Rabu, 04 November 2026
13:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
John Dominic Crossan

John Dominic Crossan

Bagikan:
John Dominic Crossan
250px-11_08_6972_John_Dominic_Crossan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir17 Februari 1934 (umur 92)
PekerjaanTeolog, sarjana, mantan pendeta
Pasangan menikahMargaret Dagenais (1969–1983)
Sarah Sexton (1986–sekarang)

John Dominic Crossan (lahir 17 Februari 1934)[1] adalah seorang sarjana Perjanjian Baru, sejarawan gereja perdana, dan mantan pendeta Katolik Irlandia-Amerika yang memproduksi karya-karya populer dan terpelajar. Penelitiannya berfokus pada Yesus dalam sejarah, antropologi Mediterania Kuno dan dunia Perjanjian Baru dan aplikasi pendekatan hermenetikal pasca-modern terhadap Alkitab.

Karya tulis

Who Killed Jesus?

Who Killed Jesus? ditulis oleh Crossan untuk membuktikan bahwa pemahaman tentang pembunuhan Yesus oleh kaum Yahudi merupakan pemikiran yang salah dan berbahaya. Buku ini juga memberikan pertanyaan-pertanyaan teologis yang meragukan kebenaran dari penebusan Yesus atas dosa-dosa umat manusia. Selain itu, buku ini juga mempertanyakan dampak terhadap keimanan Kristen jika sebenarnya Yesus tidak dibangkitkan dari kematian.[2]

Dalam bukunya ini, Crossan juga membuktikan bahwa penyaliban dan kebangkitan Yesus hanyalah sebuah cerita yang dikarang oleh para misionaris. Sementara kejadian aslinya adalah sebuah fiksi. Crossan menyatakan bahwa cerita tersebut dibuat hanya untuk memenuhi kepentingan misi Kristen.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Official website, Diary showing 14th birthday Diarsipkan 2016-04-07 di Wayback Machine, Diakses pada 2 April 2013.
  2. ↑ Husaini 2005, hlm. 52-53.
  3. ↑ Husaini 2005, hlm. 53.

Daftar pustaka

  • Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. ISBN 978-602-250-517-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan