Sabtu, 26 September 2026
22:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Rhizopus oligosporus

Rhizopus oligosporus

Rhizopus oligosporus
250px-Tempeh_Rhizopus_oligosporus.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lapisan putih Rhizopus oligosporus pada tempe buatan rumah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Fungi
Divisi: Mucoromycota
Kelas: Mucoromycetes
Ordo: Mucorales
Famili: Mucoraceae
Genus: Rhizopus
Spesies:
R. oligosporus
Nama binomial
Rhizopus oligosporus
Saito

Rhizopus oligosporus merupakan kapang dari filum Zygomycota yang banyak menghasilkan enzim protease. R. oligosporus banyak ditemui di tanah, buah, dan sayuran yang membusuk, serta roti yang sudah lama dan juga terdapat dalam nasi.[1]

R. oligosporus termasuk dalam Zygomycota yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan tempe dari proses fermentasi kacang kedelai, karena R. oligosporus yang menghasilkan enzim fitase yang memecah fitat membuat komponen makro pada kedelai dipecah menjadi komponen mikro sehingga tempe lebih mudah dicerna dan zat gizinya lebih mudah terserap tubuh.[2] Fungi ini juga dapat memfermentasi substrat lain, memproduksi enzim, dan mengolah limbah. Salah satu enzim yang diproduksi tersebut adalah dari golongan protease.[2][3]

Karakteristik

R. oligosporus mempunyai koloni abu-abu kecoklatan dengan tinggi 1 mm atau lebih.[4] Sporangiofor tunggal atau dalam kelompok dengan dinding halus atau agak sedikit kasar, dengan panjang lebih dari 1000 mikro meter dan diameter 10-18 mikro meter.[4] Sporangia globosa yang pada saat masak berwarna hitam kecoklatan, dengan diameter 100-180 mikro meter.[4] Klamidospora banyak, tunggal atau rantaian pendek, tidak berwarna, dengan berisi granula, terbentuk pada hifa, sporangiofor dan sporangia.[5] Bentuk klamidospora globosa, elip atau silindris dengan ukuran 7-30 mikro meter atau 12-45 mikro meter x 7-35 mikro meter.[6]

Kondisi pertumbuhan

R. oligosporus dapat tumbuh optimum pada keadaan aerob disuhu 30-35 °C, dengan suhu minimum 12 °C, dan suhu maksimum 42 °C.[6]

Manfaat

Beberapa manfaat dari R. oligosporus antara lain meliputi aktivitas enzimatiknya, kemampuan menghasilkan antibiotik alami yang secara khusus dapat melawan bakteri gram positif,[5] biosintesa vitamin-vitamin B,[5] kebutuhannya akan senyawa sumber karbon dan nitrogen,[5] perkecambahan spora,[6] dan penetrisi miselia jamur tempe ke dalam jaringan biji kedelai[7].[6]

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Ehrenberg. 1838. Rhizopus spp. [terhubung berkala]. http://doctorfungus.org/thefungi/rhizopus.htm Diarsipkan 2010-04-28 di Wayback Machine. [21 Sep 2009].
  2. 1 2 (Inggris) Jennessen J, Schnurer J, Olsson J, Samson RA, Dijksterhuis J. 2008. Morphological characteristics of sporangiospores of the tempe fungus Rhizopus oligosporus differentiate it from other taxa of the R. microsporus group. Mycol Res 112(5):547-63.
  3. ↑ (Inggris) Wang LH, Vespa JB, Hesseltine CW. 1972. Release of bound trypsin inhibitors in soybeans by Rhizopus oligosporus. J Nutri 102(11):1495.
  4. 1 2 3 (Inggris) Cochrane, V. W. 1958. Physiology of fungi. New York:John Wiley and Sons Inc. Hal. 21-24.
  5. 1 2 3 4 (Inggris) Madigan MT, Martinko JM. 2006. Brock Biology of Microorganisms 11th ed. New Jersey: Pearson Education. Hal. 175-185.
  6. 1 2 3 4 Wipradnyadewi PAS. 2005. Isolasi dan identifikasi Rhizopus oligosporus pada beberapa inokulum tempe. [terhubung berkala]. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/naskah%20publikasi%20(ari%20sandhi).doc Diarsipkan 2011-01-03 di Wayback Machine. [19 Sep 2009].
  7. ↑ "Isolasi Dan Identifikasi Rhizopus Oligosporus Pada Beberapa Inokulum Tempe - Jurnal Harian Regional". 2015-05-15. Diakses tanggal 2023-12-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan