Minggu, 20 September 2026
22:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Hipparcos

Hipparcos

250px-Hipparcos-testing-estec.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hipparcos (singkatan untuk High Precision Parallax Collecting Satellite) adalah satu misi astrometri dari Badan Antariksa Eropa (ESA) didedikasikan untuk pengukuran paralaks dan gerak diri bintang. Proyek ini dinamai untuk menghormati Hipparchus, seorang astronom zaman helenistik. Ide misinya muncul sejak tahun 1967, dan diterima ESA pada 1980.

Satelitnya diluncurkan menggunakan Ariane 4 pada 8 Agustus 1989. Tujuan awal peluncuran adalah menempatkan satelit pada orbit geostasioner Bumi, tetapi terjadi kegagalan pada roket pendorong sehingga satelit berada dalam orbit yang sangat elips dengan variasi ketinggian antara 507 hingga 35.888 km. Namun, seluruh misi saintifik dapat diselesaikan dan komunikasi dengan satelit diputus pada 15 Agustus 1993.

Program dibagi ke dalam dua bagian: Percobaan Hipparcos dengan tujuan mengukur lima parameter astrometri dari sekitar 120.000 bintang hingga ketelitian 2 sampai 4 mili-detik busur dan percobaan Tycho dengan tujuan pengukuran astrometri dan fotometri dua warna sekitar 400.000 bintang tambahan tetapi dengan presisi yang agak kurang.

Hasil pengukuran dirangkum dalam dua katalog yang selesai pada Agustus 1996. Katalog Hipparcos memuat 120.000 dengan ketelitian pengukuran astrometri hingga 1 mili-detik-busur dan Katalog Tycho memuat lebih dari satu juta bintang dengan ketelitian pengukuran astrometri antara 20-30 mili detik busur dan pengukuran fotometri dua warna. Katalog-katalog tersebut diterbitkan oleh ESA pada Juni 199.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan