Kamis, 01 Oktober 2026
10:39 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Kangkung

Kangkung

tumbuhan jenis sayur-mayur

Bagikan:
Kangkung
250px-N_Ipoa_D1600.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae
Genus: Ipomoea
Spesies:
I. aquatica
Nama binomial
Ipomoea aquatica
Water spinach, raw
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi79 kJ (19 kcal)
3.14 g
Serat pangan2.1 g
0.2 g
2.6 g
VitaminKuantitas
%AKG†
Vitamin A equiv.
39%
315 μg
Tiamina (B1)
3%
0.03 mg
Riboflavin (B2)
8%
0.1 mg
Niasin (B3)
6%
0.9 mg
Asam pantotenat (B5)
3%
0.141 mg
Vitamin B6
7%
0.096 mg
Folat (B9)
14%
57 μg
Vitamin C
66%
55 mg
MineralKuantitas
%AKG†
Kalsium
8%
77 mg
Zat besi
13%
1.67 mg
Magnesium
20%
71 mg
Mangan
8%
0.16 mg
Fosfor
6%
39 mg
Potasium
7%
312 mg
Sodium
8%
113 mg
Seng
2%
0.18 mg
†Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Kangkung (Ipomoea aquatica) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan dibudidayakan sebagai tanaman hortikultura. Selain itu, kangkung juga dapat tumbuh liar di rawa-rawa, bahkan dianggap gulma karena pertumbuhannya yang cepat. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia. Negeri asalnya tidak diketahui dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Masakan kangkung yang populer adalah cah kangkung bumbu tauco atau terasi, juga di beberapa warung makan menyediakan pelecing kangkung lombok.

Pemerian

Ada dua jenis bentuk kangkung yang dijual di pasaran. Pertama adalah kangkung berdaun licin dan berbentuk mata panah (kangkung air). Biasanya berukuran 10–15 cm. Tumbuhan ini memiliki batang berongga yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Tumbuhan ini bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, yang menghasilkan kantung yang mengandung empat biji benih.

Jenis kedua adalah dengan daun sempit memanjang (kangkung tanah atau kangkung darat). Daunnya biasanya tersusun menyirip tiga berwarna hijau lebih pekat dibandingkan kangkung air. Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Buleleng menulis, Kangkung Darat (Ipomoea Reptans) berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Dijual dengan cara mengikutkan akarnya. Sedangkan kangkung air biasanya dipotong.[2]

Budidaya

Kelompok Kultivar

Kangkung yang dibudidayakan terbagi ke dalam empat kelompok kultivar.[3] Kangkung sawah (kelompok Lowland) adalah kelompok yang paling dikenal, tumbuh liar di rawa-rawa dangkal dan areal sawah yang terbengkalai. Kangkung jenis ini banyak dikonsumsi secara tradisional.

Kelompok berikutnya adalah kangkung darat atau kelompok Alba, pernah dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir. Namun, nama ini sekarang dianggap tidak valid. Kangkung darat berdaun lebih sempit dan lebih adaptif pada lahan kering, sehingga dapat ditanam di tegalan atau bahkan kebun. Kangkung darat lebih mudah dibudidayakan.

Kelompok ketiga adalah kangkung berdaun keunguan atau kelompok Rubra. Kelompok ini daun dan bunganya memiliki warna merah atau ungu, berdaun agak lebar. Kangkung jenis ini juga adaptif pada lahan kering.

Kelompok terakhir adalah kangkung kering atau kelompok Upland, dikenal dalam bahasa Kanton sebagai hon ngung choi. Menurut Rahmad Hidayatulloh Permana kangkung kering merupakan hasil samping dari usaha pertanian produksi biji kangkung. Petani yang membudidayakan kakung hanya untuk mendapatkan biji dari buah kangkung akan menghasilkan kangung kering. Kangkung kering itu sering menjadi limbah karena tidak dimanfaatkan secara maksimal, padahal dapat dijadikan sebagai alternatif hijauan pakan ternak.[4]

Produksi

Ada dua jenis cara budidaya kangkung, yaitu secara kering dan basah. Dalam keduanya, sejumlah besar bahan organik (kompos) dan air diperlukan agar tanaman ini dapat tumbuh dengan subur. Dalam penanaman kering, kangkung ditanam pada jarak 5 inci pada batas dan ditunjang dengan kayu sangga. Kangkung dapat ditanam dari biji benih atau keratan akar. Ia sering ditanam pada semaian sebelum dipindahkan di kebun. Daun kangkung dapat dipanen setelah 6 minggu ia ditanam.

Jika penanaman basah digunakan, potongan sepanjang 12 inci ditanam dalam lumpur dan dibiarkan basah. Semasa kangkung tumbuh, kawasan basah digenagi air setinggi kurang lebih 6 inci dan aliran air perlahan digunakan. Aliran air ini kemudian dihentikan apabila tanah harus digemburkan. Panen dapat dilakukan 30 hari setelah penanaman. Apabila pucuk tanaman dipetik, cabang dari tepi daun akan tumbuh lagi dan dapat dipanen setiap 7–10 hari.

Semasa berbunga, pucuk kangkung tumbuh dengan lambat, tetapi pembajakan tanah dan panen cenderung menggalakkan lebih banyak daun yang dihasilkan.

Kegunaan

Hampir keseluruhan tanaman muda dapat dimakan. Karena kangkung tua berserat kasar, pucuk yang muda lebih digemari. Ia dapat dimakan mentah atau dimasak seperti bayam. Kangkung kering dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Galeri

  • Daun Kangkung
    Daun Kangkung
  • Kangkung
    Kangkung
  • Kangkung
    Kangkung
  • Seikat daun kangkung.
    Seikat daun kangkung.
  • Kangkung dan bunga kangkung di desa Pilangsari, Kedawung, Cirebon
    Kangkung dan bunga kangkung di desa Pilangsari, Kedawung, Cirebon
  • Kangkung dan bunga kangkung warna putih
    Kangkung dan bunga kangkung warna putih

Referensi

  1. ↑ IUCN Detail 168908
  2. ↑ BPP, Buleleng (2020-10-19). "Tentang Kangkung Darat". Pemerintah Kabupaten Buleleng Dinas Pertanian. Diakses tanggal 2024-05-22.
  3. ↑ Laman MMPND bagian Ipomoea aquatica
  4. ↑ Permana, Rakhmad Hidayatulloh (2023-11-14). "Dosen IPB Sulap Limbah Kangkung Jadi Alternatif Pakan Ternak". detiknews. Diakses tanggal 2024-05-22.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ipomoea aquatica.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan