Selasa, 13 Oktober 2026
04:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kabinet Goebbels

Kabinet Goebbels

kabinet singkat Jerman yang dipimpin oleh Joseph Goebbels pada 1945

Bagikan:
Kabinet Joseph Goebbels
60px-Flag_of_Germany_%281935%E2%80%931945%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kabinet Pemerintahan Jerman Nazi ke-2
30 April 1945 – 1 Mei 1945
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1968-101-20A%2C_Joseph_Goebbels.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dibentuk30 April 1945 (1945-04-30)
Diselesaikan01 Mei 1945 (1945-05-01)
1 hari
Struktur pemerintahan
ReichspräsidentKarl Dönitz
Kanselir JermanJoseph Goebbels
Riwayat Kanselir JermanReichsminister Penerangan Publik dan Propaganda
(1933–1945)
Partai anggotaPartai Nazi
Status di legislatifNegara satu partai
Sejarah
PendahuluKabinet Hitler
PenggantiPemerintahan Flensburg

Kabinet Goebbels ditunjuk oleh Adolf Hitler dalam pernyataan dan wasiat politik terakhirnya tertanggal 30 April 1945.[1][2] Oleh karena itu, kabinet ini tidak disahkan berdasarkan Konstitusi Weimar yang secara formal masih berlaku saat itu. Untuk menggantikan dirinya, Hitler menunjuk Großadmiral Karl Dönitz sebagai Reichspräsident dan Menteri Propaganda Joseph Goebbels sebagai Reichskanzler. Kabinet ini berusia sangat pendek karena Goebbels bunuh diri bersama keluarganya pada 1 Mei setelah mencoba mencapai kesepakatan damai dengan Uni Soviet. Pemerintahannya kemudian dilanjutkan oleh Pemerintahan Flensburg di bawah pimpinan Dönitz.[3]

Komposisi

Jabatan Penjabat Mulai menjabat Selesai menjabat Partai
Reichspräsident Karl Dönitz30 April 194523 Mei 1945NSDAP
Kanselir Joseph Goebbels30 April 19451 Mei 1945 (wafat)NSDAP
Menteri Partai Martin Bormann30 April 19452 Mei 1945 (wafat)NSDAP
Menteri Luar Negeri Arthur Seyss-Inquart30 April 19452 Mei 1945NSDAP
Menteri Dalam Negeri Paul Giesler30 April 19453 Mei 1945NSDAP
Menteri Perang Karl Dönitz30 April 194523 Mei 1945NSDAP
Panglima Tertinggi Angkatan Darat Ferdinand Schörner30 April 19458 Mei 1945NSDAP
Panglima Tertinggi Angkatan Laut Karl Dönitz30 Januari 19431 Mei 1945NSDAP
Panglima Tertinggi Angkatan Udara Robert Ritter von Greim26 April 19458 Mei 1945NSDAP
Kepala SS dan Polisi Jerman Karl Hanke29 April 19458 Mei 1945NSDAP
Menteri Ekonomi Reich Walther Funk5 Februari 19385 Mei 1945NSDAP
Menteri Pangan dan Pertanian Herbert Backe23 Mei 194223 Mei 1945NSDAP
Menteri Keadilan Otto Georg Thierack20 Agustus 19425 Mei 1945NSDAP
Menteri Kebudayaan Gustav Adolf Scheel30 April 19453 Mei 1945NSDAP
Menteri Propaganda Werner Naumann30 April 19455 Mei 1945NSDAP
Menteri Keuangan Lutz Graf Schwerin von Krosigk1 Juni 193223 Mei 1945NSDAP
Menteri Tenaga Kerja Theo Hupfauer30 April 19455 Mei 1945NSDAP
Menteri Persenjataan Karl Saur30 April 19455 Mei 1945NSDAP
Pemimpin Deutscher Arbeitsfront Robert Ley10 Mei 19338 Mei 1945NSDAP

Dengan mempertahankan beberapa anggota dari Kabinet Hitler sebelumnya, sejumlah anggota dari kabinet Goebbels tetap melanjutkan jabatan mereka dalam kabinet Dönitz.[4]

Latar belakang

Pada akhir April 1945, Berlin berada dalam situasi kritis akibat kepungan Tentara Merah dalam Pertempuran Berlin. Otoritas pusat Jerman Nazi runtuh dan wilayah kekuasaannya menyusut drastis hingga menyisakan kompleks Reichskanzlei serta jaringan bawah tanah Führerbunker. Di dalam bunker tersebut, Adolf Hitler mengisolasi diri bersama para pengikut setianya, termasuk Joseph Goebbels yang menjabat sebagai Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Reich.

Menjelang keputusan bunuh dirinya, Hitler mendiktekan pernyataan dan wasiat politik terakhirnya pada dini hari tanggal 30 April 1945. Dalam dokumen tersebut, Hitler memecat Hermann Göring serta Heinrich Himmler atas tuduhan pengkhianatan karena mencoba menegosiasikan penyerahan diri secara sepihak dengan pihak Sekutu Barat. Sebagai gantinya, Hitler membagi kepemimpinan Jerman menjadi dua struktur: Großadmiral Karl Dönitz ditunjuk sebagai Kepala Negara (Reichspräsident) sedangkan Joseph Goebbels diangkat menjadi Kepala Pemerintahan atau Kanselir Jerman (Reichskanzler). Langkah ini menandai pembentukan Kabinet Goebbels secara resmi setelah Hitler bunuh diri pada sore hari yang sama.

Kabinet baru ini hanya bertahan selama satu hari dan tidak memiliki kapasitas nyata untuk mengendalikan negara atau militer yang telah hancur. Satu-satunya tindakan diplomatik signifikan yang diambil oleh kabinet ini adalah upaya negosiasi yang diprakarsai oleh Goebbels pada malam tanggal 30 April hingga dini hari 1 Mei 1945. Goebbels mengutus Jenderal Hans Krebs untuk menemui Jenderal Vasily Chuikov dari Uni Soviet guna menyerahkan surat yang mengusulkan gencatan senjata bersyarat antara Jerman dan Soviet. Namun, pihak Soviet menolak usulan tersebut serta menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima penyerahan tanpa syarat.[5]

Setelah kegagalan negosiasi tersebut, Goebbels menolak untuk menyerah tanpa syarat kepada Soviet karena menganggap tindakan itu bertentangan dengan prinsip ideologinya. Menyadari bahwa posisi Berlin sudah tidak dapat dipertahankan lagi, Goebbels bersama istrinya, Magda Goebbels, memutuskan untuk bunuh diri pada malam hari tanggal 1 Mei 1945 setelah terlebih dahulu meracuni keenam anak mereka. Kematian Goebbels secara otomatis mengakhiri riwayat kabinet darurat ini, dan sisa kendali pemerintahan Jerman dipindahkan ke wilayah Flensburg-Mürwik di bawah pimpinan Dönitz, yang kemudian membentuk Pemerintahan Flensburg.

Referensi

  1. ↑ Adolf Hitler. "Politisches Testament 1945". NS-Archiv Dokumente zum Nationalsozialismus.
  2. ↑ Hitler, Adolf. My Political Testament.
  3. ↑ Peter Maxwill. "Reichsregierung tanpa Reich". Der Spiegel. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-06-02.
  4. ↑ "After the Battle: The Flensburg Government" (PDF). Battle of Britain International. 2005. hlm. 8. Diakses tanggal 3 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Soviet communication from General Zhukov to Stalin on 1 May 1945, published in Гитлер капут. Как Сталин узнал о самоубийстве фюрера, ria.ru, and the article.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan