Minggu, 11 Oktober 2026
17:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ian Bremmer

Ian Bremmer

Bagikan:
Ian Bremmer
250px-Ian_Bremmer%2C_2014.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bremmer pada tahun 2014
Lahir12 November 1969 (umur 56)
Baltimore, Maryland, Amerika Serikat
PendidikanBA, Universitas Tulane
PhD, Universitas Stanford
PekerjaanIlmuwan politik, penulis, pengusaha, pengajar
Situs webianbremmer.com

Ian Arthur Bremmer (lahir 12 November 1969) adalah ilmuwan politik Amerika Serikat yang mendalami kebijakan luar negeri AS, negara-negara yang mengalami transisi, dan risiko politik global. Ia merupakan presiden sekaligus pendiri Eurasia Group, badan konsultan dan riset risiko politik. Ia menulis beberapa buku, termasuk The J Curve, Every Nation for Itself, dan Us vs. Them: The Failure of Globalism.[1] Pada tahun 2013, ia diangkat sebagai guru besar Universitas New York.[2] Pada Desember 2014, ia menjabat sebagai kolumnis berita luar negeri dan redaktur utama Time.[3]

Konsep utama

Bidang penelitian Bremmer mencakup ekonomi politik internasional, geoekonomi dan geopolitik, transisi negara dan pasar berkembang global, dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Kurva J

The-J-Curve_blanksm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Kurva J[4] mengaitkan keterbukaan dengan kestabilan sebuah negara. Meski banyak negara stabil karena sistemnya terbuka (Amerika Serikat, Prancis, Jepang), negara-negara lain justru stabil karena sistemnya tertutup (Korea Utara, Kuba, Irak era Saddam Hussein). Negara bisa berpindah ke depan (kanan) dan belakang (kiri) sesuai kurva J ini. Karena itu, kestabilan dan keterbukaan tidak pernah pasti. Kurva J lebih curam di sebelah kiri karena pemimpin negara gagal lebih mudah menciptakan kestabilan dengan menutup negaranya alih-alih membangun masyarakat sipil dan lembaga yang bertanggung jawab. Kurva J lebih tinggi di sebelah kanan daripada kiri karena negara-negara yang berhasil membuka masyarakatnya (misalnya Eropa Timur) pada akhirnya lebih stabil daripada negara-negara otoriter.

Kapitalisme negara

Ian Bremmer mendefinisikan kapitalisme negara sebagai sebuah sistem ketika negara mendominasi pasar untuk memperoleh keuntungan politik. Dalam buku The End of the Free Market: Who Wins the War Between States and Corporations (New York: Portfolio, 2010), Bremmer menyebut Tiongkok sebagai penggerak utama bangkitnya kapitalisme negara yang menyaingi ekonomi pasar bebas di negara-negara maju, khususnya pasca-krisis keuangan 2008.[5]

G-Nol

Artikel utama: Dunia G-Nol

Dunia G-Nol adalah hilangnya kepemimpinan dunia karena pengaruh Barat semakin melemah dan negara-negara lain tidak mampu untuk mengisi kekosongan tersbeut.[6][7] G-Nol adalah persepsi peralihan dari kepemimpinan negara-negara industri G7 dan negara-negara besar baru Group of Twenty yang mencakup Tiongkok, India, Brasil, Turki, dan lain-lain. Dalam bukunya, Every Nation for Itself: Winners and Losers in a G-Zero World (New York: Portfolio, 2012), Bremmer menjelaskan bahwa dalam kondisi G-Nol, tidak ada satu pun negara atau kumpulan negara yang mampu dan mau mengangkat agenda ekonomi dan politik secara global.[8][9]

Weaponisasi keuangan

Artikel utama: Weaponisasi keuangan

Weaponisasi keuangan adalah strategi kebijakan luar negeri yang memanfaatkan insentif (akses ke pasar modal) dan penalti (berbagai jenis sanksi) sebagai alat diplomasi koersif. Dalam laporan Eurasia Group Top Risks 2015,[10] Bremmer menggunakan istilah ini untuk menyebut berbagai cara yang dipakai Amerika Serikat untuk memengaruhi peristiwa global. Bukannya bergantung pada keunggulan keamanan yang menjadi ciri khas AS, termasuk aliansi pimpinan AS seperti NATO dan lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, AS kini 'menjadikan keuangan sebagai senjata' dengan membatasi akses ke pasar dan bank-bank AS. Menurutnya, keuangan telah menjadi instrumen kebijakan luar negeri dan keamanan AS.

Negara seimbang

Negara seimbang (pivot state) adalah negara yang mampu membina hubungan yang menguntungkan dengan beberapa negara besar tanpa bergantung kepada salah satu negara tersebut.[11] Kemampuan menahan diri ini memungkinkan sebuah negara seimbang mencegah ketergantungan—baik keamanan ataupun ekonomi—terhadap satu negara saja. Dalam buku Every Nation for Itself: Winners and Losers in a G-Zero World (New York: Portfolio, 2012),[12] Bremmer menjelaskan bahwa dalam kondisi G-Nol, kemampuan menyeimbangkan diri akan semakin penting. Lawan dari negara seimbang adalah negara bayangan yang terkurung di dalam pengaruh sebuah negara yang lebih berkuasa. Dua negara tetangga Amerika Serikat menjelaskan konsep ini dengan sangat baik. Dengan hubungan dagang yang kuat dengan Amerika Serikat dan Asia serta hubungan keamanan resmi dengan NATO, Kanada adalah negara seimbang karena mengalami percepatan ekonomi dan tidak telribat konflik dengan negara besar manapun. Meksiko adalah negara bayangan karena sangat bergantung pada ekonomi Amerika Serikat.

Catatan

Karya pilihan

Jabatan saat ini

Referensi

  1. ↑ French, Howard (23 April 2018). "'Us vs. Them' Review: The Haves and Have-Nots". Wall Street Journal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ian Bremmer, President of Eurasia Group, Named NYU Global Research Professor". Nyu.edu. Diakses tanggal 2017-07-19.
  3. ↑ "Ian Bremmer Joins Time". Mediabistro.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-27. Diakses tanggal 2017-07-19.
  4. ↑ Bremmer, Ian. 2006. The J Curve: A New Way to Understand Why Nations Rise and Fall. Simon and Schuster.
  5. ↑ "State capitalism: China's 'market-Leninism' has yet to face biggest test". Ft.com. Diakses tanggal 2017-07-19. (perlu berlangganan)
  6. ↑ "Eurasia Group Top 10 Risks of 2011". Eurasiagroup.net. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 31, 2011. Diakses tanggal Juli 19, 2017.
  7. ↑ Gregory Scoblete. Will Free Markets Give Way to State Capitalism?, RealClearPolitics, May 28, 2010.
  8. ↑ Ian Bremmer and David Gordon.G-Zero Diarsipkan September 12, 2011, di Wayback Machine, Foreign Policy, January 7, 2011.
  9. ↑ Ian Bremmer and Nouriel Roubini. A G-Zero World, Foreign Affairs, March/April 2011.
  10. ↑ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Januari 28, 2015. Diakses tanggal April 27, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "The Future Belongs to the Flexible". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 2017-07-19.
  12. ↑ Bremmer, Ian. Every Nation for Itself, New York: Portfolio, 2012, ISBN978-0670921041

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Ian Bremmer.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ian Bremmer.
Direktur Korporat
Tribune
Broadcasting

(Stasiun televisi
berdasarkan afiliasi)
Jaringan TV
CBS
The CW
Fox
Lainnya
Program TV
Radio
Akuisisi
Gracenote
Komik
strip
Editorial
kartun
Pelawak
Kolumnis
politisi
Kolumnis
lainnya
Tribune Digital Ventures
Related articles
  • 1 Perusahaan patungan antara Tribune dan [Metro-Goldwyn-Mayer
  • 2 Dimiliki oleh Dreamcatcher Broadcasting, LLC, Tribune mengoperasikan stasiun ini melalui SSA.
  • 3 Dimiliki oleh iHeartMedia, dan dioperasikan oleh Tribune.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan