Minggu, 20 September 2026
23:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kultus kargo

Kultus kargo

250px-JohnFrumCrossTanna1967.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salib upacara kultus kargo John Frum, pulau Tanna, New Hebrides (kini Vanuatu), 1967

Kultus kargo (bahasa Inggris:cargo cult) atau kargoisme adalah praktik religius yang muncul dalam masyarakat tradisional pra-industri sebagai akibat dari interaksi dengan peradaban yang teknologinya lebih maju. Kultus ini berupaya memperoleh kekayaan material ("kargo") melalui sihir dan ritual serta praktik agama. Anggota kultus meyakini bahwa kekayaan tersebut dikirim oleh dewa dan nenek moyang mereka. Kultus kargo berkembang di wilayah pedalaman Pulau Papua dan Mikronesia, dan dimulai setelah kedatangan bangsa Barat pada abad ke-19. Namun, perilaku yang mirip juga muncul di belahan dunia lainnya.

Aktivitas kultus kargo di wilayah Pasifik meningkat pesat selama dan setelah Perang Dunia II karena penduduk wilayah tersebut melihat tentara Jepang dan Amerika Serikat mengirim kargo. Ketika perang berakhir, markas militer ditutup dan kiriman barang berhenti. Untuk menarik lebih banyak pengiriman barang, pengikut kultus membuat ritual seperti membuat tiruan landasan, pesawat, dan perlengkapan radio dari bambu atau bahan lainnya, dan meniru perilaku orang-orang di bandar udara.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan