Minggu, 20 September 2026
08:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
John Dominic Crossan

John Dominic Crossan

John Dominic Crossan
250px-11_08_6972_John_Dominic_Crossan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir17 Februari 1934 (umur 92)
PekerjaanTeolog, sarjana, mantan pendeta
Pasangan menikahMargaret Dagenais (1969–1983)
Sarah Sexton (1986–sekarang)

John Dominic Crossan (lahir 17 Februari 1934)[1] adalah seorang sarjana Perjanjian Baru, sejarawan gereja perdana, dan mantan pendeta Katolik Irlandia-Amerika yang memproduksi karya-karya populer dan terpelajar. Penelitiannya berfokus pada Yesus dalam sejarah, antropologi Mediterania Kuno dan dunia Perjanjian Baru dan aplikasi pendekatan hermenetikal pasca-modern terhadap Alkitab.

Karya tulis

Who Killed Jesus?

Who Killed Jesus? ditulis oleh Crossan untuk membuktikan bahwa pemahaman tentang pembunuhan Yesus oleh kaum Yahudi merupakan pemikiran yang salah dan berbahaya. Buku ini juga memberikan pertanyaan-pertanyaan teologis yang meragukan kebenaran dari penebusan Yesus atas dosa-dosa umat manusia. Selain itu, buku ini juga mempertanyakan dampak terhadap keimanan Kristen jika sebenarnya Yesus tidak dibangkitkan dari kematian.[2]

Dalam bukunya ini, Crossan juga membuktikan bahwa penyaliban dan kebangkitan Yesus hanyalah sebuah cerita yang dikarang oleh para misionaris. Sementara kejadian aslinya adalah sebuah fiksi. Crossan menyatakan bahwa cerita tersebut dibuat hanya untuk memenuhi kepentingan misi Kristen.[3]

Referensi

Catatan kaki

  1. Official website, Diary showing 14th birthday Diarsipkan 2016-04-07 di Wayback Machine., Diakses pada 2 April 2013.
  2. Husaini 2005, hlm. 52-53.
  3. Husaini 2005, hlm. 53.

Daftar pustaka

  • Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. ISBN 978-602-250-517-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan