-Hitlerpostcard.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kartu pos yang dikirim oleh Hitler dari München pada tanggal 19 Desember 1916, di mana ia menjelaskan bagaimana ia ingin berpartisipasi dalam pertempuran Perang Dunia Pertama secara sukarela.
250px-Hitler_1921.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adolf Hitler selama
Perang Dunia Pertama.

Hitler dua kali diberi penghargaan untuk keberaniannya. Ia menerima Salib Besi, Kelas Kedua, pada tahun 1914 dan Salib Besi, Kelas Pertama, pada tahun 1918, sebuah tanda kehormatan yang jarang diberikan kepada seorang Gefreiter. Menurut Dr. Thomas Weber, Salib Besi Kelas Pertama Hitler direkomendasikan oleh Hugo Gutmann, seorang ajudan Yahudi, dan penghargaan ini langka umumnya diberikan kepada mereka yang bertugas di markas resimen, seperti Hitler, yang memiliki lebih banyak kontak dengan perwira yang lebih senior daripada prajurit tempur yang mungkin membantu dirinya mendapatkan penghargaan ini.[5]

Pada 15 Oktober 1918, ia untuk sementara dibutakan oleh serangan gas mustard dan dirawat di Pasewalk.[8] Sementara ia di sana, Hitler menerima kabar kekalahan Jerman dan belajar dari kekalahan tersebut,[9] lalu ia menderita kebutaan sementara untuk kedua kalinya.[10] Hitler marah atas Perjanjian Versailles, berbagai wilayah Jerman dirampas, demiliterisasi Rheinland dan dijatuhkannya sanksi yang merusak ekonomi Jerman. Kata Hitler, "Ketika saya terbaring di tempat tidur, ide datang kepada saya bahwa saya akan membebaskan Jerman, bahwa saya akan membuatnya besar. Aku langsung tahu bahwa itu akan terwujud."[11] Itu adalah perkembangan ideologisnya yang mulai tegas terbentuk.[12]

Setelah demiliterisasi total pada angkatan bersenjata, Hitler berusaha untuk tetap berada di militer setelah perang. Dia lalu kembali ke München.[13] Pada bulan Juli 1919 ia diangkat menjadi Verbindungsmann (agen intelijen) dari Aufklärungskommando (pengintai komando) dari Reichswehr, yang bertugas untuk memengaruhi tentara lain dan menginfiltrasi ke Partai Pekerja Jerman (DAP). Sementara memantau kegiatan DAP, Hitler menjadi tertarik dengan gagasan-gagasan pendiri partai tersebut Anton Drexler yang antisemitisme, nasionalis, antikapitalisme, dan antimarxisme.[14] Terkesan dengan keterampilan pidato Hitler, Drexler mengundangnya untuk bergabung dengan DAP, Hitler diterima pada tanggal 12 September 1919.[15]

Perang Dunia II

Ketika Perang Dunia II dimulai, Hitler mengangkat dirinya sendiri sebagai "Prajurit Pertama Reich" dan mulai mengenakan jaket militer abu-abu dengan swastika elang dijahit di lengan kiri atas (penggambaran anakronisme dalam film dan budaya populer meskipun, Hitler tidak memakai seragam coklat partai Nazi pada setiap saat selama Perang Dunia II). Sepanjang perang, satu-satunya dekorasi militer Hitler yang ditampilkan adalah Wound Badge dan Salib Besi yang ia dapat ketika Perang Dunia I dan Lencana Emas Partai Nazi.

Posisi Hitler dalam Perang Dunia II pada dasarnya adalah komandan tertinggi Angkatan Bersenjata Jerman Nazi. Pada 1941, Hitler menunjuk dirinya sendiri sebagai komandan tertinggi Angkatan Darat Jerman, sehingga ia mengambil peran operasional langsung yang biasanya dipegang oleh seorang Jenderal Jerman.

Catatan dan referensi

  1. 1 2 Shirer 1960, hlm. 27. sfn error: tanpa target: CITEREFShirer1960 (bantuan)
  2. ↑ Weber 2010, hlm. 13. sfn error: tanpa target: CITEREFWeber2010 (bantuan)
  3. ↑ Thomas Weber (29 September 2011). Hitler's First War: Adolf Hitler, the Men of the List Regiment, and the First World War. Oxford University Press. hlm. 16–. ISBN 978-0-19-161362-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Evans 2003, hlm. 163–164.
  5. 1 2 "Adolf Hitler a war hero? Anything but, said first world war comrades: Unpublished letters and diaries from List regiment soldiers portray Hitler as a loner, an object of ridicule and 'a rear area pig'", The Guardian, 16 August 2010
  6. ↑ Shirer 1990, hlm. 53
  7. ↑ Keegan 1987, hlm. 239
  8. ↑ Kershaw 2008, hlm. 59, 60.
  9. ↑ Kershaw 1999, hlm. 97.
  10. ↑ Kershaw 1999, hlm. 102.
  11. ↑ Langer 1972, hlm. 37.
  12. ↑ Kershaw 2008, hlm. 61, 62.
  13. ↑ Kershaw 1999, hlm. 109.
  14. ↑ Kershaw 2008, hlm. 82.
  15. ↑ Stackelberg 2007, hlm. 9.
Politik
Personal Standard of the Führer
Peristiwa
Kediaman
Markas Führer
Kediaman sipil
Kehidupan pribadi
Barang pribadi
Persepsi
Keluarga
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan