Minggu, 20 September 2026
23:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

KMSWT

Kelompok Musik Sastra Warung Tegal (KMSWT) adalah kelompok musik rakyat yang berasal dari Kota Tegal, Jawa Tengah. Didirikan pada 11 September 1996 oleh Nurngudiono, salah satu seniman musik kota itu. Awalnya, KMSWT hanyalah sebuah kelompok musik di pinggiran kelurahan Panggung Kota Tegal, yang hanya berpentas dari kampung ke kampung. Kekhasan dari kelompok ini terletak pada jenis lagunya yakni menggunakan bahasa Jawa dialek Tegal.

Anggota KMSWT berasal dari rakyat biasa. Mereka adalah para kuli bangunan, buruh, dan pekerja cilik lainnya. Mereka bermusik hanya mengandalkan bakat alam, autodidak, dan naluri bermusik yang luar biasa. Tapi itulah menarik dan uniknya irama khas pesisiran yang dibawakan KMSWT selama ini.

Perjalanan karier

250px-Kmswt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KMSWT di Taman Budaya Jawa Tengah

Dalam kurun waktu 4 tahun sejak berdirinya, KMSWT belum menunjukkan kemajuan berarti. Mereka hanyalah sebuah kelompok musik kampungan biasa. Dalam masa sulit tersebut, lahir karya karya lagu seperti Dolanan Rakyat, Kembang Geni, Negri Compang-camping, dan lain-lain. Namun 'keajaiban' pertama pun datang lewat Richard Curtis, dosen di Nort Teritory University Darwin, Australia. Ia mengadakan penelitian satu bulan penuh akan proses kreatif KMSWT. Titik terang selanjutnya datang lewat sentuhan dan dukungan luar biasa dari Wali kota Tegal, Adi Winarso.

Betapa tidak, KMSWT tiba-tiba mendapat tawaran dari wali kota untuk mengisi acara pada Malam tasyakuran dalam rangka peringatan HUT Republik Indonesia pada tahun 2001 di pendopo Ki Gedhe Sebayu. Sejak itulah, nama KMSWT mulai melambung. Tawaran pentas dan lawatan pentas ke luar kota datang mengalir bak air hujan. Dalam waktu 12 tahun, KMSWT telah menggelar pentas sebanyak 74 kal. 33 kali di antaranya main di dalam kota. Selebihnya; 4 kali pentas di TBS Solo, 3 kali mengikuti Festival musik Puisi tingkat Nasional di Yogyakarta, pentas live di TVRI Jawa Tengah, 2 kali ditayangkan pada Program Horison Indosiar, 2 kali tampil sebagai duta seni Kota Tegal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pentas di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Jakarta, di Rumentang Siang Bandung, di Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, di Universitas Indonesia, dikontrak oleh KPU Kabupaten Brebes untuk sosialisasi pemilu tahun 2004, dan puluhan kali pentas di pesta-pesta rakyat, hajatan, perayaan hari besar keagamaan, dan perayaan adat.

Kerja kreatif KMSWT memungkinkan kelompok tersebut dalam pentasnya di luar kota sebagai corong publikasi perkembangan seni-budaya Kota Tegal. KMSWT pun menyosialisasikan bahasa Tegal sebagai bahasa yang punya estetika tinggi, karena hampir semua syair lagu milik KMSWT menggunakan bahasa Tegal, dan sarat kritik sosial.

Tahun 2006, dalam rangka mengampanyekan gerakan kebersihan kepada masyarakat Tegal, Pemerintah Kota Tegal memercayakan KMSWT untuk ikut terlibat di dalamnya, dengan membawakan lagu berjudul Tegal Keminclong Moncer Kotane. Lagu ini diciptakan oleh Yono Daryono dan Nurngudiono, diputar setiap hari di radio-radio Kota Tegal. Pada tahun yang sama, kisah hidup dan perjalanan kelompok musik itu diangkat dalam sebuah film, karya Andy Prasetyo, produksi Bengkel Sinema. Pemerannya adalah semua personel KMSWT ditambah beberapa praktisi film lainnya.

== Diskografi ==joleen

  • Dolanan Rakyat
  • Kembang Geni
  • Babon Oyok Oyok Jago
  • Iwak Nangis Gulung Kuming
  • Kedanan Nomor
  • Aja Kadiran
  • Negri Compang Camping
  • Tsunami
  • Negri Gemah Ripah Loh Jinawi
  • Suradadi Kotane Sing Dadi Nyatane
  • Sorak Hore
  • Melangkah Lagi
  • Tukang-tukang
  • Wulan Bunder Nang Nduwur Laut Muara Reja
  • Ura-ura Ngluku
  • Kowen Donge Sapa
  • Godhong Rogrog
  • zaman Kala Bendu
  • Mbangun Tegal
  • Tegal Keminclong Moncer Kotane
  • Tukang-tukang Kemoncer

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan