Minggu, 20 September 2026
17:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Insiden Amakasu

Insiden Amakasu

pembunuhan anarkis jepang

250px-Mainichi_Newspaper_Article_on_Osugi_and_Ito%27s_murder_%281923%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah potongan berita dari Mainichi Shimbun, tentang kematian NlItō Noe dan Ōsugi Sakae.

Insiden Amakasu (Amakasu jiken) adalah pembunuhan terhadap dua anarkis Jepang berpengaruh dan seorang anak muda oleh polisi militer pimpinan Letnan Amakasu Masahiko, pada September 1923. Para korbannya adalah Ōsugi Sakae, seorang pemimpin informal gerakan anarkis Jepang, bersama dengan anarkis-feminis Itō Noe (istrinya), dan anak keponakan Ōsugi.[1]

Pada pertikaian yang menyusul gempa Besar Kantō 1923, otoritas Jepang membunuh banyak pembelot dan etnis Korea yang kemudian dikenal sebagai Pembantaian Kantō. Itō, Ōsugi, dan keponakannya ditangkap pada 16 September.[1] Menurut penulis dan aktivis Jakucho Setouchi, Itō, Ōsugi, dan keponakannya yang berusia 6 tahun ditangkap, ditikam sampai mati dan dilempar ke sumur oleh skuat polisi militer atas perintah Letnan Masahiko Amakasu.[2] Menurut cendekiawan sastra Patricia Morley, Itō dan Ōsugi dicekik di sel-sel mereka.[3]

Referensi

  1. 1 2 Crump, John (1993). Hatta Shūzō and Pure Anarchism in Interwar Japan (dalam bahasa Inggris). London: Palgrave Macmillan. hlm. 43. doi:10.1007/978-1-349-23038-9. ISBN 978-1-349-23040-2.
  2. Setouchi, Harumi (1993). Beauty in Disarray (Edisi 1st). Rutland, Vermont: Charles E. Tuttle Company. hlm. 18-19. ISBN 0-8048-1866-5.
  3. Morley, Patricia (1999). The Mountain is Moving: Japanese Women's Lives. University of British Columbia Press. hlm. 19. ISBN 9780774806756.

Pranala luar

Templat:Anarchism-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan