Minggu, 18 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Negara gagal

negara yang gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat

Bagikan:

Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat. Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Definisi negara gagal menurut Fund for Peace sering digunakan untuk mencap suatu negara yang memiliki ciri-ciri berikut:

Ciri-ciri yang umum dari suatu negara gagal adalah pemerintah pusatnya sangat lemah atau tidak efektif sampai-sampai kekuasaan praktis di sebagian besar wilayahnya begitu kecil; buruknya layanan publik; korupsi dan tindak kejahatan yang meluas; intervensi aktor negara dan non-negara; adanya pengungsi atau perpindahan penduduk tak terkendali; memburuknya ekonomi secara tajam; dan intervensi militer baik dari dalam maupun luar negara dapat terjadi.[1]

Seberapa besarnya kendali pemerintah yang dibutuhkan agar tidak dicap sebagai negara gagal masih beragam di kalangan peneliti.[2] Selain itu, penetapan negara "gagal" masih dianggap kontroversial dan jika dibuat secara sengaja, akan ada konsekuensi geopolitik yang besar.[2]

Peringkat negara gagal

2013

20 negara gagal menurut Indeks Negara Gagal 2013 ditampilkan di bawah. Selisih peringkat dari tahun sebelumnya dicantumkan dalam tanda kurung.[3]

500px-Failed-states-index-2013.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara gagal menurut "Indeks Negara Gagal 2013" yang dikeluarkan Foreign Policy[4]
  Waspada
  Terancam
  Stabil
  Dapat bertahan
  1.  Somalia (0)
  2.  Republik Demokratik Kongo (0)
  3.  Sudan (0)
  4.  Sudan Selatan (baru masuk)
  5.  Chad (-1)
  6.  Yemen (+2)
  7.  Afghanistan (-1)
  8.  Haiti (-1)
  9.  Republik Afrika Tengah (+1)
  10.  Zimbabwe (-5)
  11.  Iraq (-2)
  12.  Pantai Gading (-1)
  13.  Pakistan (0)
  14.  Guinea (-2)
  15.  Guinea-Bissau (0)
  16.  Nigeria (-2)
  17.  Kenya (-1)
  18.  Niger (+1)
  19.  Ethiopia (-2)
  20.  Burundi (-2)

2012

500px-Failed-states-index-2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara gagal menurut "Indeks Negara Gagal 2012" yang dikeluarkan Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / teritori dependen
  Moderat
  Dapat bertahan
  1.  Somalia (0)
  2.  Republik Demokratik Kongo (+2)
  3.  Sudan (0)
  4.  Chad (-2)
  5.  Zimbabwe (+1)
  6.  Afghanistan (+1)
  7.  Haiti (-2)
  8.  Yaman (+5)
  9.  Irak (0)
  10.  Republik Afrika Tengah (-2)
  11.  Pantai Gading (-1)
  12.  Guinea (-1)
  13.  Pakistan (-1)
  14.  Nigeria (0)
  15.  Guinea-Bissau (+3)
  16.  Kenya (0)
  17.  Ethiopia (+3)
  18.  Burundi (-1)
  19.  Niger (-4)
  20.  Uganda (+1)

2011

500px-Failed-states-index-2011.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara gagal menurut "Indeks Negara Gagal 2011" yang dikeluarkan Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / teritori dependen
  Moderat
  Dapat bertahan
  1.  Somalia (0)
  2.  Chad (0)
  3.  Sudan (0)
  4.  Republik Demokratik Kongo (+1)
  5.  Haiti (+6)
  6.  Zimbabwe (-2)
  7.  Afghanistan (-1)
  8.  Republik Afrika Tengah (0)
  9.  Irak (-2)
  10.  Pantai Gading (+2)
  11.  Guinea (-2)
  12.  Pakistan (-2)
  13.  Yaman (+2)
  14.  Nigeria (0)
  15.  Niger (+5)
  16.  Kenya (-3)
  17.  Burundi (+6)
  18. -  Guinea-Bissau (+4)
  19. -  Myanmar (-2)
  20.  Ethiopia (-3)

2010

330px-Failed-states-index-2010.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Failed States according to the "Failed States Index 2010" of Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / wilayah dependen
  Moderat
  Dapat bertahan

[5]

1.  Somalia (0)
2.  Chad (+2)
3.  Sudan (0)
4.  Zimbabwe (-2)
5.  Republik Demokratik Kongo (0)
6.  Afganistan (+1)
7.  Irak (-1)
8.  Republik Afrika Tengah (0)
9.  Guinea (0)
10.  Pakistan (0)

11.  Haiti (+1)
12.  Pantai Gading (-1)
13.  Kenya (+1)
14.  Nigeria (+1)
15.  Yaman (+4)
16.  Burma (-3)
17.  Ethiopia (-1)
18.  Timor Leste (+2)
19.  Korea Utara (-2)
19.  Niger (+4)

2009

330px-Failed-states-index-2009w.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Failed States according to the "Failed States Index 2009" of Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / wilayah dependen
  Moderat
  Dapat bertahan

[6]

1.  Somalia (0)
2.  Zimbabwe (+1)
3.  Sudan (-1)
4.  Chad (0)
5.  Republik Demokratik Kongo (+1)
6.  Irak (-1)
7.  Afganistan (0)
8.  Republik Afrika Tengah (+2)
9.  Guinea (+2)
10.  Pakistan (-1)

11.  Pantai Gading (-3)
12.  Haiti (+2)
13.  Burma (0)
14.  Kenya (+12)
15.  Nigeria (+3)
16.  Ethiopia (0)
17.  Korea Utara (-2)
18.  Yaman (+3)
19.  Bangladesh (-7)
20.  Timor Leste (+5)

2008

330px-Failed-states-index-2008.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Failed States according to the "Failed States Index 2008" of Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / wilayah dependen
  Moderat
  Dapat bertahan

[7]

1.  Somalia (+2)
2.  Sudan (-1)
3.  Zimbabwe (+1)
4.  Chad (+1)
5.  Iraq (-3)
6.  Republik Demokratik Kongo (+1)
7.  Afganistan (+1)
8.  Pantai Gading (-2)
9.  Pakistan (+3)
10.  Republik Afrika Tengah (0)

11.  Guinea (-2)
12.  Bangladesh (+4)
13.  Burma/Myanmar(+2)
14.  Haiti (-3)
15.  Korea Utara (-2)
16.  Ethiopia (+2)
17.  Uganda (-1)
18.  Lebanon (+10)[8]
19.  Nigeria (-1)
20.  Sri Lanka (+5)[9]

2007

177 negara dicantumkan dalam daftar ini. Dari jumlah ini 32 digolongkan sebagai "waspada", 97 sebagai "Terancam", 33 sebagai "sedang", 15 sebagai "dapat bertahan". Ke-20 negara yang paling buruk diperlihatkan di bawah ini. Untuk keseluruhan peringkatnya, lihat Daftar negara menurut Indeks Negara Gagal. Perubahan dalam peringkat dari 2006 diperlihatkan dalam kurung.[10]

330px-Failed-states-index-2007.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara Gagal menurut "Indeks Negara Gagal tahun 2007" dalam Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / wilayah dependen
  Moderat
  Dapat bertahan

1.  Sudan(0)
2.  Irak(+2)
3.  Somalia(+4)
4.  Zimbabwe(+1)
5.  Chad(+1)
6.  Pantai Gading(-3)
7.  Republik Demokratik Kongo(-5)

8.  Afganistan(+2)
9.  Guinea(+2)
10.  Republik Afrika Tengah(+3)
11.  Haiti(-3)
12.  Pakistan(-3)
13.  Korea Utara(+1)
14.  Myanmar(+4)

15.  Uganda(+6)[11]
16.  Bangladesh(+3)
17.  Nigeria(+5)[12]
18.  Ethiopia(+8)[13]
19.  Burundi(-4)
20.  Timor Leste(N/A)[14]

2006

146 negara dicantumkan dalam daftar 2006. Dari jumlah ini 28 digolongkan sebagai "waspada", 78 sebagai "Terancam", 27 sebagai "sedang", 13 sebagai "dapat bertahan". Ke-20 negara yang paling buruk diperlihatkan di bawah ini. Perubahan peringkat dari 2005 diperlihatkan dalam kurung.[15]

1.  Sudan(+2)
2.  Republik Demokratik Kongo(0)
3.  Pantai Gading(-2)
4.  Irak(0)
5.  Zimbabwe(+10)
6.  Chad(+1)
7.  Somalia(-2)

8.  Haiti(+2)
9.  Pakistan(+25)[16]
10.  Afganistan(+1)
11.  Guinea(+5)
12.  Liberia(-3)
13.  Republik Afrika Tengah(+7)
14.  Korea Utara(-1)

15.  Burundi(+3)
16.  Yaman(-8)
17.  Sierra Leone(-11)
18.  Myanmar(+5)[17]
19.  Bangladesh(-2)
20.    Nepal(+15)[18]

330px-Failed-states-index-2006.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara Gagal menurut "Indeks Negara Gagal tahun 2006" dalam Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Tanpa informasi / wilayah dependen
  Moderat
  Dapat bertahan

2005

2005 tahun pertama ketika Fund for Peace (Dana untuk Perdamaian) menerbitkan daftar ini. 76 dianalisis, dan daripadanya 33 digolongkan sebagai "waspada", dan 43 sebagai "Terancam", (peringkat yang lebih baik daripada "Terancam" tidak dibuat untuk tahun ini). Ke-20 negara yang paling buruk diperlihatkan di bawah ini.[19]

1.  Pantai Gading
2.  Republik Demokratik Kongo
3.  Sudan
4.  Irak
5.  Somalia
6.  Sierra Leone
7.  Chad

8.  Yaman
9.  Liberia
10.  Haiti
11.  Afganistan
12.  Rwanda
13.  Korea Utara
14.  Kolombia

15.  Zimbabwe
16.  Guinea
17.  Bangladesh
18.  Burundi
19.  Republik Dominika
20.  Republik Afrika Tengah

330px-Failed-states-index-2005.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Failed States according to the "Failed States Index 2005" of Foreign Policy
  Waspada
  Terancam
  Moderat / Dapat bertahan / Tanpa informasi / wilayah dependen

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Failed States FAQ Number 6". the Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-18. Diakses tanggal 2007-10-22.
  2. 1 2 Patrick, Stewart (2007). "'Failed' States and Global Security: Empirical Questions and Policy Dilemmas". International Studies Review. 9 (4). Blackwell Publishing: 644–662. doi:10.1111/j.1468-2486.2007.00728.x. 1079-1760.
  3. ↑ "Failed States Index 2013". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-06. Diakses tanggal 2013-08-23.
  4. ↑ http://ffp.statesindex.org/rankings-2013-sortable Diarsipkan 2015-02-06 di Wayback Machine The Failed States Index 2013, Foreign Policy, accessed 19 AUG 2013
  5. ↑ "Failed States Index 2010". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-03. Diakses tanggal 2010-06-29.
  6. ↑ "Failed States Index 2009". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-10-28. Diakses tanggal 2009-06-25.
  7. ↑ "Failed States list 2008". Fund for Peace. Diakses tanggal 2008-06-27.
  8. ↑ Lebanon was ranked 28th in 2007.
  9. ↑ Sri Lanka was ranked 25th in 2007.
  10. ↑ "Failed States list 2007". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-20. Diakses tanggal 2008-05-22.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |downloaded= diabaikan
  11. ↑ Uganda peringkat ke-21 pada 2006.
  12. ↑ Nigeria peringkat ke-22 pada 2006.
  13. ↑ Ethiopia peringkat ke-26 pada 2006.
  14. ↑ 2007 adalah tahun pertama bagi Timor-Leste (Timor Timur) untuk dicantumkan.
  15. ↑ "Failed States list 2006". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-22. Diakses tanggal 2008-05-22.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |downloaded= diabaikan
  16. ↑ Pakistan peringkat ke-34 pada 2005.
  17. ↑ Burma/Myanmar peringkat ke-23 pada 2005.
  18. ↑ Nepal peringkat ke-35 pada 2005.
  19. ↑ "Failed States list 2005". Fund for Peace. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2008-05-22.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |downloaded= diabaikan

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan