Selasa, 13 Oktober 2026
09:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sindur (bubuk)

Sindur (bubuk)

Bagikan:
250px-Red_tikka_powder.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bubuk sindur

Sindur atau sinduram adalah bubuk kosmetik tradisional berwarna merah murup atau jingga dari Anak benua India, biasanya digunakan oleh perempuan yang sudah menikah di sekitar kepala dan rambut.[1] Umat Hindu terutama di India menggunakan sindur sebagai penanda pernikahan, di mana penghentian penggunaan sindur menandakan berakhirnya pernikahan. Bahan tradisional utama dari sindur berasal dari sinabar, kunyit dan kapur.[2][3] Sebagian produk sindur komersial mengandung bahan sintesis yang kadang tidak dibuat menurut standar yang benar dan mungkin mengandung timbal.[4][5]

Rujukan

  1. ↑ Susie J. Tharu, Ke Lalita (1993-04-01). Women Writing in India: The twentieth century (Volume 2 of Women Writing in India: 600 B.C. to the Present). Feminist Press, 1993. ISBN 978-1-55861-029-3. ... Sindoor is a red powder worn by married women in the parting of the hair ...
  2. ↑ Williams, Victoria (2017). Etiquette and Taboos around the World: A Geographic Encyclopedia of Social and Cultural Customs. Greenwood. hlm. 113. ISBN 978-1-4408-3820-0.
  3. ↑ Formulation and Evaluation of Herbal Sindoor Using Different Natural/Herbal Ingredients. S. Samariya, S. Dwivedi, S. Patil, D. Panigrahi, H. Joshi – International Journal of Pharmacy Teaching & Practices 2013, Vol.4, Issue 3, 752-754
  4. ↑ "The Hazards of Synthetic Sindoor". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-14. Diakses tanggal 2021-11-28.
  5. ↑ "Indian pediatrics, Volume 10" (Dokumen). Indian Academy of Pediatrics. 1973. ... Sindoor (vermilion), a red powder applied to the scalp, is often used by married Indian women, especially of an orthodox Hindu background. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |url= diabaikan


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan