Senin, 21 September 2026
03:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Jacques Cujas

Jacques Cujas

250px-Anonyme_-_Jacques_Cujas_-_cour_d%E2%80%99appel_de_Toulouse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Jacques Cujas

Cujacius atau Jacques Cujas adalah seorang ahli jurisprudensi dan cendekiawan Prancis yang lahir pada tahun 1522 di Toulouse, Prancis dan meninggal pada tanggal 4 Oktober 1590 di Bourges, Prancis.[1] Karya-karyanya mengenai Hukum Romawi merupakan bagian dari pembaharuan dari budaya klasik.[1] Dia mengajari di universitas-universitas di Valence dan Bourges, Cujas membuat tertarik murid-murid dari seluruh eropa, salah satunya adalah seorang pemikir klasik Belanda, Joseph Justus Scaliger.[1] Tidak seperti pengajar-pengajar sebelumnya, Cujas tidak tertarik terhadap aplikasi praktis dari Humuk Romawi dan lebih memusatkan perhatian kepada pembelajaran teks-teks kuno yang berhubungan dengan sejarah dan sastra.[2] Dia sering dianggap sebagai penemu dari ilmu Jurisprudensi.[2] Banyak dari usaha-usaha kerasnya ia pusatkan kepada upaya rekonstruksi bentuk orisinal dari perkataan-perataan dan kuotasi-kuotasi ahli-ahli Jurisprudensi ulung romawi dalam Corpus Juris Civilis.[1] Ia juga mengulas mengenai karya-karya Ulpian dan Paulus dalam beberapa bukunya.[2] Dalam jurisprudensi, Cujas menjadi ahli bidang Justinian’.[1] Dalam karyanya berjudul Paratitla atau Summaries of Justinian’s Digest and Codex, berisi ringkasan yang jelas mengenai prinsip-prinsip dasar Hukum Romawi.[1] Dia juga menyunting Codex Theodonasianus, sebuah edisi lengkap karya-karya Cujas dalam 10 edisi (1658), buku tersebut disiapkan oleh Charles Annibal Fabrot.[1]

lossy-page1-250px-Cujas%2C_Jacques_%E2%80%93_%28Opere%29%2C_1778_%E2%80%93_BEIC_10948966.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Opera omnia, 1778

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) "Cujacius atau Jacques Cujas". britannica. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 (Inggris) "Cujacius atau Jacques Cujas". britannica. Diakses tanggal 20 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan