Minggu, 11 Oktober 2026
20:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Hasan Mustofa

Hasan Mustofa

Tokoh agama dari Cisarua, Bogor

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang Tokoh agama dari Bogor. Untuk Tokoh pujangga Sunda, lihat Hasan Mustapa.
Abuya Kiai Haji
Hasan Mustofa

250px-Abuya_Cilember.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Abuya Cilember
GelarAbuya
Nama lainAbuya Cilember
Mama Cilember
KebangsaanIndonesia Indonesia
EtnisSunda dan Banten
Wilayah aktifJawa Barat
PekerjaanPendiri Pondok Pesantren Darul Huda Cilember, Cisarua, Bogor
DenominasiSunni
Mazhab fikihSyafi'i
Mazhab akidahAsy'ariyah
Minat utamaNahwu, Sharaf, Balagah, Fikih
Murid darilihat di bawah
KeturunanRahmatullah

Abuya Kiai Haji Hasan Mustofa bin Abah Saenan (1890 - 1975) atau yang lebih dikenal sebagai Abuya Cilember adalah seorang ulama pendiri Pondok Pesantren Darul Huda di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.[1] Dia dikenal sebagai ulama ahli Nahwu, Sharaf, dan Balagah di wilayah Bogor dan sekitarnya.[2]

Biografi

Kehidupan awal

Syaikh Hasan Mustofa lahir pada tahun 1890[3] di Bogor, Jawa Barat. Ayahnya adalah Abah Saenan, seorang perajin handmade (kerajinan tangan) yang berasal dari Ciamis, sedangkan ibunya adalah orang Banten bernama Hajjah Husniyah binti Kiai Haji Mansur.[2] Dari garis ibunya, dia masih memiliki ikatan darah dengan keluarga kesultanan Banten.[4]

Pendidikan

Menginjak usia dewasa, Abuya Hasan menuntut ilmu ke beberapa pesantren di Jawa Barat. Di antaranya adalah Pesantren Cinengah, Cianjur; Pesantren Rawa Belut, Cibadak, Cianjur; dan Pesantren Cihapit, Bandung. Setelah menuntut ilmu dari Bandung, Abuya Cilember kemudian melanjutkan pendidikan agamanya di Pesantren Gentur, Cianjur di bawah asuhan Syekh Ahmad Syathibi al-Qonturi.[5] Setelah itu, Mama Hasan kemudian melanjutkan perjalanan ke Purwakarta dan berguru kepada Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri, Plered.[2]

Setelah melakukan perjalanan keilmuan dari satu pesantren ke pesantren lainnya, Mama Cilember kemudian kembali lagi ke Pesantren Gentur untuk memperdalam ilmunya kepada Syekh Ahmad Syathibi. Di Pesantren Gentur, Syeikh Hasan Mustofa menetap cukup lama dibandingkan menetap di pesantren lainnya.[3]

Aktivitas

Mendirikan pesantren

Pada tahun 1918, Abuya Cilember mendirikan sebuah pesantren di daerah Kopo, Cisarua, Bogor. Namun pada tahun 1925, Abuya Hasan mendirikan pesantren baru di daerah Cilember, Cisarua, Bogor dan mewakafkan pesantrennya di daerah Kopo kepada Kiai Haji Muhiddin (yang kemudian menjadi Pesantren Nurul Haq, Kopo).[3] Pendirian pesantren baru tersebut dilatarbelakangi oleh permintaan dua orang muridnya, Haji Sidiq dan Haji Mansur karena melihat keadaan masyarakat Cilember yang saat itu masih kurang dalam menjalankan nilai-nilai keislaman.[6]

Pada tahun 1980, Kiai Haji Rahmatullah, putra bungsu Abuya Hasan sebagai penerus Pesantren Cilember mengganti nama pesantren menjadi Pesantren Nurul Huda.[6] Bidang keilmuan yang diajarkan di pesantren ini di antaranya adalah akidah, tauhid, fikih, tasawuf, alquran, hadis, nahwu, sharaf, balaghah, dan falak.[7] Sejak didirikan, pesantren ini telah mencetak para santri berkualitas yang kemudian menjadi ulama hingga pejabat.[7][8]

Gelar

Artikel utama: Buya

Sebagai seorang ulama, Syekh Hasan Mustofa kemudian diberi gelar "Abuya" (kemudian dikenal sebagai Abuya Cilember) oleh masyarakat sekitar.[4] Nama Abuya adalah gelar kehormatan suku Banten yang disematkan kepada ulama berpengetahuan tinggi yang menjadi gurunya para ulama di daerah Banten dan daerah tujuan diaspora para keturunan Banten, seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Lampung.

Wafat

Mama Cilember wafat pada tahun 1975 di Cilember, Cisarua, Bogor.[6] Pasca wafatnya, Pesantren Cilember kemudian dipimpin oleh anak bungsunya, Kiai Haji Rahmatullah pada tahun 1979, setelah sebelumnya dipimpin oleh anaknya yang lain selama 4 tahun.[6] Haul atau Peringatan hari kematiannya selalu diperingati setiap tahun di Pesantren Nurul Huda yang dihadiri ratusan jamaah dari Bogor dan daerah sekitarnya.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Mahbib (2013-10-09). "Komunitas Cinta Baca Bedah 9 Ulama Bogor". NU Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-14. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  2. 1 2 3 Ubaidillah, Achmad (2015-11-28). "KH. Hasan Mustofa: Kiai Ahli Nahwu-Sharaf dan Balaghoh". Suara Pesantren. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-15. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  3. 1 2 3 Ubaidillah, 2013.
  4. 1 2 3 Yaqzan, Ibn. (2016-08-18). "Haul Abuya KH. Hasan Mustafa Cilember, Cisarua, Bogor ke-41". Arrahmah.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-02. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  5. ↑ Kholil, Lutfy (2017-11-06). "KH. Ahmad Syathibi Cianjur". Nahdlatululama.id. Jakarta: Lembaga Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-14. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  6. 1 2 3 4 Fauzy, Naufal (2017-06-16). "Dirikan Pesantren Sejak 1918, Ini Sejarah Abuya Cilember dalam Syiar Agama Islam". Tribunnews Bogor. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-14. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  7. 1 2 Fauzy, Naufal (2017-06-12). "Sisipkan Ajaran Soal Duniawi Sesuai Agama, Pesantren Darul Huda Cetak Santri Berkualitas". Tribunnews Bogor. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-14. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  8. ↑ Admin (2017-06-13). "Keren, Pesantren Ini Cetak Kyai Kondang Hingga Pejabat!". Metropolitan.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-15. Diakses tanggal 2018-01-14.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)

Bibliografi

  • Ubaidillah, Achmad (2013). Sembilan Mutiara Hikmah. Bogor: Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan