Kamis, 05 November 2026
17:13 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

KMSWT

Bagikan:

Kelompok Musik Sastra Warung Tegal (KMSWT) adalah kelompok musik rakyat yang berasal dari Kota Tegal, Jawa Tengah. Didirikan pada 11 September 1996 oleh Nurngudiono, salah satu seniman musik kota itu. Awalnya, KMSWT hanyalah sebuah kelompok musik di pinggiran kelurahan Panggung Kota Tegal, yang hanya berpentas dari kampung ke kampung. Kekhasan dari kelompok ini terletak pada jenis lagunya yakni menggunakan bahasa Jawa dialek Tegal.

Anggota KMSWT berasal dari rakyat biasa. Mereka adalah para kuli bangunan, buruh, dan pekerja cilik lainnya. Mereka bermusik hanya mengandalkan bakat alam, autodidak, dan naluri bermusik yang luar biasa. Tapi itulah menarik dan uniknya irama khas pesisiran yang dibawakan KMSWT selama ini.

Perjalanan karier

250px-Kmswt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KMSWT di Taman Budaya Jawa Tengah

Dalam kurun waktu 4 tahun sejak berdirinya, KMSWT belum menunjukkan kemajuan berarti. Mereka hanyalah sebuah kelompok musik kampungan biasa. Dalam masa sulit tersebut, lahir karya karya lagu seperti Dolanan Rakyat, Kembang Geni, Negri Compang-camping, dan lain-lain. Namun 'keajaiban' pertama pun datang lewat Richard Curtis, dosen di Nort Teritory University Darwin, Australia. Ia mengadakan penelitian satu bulan penuh akan proses kreatif KMSWT. Titik terang selanjutnya datang lewat sentuhan dan dukungan luar biasa dari Wali kota Tegal, Adi Winarso.

Betapa tidak, KMSWT tiba-tiba mendapat tawaran dari wali kota untuk mengisi acara pada Malam tasyakuran dalam rangka peringatan HUT Republik Indonesia pada tahun 2001 di pendopo Ki Gedhe Sebayu. Sejak itulah, nama KMSWT mulai melambung. Tawaran pentas dan lawatan pentas ke luar kota datang mengalir bak air hujan. Dalam waktu 12 tahun, KMSWT telah menggelar pentas sebanyak 74 kal. 33 kali di antaranya main di dalam kota. Selebihnya; 4 kali pentas di TBS Solo, 3 kali mengikuti Festival musik Puisi tingkat Nasional di Yogyakarta, pentas live di TVRI Jawa Tengah, 2 kali ditayangkan pada Program Horison Indosiar, 2 kali tampil sebagai duta seni Kota Tegal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pentas di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Jakarta, di Rumentang Siang Bandung, di Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, di Universitas Indonesia, dikontrak oleh KPU Kabupaten Brebes untuk sosialisasi pemilu tahun 2004, dan puluhan kali pentas di pesta-pesta rakyat, hajatan, perayaan hari besar keagamaan, dan perayaan adat.

Kerja kreatif KMSWT memungkinkan kelompok tersebut dalam pentasnya di luar kota sebagai corong publikasi perkembangan seni-budaya Kota Tegal. KMSWT pun menyosialisasikan bahasa Tegal sebagai bahasa yang punya estetika tinggi, karena hampir semua syair lagu milik KMSWT menggunakan bahasa Tegal, dan sarat kritik sosial.

Tahun 2006, dalam rangka mengampanyekan gerakan kebersihan kepada masyarakat Tegal, Pemerintah Kota Tegal memercayakan KMSWT untuk ikut terlibat di dalamnya, dengan membawakan lagu berjudul Tegal Keminclong Moncer Kotane. Lagu ini diciptakan oleh Yono Daryono dan Nurngudiono, diputar setiap hari di radio-radio Kota Tegal. Pada tahun yang sama, kisah hidup dan perjalanan kelompok musik itu diangkat dalam sebuah film, karya Andy Prasetyo, produksi Bengkel Sinema. Pemerannya adalah semua personel KMSWT ditambah beberapa praktisi film lainnya.

== Diskografi ==joleen

  • Dolanan Rakyat
  • Kembang Geni
  • Babon Oyok Oyok Jago
  • Iwak Nangis Gulung Kuming
  • Kedanan Nomor
  • Aja Kadiran
  • Negri Compang Camping
  • Tsunami
  • Negri Gemah Ripah Loh Jinawi
  • Suradadi Kotane Sing Dadi Nyatane
  • Sorak Hore
  • Melangkah Lagi
  • Tukang-tukang
  • Wulan Bunder Nang Nduwur Laut Muara Reja
  • Ura-ura Ngluku
  • Kowen Donge Sapa
  • Godhong Rogrog
  • zaman Kala Bendu
  • Mbangun Tegal
  • Tegal Keminclong Moncer Kotane
  • Tukang-tukang Kemoncer

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan