Selasa, 22 September 2026
06:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Marcus Borg

Marcus Borg

Untuk pemain sepakbola Swedia dengan nama yang mirip secara homofonik, lihat Marcus Berg.
250px-Marcus_Borg_speaking_in_Mansfield_College_chapel.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Marcus Borg
Untuk kegunaan lain, lihat Borg.

Marcus Borg (11 Maret 1942  21 Januari 2015) adalah seorang penulis dan tokoh Jesus Seminar serta teologi Amerika. Ia mempunyai gelar D.Phil. dari Universitas Oxford dan menjabat sebagai Hundere Distinguished Professor dalam Agama dan Kebudayaan, di Universitas Negeri Oregon. Ia banyak memberikan kuliah dan sesekali muncul dalam media berita nasional di Amerika Serikat. Saat ini ia menjabat sebaagi presiden Perhimpunan Pakar Alkitab Anglikan dan penulis kolom untuk Beliefnet.

Borg dibesarkan di sebuah Gereja Lutheran Skandinavia di North Dakota pada 1940-an, dan belajar di Concordia College, Moorhead, sebuah sekolah liberal arts kecil di Moorhead, MN. Sementara di Moorhead ia menjadi penulis kolom di surat kabar sekolah dan berpandangan konservatif. Setelah membaca Kitab Amos dengan cermat serta pesannya yang jelas tentang masalah kesenjangan sosial, ia mulai menulis dengan sikap yang semakin liberal dan akhirnya diminta menghentikan artikel-artikelnya karena pandangannya yang liberal. Ia mengambil program pasca-sarjana di Seminari Teologi Union, dan mendapatkan gelar magister dan D.Phil di Oxford di bawah bimbingan George Caird. Uskup Anglikan N. T. Wright juga belajar di bawah bimbingan profesor yang sama, dan bertahun-tahun kemudian Borg dan Wright bersama-sama menulis buku The Meaning of Jesus: Two Visions, sebuah studi yang berisi kontras yang bersahabat. Setelah melalui suatu masa pada usia 30-an tahun, di mana ia mempertanyakan imannya, dan memperoleh pengalaman-pengalaman dengan Tuhan yang serupa dengan apa yang digambarkan oleh Rudolf Otto, Borg menjadi aktif di Gereja Episkopal, di mana istrinya melayani sebagai pendeta.

Borg menyatakan bahwa menjalin hubungan dengan Allah itu lebih penting daripada percaya tentang Allah. Borg menganut pandangan panenteis tentang Allah, yang memahami bahwa Allah ada di dalam segala sesuatu dan juga transenden. Ia mengajarkan bahwa pendekatan metaforis historis terhadap Alkitab lebih bermakna untuk dunia pada masa kini daripada pandangan literalisme Alkitab.

Dia meninggal pada usia 72 pada tanggal 21 Januari 2015, akibat mengalami fibrosis paru idiopatik.[1][2]

Bibliografi

  • The Last Week: A Day-by-Day Account of Jesus's Final Week in Jerusalem, ditulis bersama dengan John Dominic Crossan, 2006
  • The Heart of Christianity: Rediscovering a Life of Faith (2003)
  • Reading the Bible Again for the First Time: Taking the Bible Seriously but Not Literally (2001)
  • God at 2000 (editor, Keith Ross Mackenzie, 2001)
  • The Meaning of Jesus: Two Visions. Ditulis bersama N. Thomas Wright, 1999, ISBN 0-06-060875-7
  • Will the Real Jesus Please Stand Up?: A Debate Between William Lane Craig and John Dominic Crossan, 1998 (Marcus Borg, penanggap)
  • Conflict, Holiness and Politics in the Teachings of Jesus, edisi revisi, 1998 (aslinya diterbitkan pada 1984)
  • Jesus and Buddha: The Parallel Sayings, ed., 1997
  • The God We Never Knew, 1997
  • The Lost Gospel Q, ed., 1996
  • Jesus at 2000, ed., 1996
  • The Search for Jesus: Modern Scholarship Looks at the Gospels, ditulis berasma John Dominic Crossan dan Stephen Patterson, disunting oleh Hershel Shanks, 1994
  • Jesus in Contemporary Scholarship, 1994
  • Meeting Jesus Again for the First Time, 1994, ISBN 0-06-060917-6
  • Jesus: A New Vision, 1987
  • The Year of Luke, 1976
  • Conflict and Social Change, 1971

Referensi

  1. "Marcus Borg, leading liberal theologian and historical Jesus expert, dies at 72". Religion News Service. Diakses tanggal Januari 22, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "HarperOne Mourns the Passing of Beloved Bestselling Author Marcus Borg". Diakses tanggal Januari 22, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan