Minggu, 20 September 2026
23:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Jiahu

Jiahu

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Jiahu"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juni 2025)
250px-Neolithic_bone_flute.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seruling Gudi yang ditemukan di Jiahu, dipamerkan di Museum Henan.

Jiahu (Hanzi:賈湖; Pinyin:Jiǎhú) adalah situs suatu pemukiman neolitikum di Sungai Kuning yang berpusat di dataran tengah Tiongkok kuno, Provinsi Henan saat ini. Arkeolog menganggap situs ini merupakan salah satu contoh paling tua dari kebudayaan Peiligang. Didiami antara 7000 SM sampai 5800 SM, situs ini belakangan digenangi banjir dan ditinggalkan penduduknya. Pemukiman Jiahu dikelilingi suatu parit dan meliputi wilayah seluas 55.000 meter persegi. Ditemukan oleh Zhu Zhi pada 1962, ekskavasi besar-besaran situs ini tidak dilakukan hingga beberapa lama. Sebagian besar situs masih belum diekskavasi.

Referensi

  • Lee Yuan-Yuan and Shen, Sinyan. Chinese Musical Instruments (Chinese Music Monograph Series). 1999. Chinese Music Society of North America Press. ISBN 1-880464-03-9
  • Liu, Li. The Chinese Neolithic: Trajectories to Early States, ISBN 0-521-81184-8
  • Zhang, J., Xinghua Xiao, and Yun Kuen Lee, 2004, The early development of music. Analysis of the Jiahu bone flutes. Antiquity 78(302): 769-779.
  • Xueqin, L., Harbottle, G., Zhang, J. and Wang, C., 2003, The earliest writing? Sign use in the seventh millennium BC at Jiahu, Henan Province, China. Antiquity 77(295): 31-45.

Pranala luar

Kebudayaan Prasejarah di Tiongkok
Tiongkok Timur Laut
Sungai Kuning Hulu
Sungai Kuning Tengah
Sungai Kuning Hilir
Yangtze Hulu dan Tengah
Hilir Yangtze dan Huai
Tiongkok Selatan
Tibet
Xinjiang
Taiwan
Lainnya


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan