Selasa, 13 Oktober 2026
06:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kanyadana

Kanyadana

Bagikan:
Hindu Wedding Ritual
Pelaksanaan kanyadana

Kanyadana ( Sanskerta: कन्यादान, alih aksara: Kanyādāna) adalah salah ritual pernikahan Hindu. Bukti tertulis mengenai tradisi ini dapat ditemukan terukir pada batu-batu prasasti dari abad ke-15 yang ditemukan di wilayah kekuasaan Kekaisaran Vijayanagara di India Selatan.[1] Ritual kanyadana dilakukan sebelum ritual sindoor (sinduradana).

Etimologi

Kanyadana berasal dari bahasa Sanskerta, kanyā yang artinya gadis dan dāna yang artinya memberikan, merujuk pada tradisi seorang ayah yang menikahkan putrinya kepada seorang pria, yang melambangkan pemindahan tanggung jawab dan perhatian dari satu keluarga ke keluarga lain.[2] Masyarakat Nepal menyebut kanyadana sebagai donasi atau sumbangan gadis perawan.[3]

Pemaknaan

Ada berbagai pemaknaan mengenai kanyadana di seluruh Asia Selatan. Kanyadana umuumnya diyakini memiliki 2 makna berbeda. Pertama, ayah mempelai wanita menegaskan bahwa ia tak lagi memiliki hak atas putrinya. Hak ini tidak dimaknai layaknya pemilik dengan benda yang dimiliki, melainkan hak orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya yang masih di bawah umur, sesuatu yang masih diyakini hingga kini bahkan oleh masyarakat modern. Sang ayah mempersembahkan putrinya untuk tujuan yang lebih tinggi, yaitu menjadi anggota masyarakat seutuhnya, karena putrinya telah dewasa dan siap untuk menjalani kehidupan selanjutnya, fase kehidupan sebenarnya. Makna kedua, ayah menegaskan bahwa selaku orang tua, mereka akan mempersembahkan apa pun yang dibutuhkan oleh putrinya agar perjalanannya menuju fase kehidupan baru nyaman dan sarat makna.[4]

Pada masyarakat Tamil, kanyadana dimaknai sebagai pengorbanan ayah terhadap ardsta atau dunia yang tak terlihat.[5] Ayah mengorbankan putrinya, dengan ganjaran bukan sesuatu yang dinikmati selama hidup, melainkan sebagai bekal untuk dunia atau kehidupan berikutnya. Melalui kanyadana, pernikahan atas dasar kenikmatan psikis dan fisik dikesampingkan. Ayah yang melepaskan anaknya menikah menggunakan ritual ini biasanya diberikan ganjaran setimpal berupa mahar dan pesta pernikahan yang megah.[5]

Lagu-lagu Kanyadana

Ritual pernikahan dapat diiringi dengan lagu-lagu kanyadana, yang kebanyakan berisi ratapan orang tua mempelai wanita atas kepergian putri mereka. Sementara itu, ada pula lagu-lagu lain yang fokusnya pada mempelai pria, +terkadang membandingkannya dengan Rama, yang dalam Kitab Ramayana digambarkan sebagai sosok "pengantin pria ideal".

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Mahalingam, T.V (1940). Administration and Social Life under Vijayanagar. University of Madras. hlm. 255–256.
  2. ↑ Hunt, Stephen (2017-05-15). Religions of the East (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 213. ISBN 978-1-351-90476-6.
  3. ↑ "Kanyadana, Kanya-dana, Kanyādāna: 17 definitions". wisdomlib.org. Diakses tanggal 27 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Kanyadana - The Essence". 2 Agustus 2025. Diakses tanggal 4 Agustus 2025.
  5. 1 2 Margaret Trawick (15 November 2023). Notes on Love in a Tamil Family. University of California Press. hlm. ISBN=9780520912809. Diakses tanggal 27 November 2025.{{cite book}}: Pemisah pipa tidak ada dalam: |pages=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Templat:Indian wedding

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan