Rabu, 07 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Kancera

Bagikan:
Kancera
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Infrakelas:
Superordo:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
N. soro
Nama binomial
Neolissochilus soro
Sinonim
Artikel takson sembarang

Kancera[3] atau soro (Neolissochilus soro) adalah spesies ikan kerabat semah dari golongan Actinopterygii dari famili Cyprinidae dalam genus Tor. Ikan air tawar Asia ini berkerabat dengan ikan mas, dan menyebar luas di Asia Tenggara ke selatan hingga Indonesia. Nama-nama daerahnya, di antaranya, soro (Sd.); wader (Jw.);[4] garing, gadis (Sumbar);[5] dan juga kancera[6] atau kancra.[7]

Pengenalan

Ikan karper berukuran sedang hingga besar, panjang standar (SL, standard length) mencapai 1.000 mm. Profil badannya memanjang, memipih tegak. Tinggi tubuh 3,4-3,8 kalinya sebanding dengan panjang standar; sementara panjang kepalanya 4,3 kalinya sebanding dengan panjang standar. Mulutnya tipe inferior. Bibirnya agak tebal; tanpa lobus (bidang atau cuping) tengah pada bibir bawah. Dua pasang sungut terdapat di moncong dan di sudut mulut di rahang atas; sungut moncong panjangnya kurang lebih sama dengan diameter mata, sementara sungut rahang atas sedikit lebih panjang. Operkulum (tutup insang) panjangnya 1½-1¾ tingginya.[5]

Awal sirip dorsal (punggung) diantarai oleh 8-9 sisik dari belakang kepala, kira-kira sejajar dengan sisik ke-7 atau ke-8 pada gurat sisi, sedikit lebih muka dari awal sirip ventral (perut). Sisik-sisik dengan gurat sisi 24-28 buah. Sirip dorsal dengan III jari-jari keras (duri) dan 8-9 jari-jari lunak, duri yang ke-3 besar dan keras, lebih pendek daripada panjang kepala dikurangi moncong, tepi atas sirip mencekung; sirip anal (dubur) III, 5; sirip pektoral (dada) I, 14-16; dan sirip ventral II, 8. Sirip anal bentuk terpangkas, jari-jari terpanjang sedikit lebih pendek daripada duri sirip dorsal, ujungnya tidak mencapai sirip ekor manakala direbahkan. Sirip pektoral sedikit lebih pendek daripada tinggi sirip dorsal; jauh, tidak mencapai sirip ventral. Sirip ventral jelas lebih pendek daripada sirip pektoral, dipisahkan oleh 2 baris sisik dari deretan gurat sisi. Sirip ekor bercabang dua dalam, ujungnya runcing, jauh lebih panjang daripada panjang kepala. Batang ekor dikelilingi oleh 12 sisik.[5]

Sebelah atas tubuh berwarna zaitun, sebelah bawahnya berwarna keemasan atau keperakan-zaitun; iris mata kuning. Sisik-sisik di sisi tubuh dan ekor dengan noktah keunguan di sudut pangkalnya. Sirip-sirip berwarna bening (hyaline), kekuningan atau jambon-kehijauan.[4]

Agihan dan kebiasaan

Kancera menyebar luas di Asia Tenggara, yakni mulai dari Burma, Thailand, wilayah Indocina dan Indonesia (Sumatra dan Jawa).[8] Spesimen contoh dikoleksi dari Pulau Sumatra (Solok, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Danau Maninjau, Bengkulu, Deli, Danau Toba); Jawa (Sading Wetan, Darma, Garut, Surakarta, Banyu Biru di Pasuruan).[4][5]

Konservasi

Di Indonesia ikan ini juga disebut "ikan dewa". Ikan ini termasuk ikan langka yang hanya dapat ditemukan di sungai atau kolam yang dikeramatkan di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Karena kelangkaannya, orang Sunda menganggap ikan ini suci atau ikan yang dikeramatkan; hukum adat setempat melarang orang untuk membunuh atau memakan ikan ini. Ikan ini dapat ditemukan di kolam pemandian keramat di sekitar Gunung Ceremai, Jawa Barat; seperti kolam Cibulan, Cigugur, Pasawahan, Linggajati, dan Darmaloka di Kabupaten Kuningan.[9] Karena kelangkaannya pula, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengajukan proposal kepada Convention on International Trade in Endangered Species agar memasukkan ikan ini ke dalam daftar satwa dilindungi.[10]

Catatan taksonomis

Roberts (1999),[11] diikuti oleh Kottelat (2013),[12] memasukkan kancera ke dalam genus Neolissochilus, meskipun tanpa penjelasan yang memadai. Marga Neolissochilus dapat dibedakan dari Tor, di antaranya dengan melakukan pemeriksaan pada jumlah sisir saring insang (gill rakers), bentuk rahang bawah dan lengkung faringeal.[13]

Referensi

  1. ↑ FishBase: Tor soro
  2. ↑ Cuvier, G. & A. Valenciennes. 1842. Histoire Naturelle des Poissons, to. XVI: 191. Paris :Chez F. G. Levrault.
  3. ↑ KBBI Daring: kancera
  4. 1 2 3 Bleeker, P. 1860. Ichthyologiae Archipelagi Indici Prodromus vol II Cyprini: 392. Bataviae: Typis Langei &soc. (terj. Ingg.)
  5. 1 2 3 4 Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1916. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago III: 148-9. E.J. Brill. Leiden.
  6. ↑ Haryono. 2008. Populasi dan habitat ikan tambra, Tor tambroides (Bleeker, 1854) di perairan kawasan Pegunungan Muller Kalimantan Tengah. Biodiversitas, 9(4): 306-9.
  7. ↑ BPPBAT: Ikan kancra/dewa ikon Jawa Barat Diarsipkan 2016-12-20 di Wayback Machine.
  8. ↑ Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi: 67. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta.
  9. ↑ ""Ikan Dewa" dari Ciremai". Kompas.com (dalam bahasa Indonesian). Kompas.com. Tuesday, 28 January 2014. Diakses tanggal 6 February 2014.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. ↑ "LIPI Lakukan Penelitian Mengenai Ikan Dewa Ceremai" (dalam bahasa Indonesian). Ikan Dewa. Diakses tanggal 6 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  11. ↑ Roberts, TR. 1999. "Fishes of the cyprinid genus Tor in the Nam Theun watershed (Mekong basin) of Laos, with description of a new species". Raffles Bulletin of Zoology, 47(1): 225–36.
  12. ↑ Kottelat, M. 2013. "The fishes of the inland waters of Southeast Asia: a catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries". The Raffles Bulletin of Zoology, Supplement No. 27, 22 November 2013.
  13. ↑ Rainboth, WJ. 1985. "Neolissochilus, a new genus of South Asian cyprinid fishes". Beaufortia, 35(3): 25–35.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan