Selasa, 06 Oktober 2026
20:52 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Rajawali papua

Rajawali papua

spesies burung pemangsa

Bagikan:
Rajawali papua
250px-New_Guinea_Harpy_Eagle._Harpyopsis_novaeguineae_%2848670906153%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Subfamili: Harpiinae
Genus: Harpyopsis
Salvadori, 1875
Spesies:
H. novaeguineae
Nama binomial
Harpyopsis novaeguineae
Salvadori, 1875

Rajawali papua (Harpyopsis novaeguineae) merupakan salah satu jenis Burung elang dari famili Accipitridae, yang berada dalam subfamili Harpiinae dan genus Harpyopsis. Elang papua merupakan satu-satunya elang yang berada di Indonesia dari yang satu kelompok di keluarga harpiinae dari 3 jenis elang yang ada yaitu elang jambul dan elang harpy, di mana semuanya berada di daratan pulau Amerika. Hewan ini adalah spesies endemik di New Guinea dan kadang dapat ditemukan di seluruh pulau. Hewan ini merupakan spesies penghuni hutan, biasanya hidup di hutan hujan dewasa. Perkembang biakan hewan ini dengan bersarang di pohon hutan besar.

Deskripsi

Elang berukuran besar, dengan ukuran tubuhnya berkisar antara 75–90 cm dengan rentang sayap sekitar lebar sayap 157 cm dan berat berat 1.600–2.400 gram.[2] Pada umumnya ukuran dan berat tubuh rajawali papua betina lebih besar dari yang jantan. Bagian atas berwarna coklat keabu-abuan, dada bagian atas berwarna coklat pucat, sayap lebar tiga band, paruh kuat, iris besar. Dibagian ekor, rajawali papua mirip dengan elang laut perut putih yang sama-sama berekor pendek dan bulunya mirip dengan elang ekor panjang tetapi lebih kecil dari Doria’s goshawk. Rajawali papua atau papuan memiliki kaki yang panjang dan kuat.

Habitat dan kebiasaan

Elang papua umumnya mendiami hutan yang tanpa terganggu atau dengan ketinggian 3.200 m dari permukaan laut, di mana elang ini endemik daerah Papua dan Papua Nugini. Makanan elang papua pada umumnya memakan jenis mamalia seperti possum, kuskus, walabi, kanguru pohon, babi, anjing, dan kadang-kadang mengambil burung, kadal dan ular, dan tikus raksasa. Rajawali papua mengejar mangsanya dengan berlari dan melompat di tanah, atau melompat di atas cabang dan batang.

Reproduksi

Mereka kawin dari akhir musim penghujan sampai musim kemarau atau sekitar bulan April sampai Agustus. Rajawali papua menggunakan sarang yang terbuat dari ranting pohon dan dedaunan dengan ketinngian sekitar minimal 20 m dari permukaan tanah dengan 1 telur dengan sarang yang sama tiap 2 tahun atau lebih seperti halnya elang lain yang berukuran besar.[3]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Harpyopsis novaeguineae". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696007A93538251. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696007A93538251.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Papuan Eagle (Harpyopsis novaeguineae)". www.hbw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-05.
  3. ↑ "Harpyopsis novaeguineae". globalraptors.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-06. Diakses tanggal 2018-10-05.
Genera elang, hering dan kerabat mereka
Cathartiformes
incertae sedis
†Teratornithidae
Cathartidae
Accipitriformes sensu stricto
    • Lihat di bawah ↓
Argentavismagnificens.png
Accipitriformes sensu stricto
†Horusornithidae
Pandionidae
Sagittariidae
Accipitridae
incertae sedis
Aegypiinae
Accipitrinae
Aquilinae
†Archaehieraxinae
Buteoninae
Buteonini
Milvini
Circaetinae
Circinae
Elaninae
Gypaetinae
Haliaeetinae
Harpaginae
Harpiinae
Lophospizinae
Melieraxinae
Perninae
Sagittarius serpentarius Accipiter gentilis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan