Kamis, 24 September 2026
08:02 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Hieraaetus

Hieraaetus

genus burung

Hieraaetus
250px-Booted_Eagle_resting_on_the_ground_%2849501804681%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Subfamili: Aquilinae
Genus: Hieraaetus
Kaup, 1844
Artikel takson sembarang

Hieraaetus, kadang-kadang dikenal sebagai elang kecil atau elang-rajawali, adalah genus elang bertubuh kecil yang biasanya ditempatkan di subfamili accipitrid Buteoninae[1] atau Aquilinae.[2] Mereka umumnya burung pemangsa berukuran sedang yang menghuni Eropa, Asia, Afrika, Papua Nugini, dan Australia. Namun, spesies yang baru punah, elang Haast Selandia Baru, adalah elang terbesar yang pernah diketahui, dengan berat mencapai 17 kg (37 lb), dengan lebar sayap 3 m (9,8 kaki).[3]

Taksonomi

Genus Hieraaetus diperkenalkan pada tahun 1844 oleh naturalis Jerman Johann Jakob Kaup dengan elang sepatu sebagai spesies tipenya.[4][5] Nama ini menggabungkan bahasa Yunani Kuno hierax yang berarti "rajawali" dengan aetos yang berarti "elang".[6]

Spesies

Genus ini memiliki lima spesies:[7]

GambarNama ilmiahNama umumSebaran
120px-Aquila_wahlbergi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hieraaetus wahlbergi Elang Wahlberg Afrika
120px-Ayres%27s_Hawk-eagle_flight_mabira_jan06.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHieraaetus ayresiiElang-rajawali AyresAfrika
120px-Booted_Eagle_Hieraaetus_pennatus_by_Dr._Raju_Kasambe_DSCN2245_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHieraaetus pennatusElang setiwelEurasia dan Afrika
120px-Hieraaetus_weiskei_3151415.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hieraaetus weiskei Elang kecil Papua Nugini
120px-Hieraaetus_morphnoides_53256721.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hieraaetus morphnoides Elang ketek Australia

Referensi

  1. Peters, James Lee (1931). Check-list of birds of the world: volume 1. Cambridge, Mass., U.S.A.: Harvard University Press. Digitized copy
  2. Lerner, H. R. L.; Mindell, D. P. (2005). "Phylogeny of eagles, Old World vultures, and other Accipitridae based on nuclear and mitochondrial DNA" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 37 (2): 327–346. Bibcode:2005MolPE..37..327L. doi:10.1016/j.ympev.2005.04.010. PMID 15925523. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-06-06. Diakses tanggal 2008-10-04. proof Diarsipkan 2008-04-11 di Wayback Machine.
  3. Evans, Kate (November 2018). "Return of the Lost Birds". New Zealand Geographic (dalam bahasa Inggris) (154): 30. ISSN 0113-9967.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Kaup, Johann Jakob (1844). Classification der Saugethiere und Vogel (dalam bahasa German). Darmstadt: Carl Wilhelm Leske. hlm. 120.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. Mayr, Ernst; Cottrell, G. William, ed. (1979). Check-List of Birds of the World. Vol. 1 (Edisi 2nd). Cambridge, Massachusetts: Museum of Comparative Zoology. hlm. 383.
  6. Jobling, James A. (2010). The Helm Dictionary of Scientific Bird Names. London: Christopher Helm. hlm. 192. ISBN 978-1-4081-2501-4.
  7. "Hoatzin, New World vultures, Secretarybird, raptors – IOC World Bird List". www.worldbirdnames.org. Diakses tanggal 2023-07-29.
Genera elang, hering dan kerabat mereka
Cathartiformes
incertae sedis
Teratornithidae
Cathartidae
Accipitriformes sensu stricto
    • Lihat di bawah ↓
Argentavismagnificens.png
Accipitriformes sensu stricto
Horusornithidae
Pandionidae
Sagittariidae
Accipitridae
incertae sedis
Aegypiinae
Accipitrinae
Aquilinae
Archaehieraxinae
Buteoninae
Buteonini
Milvini
Circaetinae
Circinae
Elaninae
Gypaetinae
Haliaeetinae
Harpaginae
Harpiinae
Lophospizinae
Melieraxinae
Perninae
Sagittarius serpentarius Accipiter gentilis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan