Sabtu, 07 November 2026
02:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Buya

Bagikan:

Buya atau Abuya adalah kata sapaan kekeluargaan untuk orang tua laki-laki, sama dengan sapaan "ayah".[1] Kata ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna "ayahku", dengan kata dasar "abun" dan "ya". Di Sumatra, khususnya Minangkabau, gelar ini dapat pula merujuk kepada orang yang alim dalam ilmu agama.[2][3] Seseorang dipanggil buya terutama disebabkan pemahamannya yang mendalam terkait pengetahuan agama.[3] Istilah buya kerap diasosiasikan dengan kiai di Jawa.[3] Namun, posisi buya di Minang tidak sesakral kiai.[2] Di Jawa seorang santri sangat takut kepada kiainya, bahkan ketika kiai menjelaskan kitab, sangat jarang ditemukan santri yang mau mengkritik kiainya.[2]

Penyandang gelar

  1. Abuya Muda Waly;
  2. Buya Hamka;
  3. Buya Ahmad Rasyid Sutan Mansur;
  4. Abuya Dimyathi;
  5. Buya Ahmad Syafii Maarif;
  6. Buya Yunahar Ilyas;
  7. Buya Mas'oed Abidin;
  8. Buya Yahya;
  9. Buya Arrazy Hasyim;
  10. Buya Syakur;
  11. Buya Gusrizal Gazahar;
  12. Abuya Uci Turtusi;
  13. Buya Haedar;
  14. Abuya Tohawi Romli;
  15. Abuya Muhtadi;
  16. Abuya Mama Ghufron Al Bantani;

Catatan akhir

Logo KBBI
Lihat entri Buyadi KBBI.
  1. ↑ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2016). "KBBI Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id (Edisi 5). Jakarta. Diakses tanggal 2018-07-19.
  2. 1 2 3 Ferdiansyah, Hengky (2018-07-18). "Saya, Gus Dur, dan Para Kiai". NU Online (dalam bahasa Melayu). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-07-18. Diakses tanggal 2018-07-18.
  3. 1 2 3 Musnandar, Aries (2016-11-08). "Pak Tuo Syafiie Ma'arif, Bukan Buya". Hidayatullah.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-06-21. Diakses tanggal 2018-07-18.


Ikon rintisan

Artikel bertopik gelar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan