Jumat, 16 Oktober 2026
13:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Aquila (burung)

Aquila (burung)

genus burung

Bagikan:
Aquila
Rentang waktu: Miosen Tengah hingga masa kini
250px-Aquila_chrysaetos_Flickr.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elang emas (Aquila chrysaetos)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Subfamili: Aquilinae
Genus: Aquila
Brisson, 1760
Spesies tipe
Aquila chrysaetos
Linnaeus, 1758
Sinonim

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Aquila adalah sebuah genus yang mencakup elang sejati. Nama genusnya adalah kata Latin untuk "elang", kemungkinan berasal dari istilah aquilus, yang berarti "berwarna gelap".[1] Genus ini biasanya digabungkan dengan elang laut, buteo dan accipitrid berbadan besar lainnya, tetapi belakangan ini diketahui bahwa tampaknya mereka lebih memiliki banyak kemiripan dengan elang-elang accipitrine yang lebih ramping daripada yang sebelumnya diyakini. Elang bukan sebuah kelompok alami, tetapi lebih merujuk kepada burung pemangsa apapun yang cukup besar untuk memangsa vertebrata yang cukup besar (sekitar 50 cm panjangnya atau lebih secara kesleuruhan).

Spesies hidup

Genus Aquila – Brisson, 1760 – sebelas spesies
Nama umum Nama ilmiah dan subspesies Sebaran Ukuran dan ekologi Status IUCN dan estimasi jumlah populasi
Elang stepa

Aquila nipalensis
(Hodgson, 1833)
Rumania ke timur melalui stepa Rusia Selatan dan Asia Tengah hingga Mongolia
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 EN 


50,000 - 75,000[2] Penurunan

Elang kuning-kecokelatan

Aquila rapax
(Temminck, 1828)
Afrika baik di utara maupun selatan Gurun Sahara dan melintasi Asia barat daya tropis hingga India.
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 VU 


100,000 - 499,999[3] Penurunan

Elang imperial spanyol

Aquila adalberti
C. L. Brehm, 1861
Spanyol bagian tengah dan barat bagian selatan, serta wilayah Portugal yang berdekatan, di semenanjung Iberia
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 VU 


1,060 - 1,080[4] Kenaikan

Elang imperial timur

Aquila heliaca
Savigny, 1809
Afrika timur laut serta Asia selatan dan timur
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 VU 


2,500 - 9,999[5] Penurunan

Elang ekor-baji

Aquila audax
(Latham, 1801)
Australia, Nugini bagian selatan, sebagian Papua Nugini, dan Indonesia
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


[6] Kenaikan

Elang emas

Aquila chrysaetos
(Linnaeus, 1758)
Eurasia dan Amerika Utara
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


85,000 - 160,000[7] Steady

Elang cassin

Aquila africana
(Cassin, 1865[8])
Afrika Barat, Tengah dan Timur; dari Sierra Leone ke timur hingga Uganda barat selatan melalui Cekungan Kongo hingga Angola utara Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


670 - 6,700[9] Penurunan

Rajawali kuskus

Aquila gurneyi
Gray, 1860
Maluku hingga Irian Jaya dan sebagian besar wilayah Nugini Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 NT 


2,500 - 9,999[10] Penurunan

Elang verreaux

Aquila verreauxii
Lesson, 1830
Afrika bagian selatan dan timur (meluas sedikit ke Chad), dan secara lokal di Afrika Barat, Jazirah Arab, dan Timur Tengah bagian selatan.
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


[11]

Elang bonelli

Aquila fasciata
(Vieillot, 1822)
Eropa Selatan, Afrika di utara dan selatan Gurun Sahara dan melintasi Timur Tengah dan Asia Selatan hingga Indonesia
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


20,000 - 49,999[12] Penurunan

Elang-rajawali afrika

Aquila spilogaster
(Bonaparte, 1850)
Afrika Sub-Sahara tropis
Map of range
Ukuran:

Habitat:

Makanan:
 LC 


[13] Penurunan

Referensi

  1. ↑ Jobling, James A (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm. 52. ISBN 978-1-4081-2501-4.
  2. ↑ BirdLife International. (2021). "Aquila nipalensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T22696038A205452572. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22696038A205452572.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  3. ↑ BirdLife International. (2021). "Aquila rapax". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T22696033A203852137. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22696033A203852137.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  4. ↑ BirdLife International. (2021). "Aquila adalberti". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T22696042A205085721. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22696042A205085721.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  5. ↑ BirdLife International. (2019) [amended version of 2017 assessment]. "Aquila heliaca". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T22696048A155464885. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T22696048A155464885.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  6. ↑ BirdLife International. (2016). "Aquila audax". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696064A93542539. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696064A93542539.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  7. ↑ BirdLife International. (2021). "Aquila chrysaetos". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T22696060A202078899. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22696060A202078899.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  8. ↑ Helbig, AJ; Kocum, A; Seibold, I; Braun, MJ (2005). "A multi-gene phylogeny of aquiline eagles (Aves: Accipitriformes) reveals extensive paraphyly at the genus level" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 35 (1): 147–164. Bibcode:2005MolPE..35..147H. doi:10.1016/j.ympev.2004.10.003. PMID 15737588.
  9. ↑ BirdLife International. (2017) [amended version of 2016 assessment]. "Aquila africana". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T22696138A111714549. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-1.RLTS.T22696138A111714549.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  10. ↑ BirdLife International. (2021). "Aquila gurneyi". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T22696056A157456056. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22696056A157456056.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  11. ↑ BirdLife International. (2016). "Aquila verreauxii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696067A95221980. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696067A95221980.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  12. ↑ BirdLife International. (2019) [amended version of 2016 assessment]. "Aquila fasciata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T22696076A155464015. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T22696076A155464015.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  13. ↑ BirdLife International. (2016). "Aquila spilogaster". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696084A93543538. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696084A93543538.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
Genera elang, hering dan kerabat mereka
Cathartiformes
incertae sedis
†Teratornithidae
Cathartidae
Accipitriformes sensu stricto
    • Lihat di bawah ↓
Argentavismagnificens.png
Accipitriformes sensu stricto
†Horusornithidae
Pandionidae
Sagittariidae
Accipitridae
incertae sedis
Aegypiinae
Accipitrinae
Aquilinae
†Archaehieraxinae
Buteoninae
Buteonini
Milvini
Circaetinae
Circinae
Elaninae
Gypaetinae
Haliaeetinae
Harpaginae
Harpiinae
Lophospizinae
Melieraxinae
Perninae
Sagittarius serpentarius Accipiter gentilis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan