Senin, 28 September 2026
17:10 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Hamzah al-Fansuri

Hamzah al-Fansuri

seorang ulama, filsuf, dan penyair Sufi dari Aceh, Indonesia, yang hidup pada abad ke-16

Hamzah Fansuri
250px-Lukisan_rekaan_wajah_Syekh_Hamzah_Fansuri_karya_M_Yasir.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan rekaan wajah Syekh Hamzah Fansuri, karya M. Yasir Bancin.
Nisbahal-Fansuri

Hamzah al-Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup pada abad ke-16.[1] A. Teeuw menyebutnya sebagai Sang Pemula Puisi Indonesia,[2] sementara Abdul Hadi W. M. menjulukinya sebagai Bapak Sastra Melayu.[3] Hamzah Fansuri lama berdiam di Aceh. Ia terkenal sebagai penganut aliran wahdatul wujud[1] Dalam sastra Melayu ia dikenal sebagai pencipta genre syair.[1]

Banyak speskulasi mengenai asal-usul Hamzah Fansuri. Sebagian mengatakan dia berasal dari Barus (sekarang berada di provinsi Sumatera Utara), ada juga yang berpendapat ia lahir di Ayutthaya, ibu kota lama kerajaan Siam.[4] Nama 'Fansuri' sendiri berasal dari arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pesisir Barat Tapanuli Tengah, dekat kota bersejarah Barus.[butuh rujukan] Dalam zaman Kerajaan Aceh Darussalam, kampung Fansur itu terkenal sebagai pusat pendidikan Islam di bagian Aceh Selatan.[5]

Sebagaimana asal-usulnya yang masih misteri, makam Hamzah Fansuri pun hingga hari ini tidak bisa dipastikan. Pendapat pertama mengatakan makamnya terletak di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh Selatan; dan pendapat yang lain mengatakan makamnya berada di Desa Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.[5]

Dalam Seminar Hamzah Fansuri yang diadakan oleh Departemen Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata RI pada 2007, Claude Guillot dan Ludvik Kalus mengungkap temuan mengejutkan terkait sebuah nisan di Pemakaman Bab Ma'la di Mekah dengan nama Syaikh Hamzah bin Abdullah al-Fansuri yang wafat pada 9 Rajab 933 hijriah (11 April 1527 masehi).[6] Karena itu kepastian lokasi makam Hamzah Fansuri masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Penyair dan ahli tasawuf Aceh abad ke 17 tersebut mendapat anugerah Bintang Budaya Parama Dharma pada 12 Agustus 2013, yang diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara penganugerahan Bintang Maha Putera dan Tanda Jasa di Istana Negara RI.[5]

250px-Makam_Hamzah_Fansuri.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalan setapak menuju makam Hamzah Fansuri di Ujong Pancu, Peukan Bada, Aceh Besar

Karya -karya

Puisi

Syair Hamzah Fansuri terdiri atas 13-21 bait. Setiap bait terdiri atas empat baris, yang berima a-a-a-a. Pada umumnya jumlah kata tiap baris ada empat, meskipun terdapat pengecualian. Syair Hamzah Fansuri banyak terpengaruh puisi-puisi Arab dan Persia (seperti rubaiyat karya Umar Khayyam), tetapi terdapat perbedaan. Rima rubaiyat adalah a-a-b-a, sedangkan Hamzah Fansuri memakai a-a-a-a.[2]

Dari segi tema setiap syair yang dikarang Hamzah Fansuri membahas salah satu aspek tasawuf yang dianut oleh sang penyair itu.[2]

A Teeuw menyebutkan bahwa Hamzah Fansuri memperkenalkan individualitas, hal yang sebelumnya tidak dikenal dalam sastra Melayu lama. Dia juga memperkenalkan bentuk puisi baru untuk mengekspresikan diri. Inovasi lain adalah pemakaian bahasa yang kreatif. Hamzah Fansuri tidak segan-segan meminjam kata-kata dari bahasa Arab dan Persia dalam puisinya.[2][7]

Daftar Syair

Prosa

  • Asrar al-'Arifin (Rahasia Kaum Arif)
  • Sharab al-Asyikin (Minuman Para Perindu)
  • Kitab Al-Muntahi (Kitab Penghabisan, Kitab Para Pakar)

Catatan akhir

  1. 1 2 3 ""Hamzah Fansuri Digunakan Nama PTKI"". http://diktis.kemenag.go.id/. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-01-31. Diakses tanggal 2023-01-31.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  2. 1 2 3 4 Teeuw, A. (1994). "Hamzah Fansuri, Sang Pemula Puisi Indonesia". Indonesia antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
  3. ↑ Abdul Hadi, W. M. (1995). "Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya". Bandung, Penerbit Mizan.
  4. ↑ Marcinkowski, Muhammad Ismail (2005). From Isfahan to Ayutthaya: Contacts Between Iran and Siam in the 17th Century. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. hlm. 49–53.
  5. 1 2 3 Yudono, Jodhi (2017-05-23). "Hamzah Fansuri, Jasadnya Satu, Makamnya di Mana-mana". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-05-23. Diakses tanggal 2018-06-27.
  6. ↑ Guillot, Claude; Kalus, Ludvik (2007). Batu Nisan Hamzah Fansuri. Diterjemahkan oleh Parasman, Rita. Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-10. Diakses tanggal 2023-08-09.
  7. ↑ Rosalina, Arin Rinda (2023-01-02). "PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QUR'AN DALAM SASTRA MELAYU (KAJIAN HERMENEUTIK TERHADAP KARYA SASTRA HAMZAH FANSURI)". Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam. 19 (2): 196–211. doi:10.15575/al-tsaqafa.v19i2.19212. ISSN 2654-4598. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-11. Diakses tanggal 2023-02-20.

Daftar pustaka

  • Marcinkowski, Muhammad Ismail (2005). From Isfahan to Ayutthaya: Contacts Between Iran and Siam in the 17th Century. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. hlm. 49–53.
  • Teeuw, A. (1994). "Hamzah Fansuri, Sang Pemula Puisi Indonesia". Indonesia antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Yudono, Jodhi (2017-05-23). Yudono, Jodhi (ed.). "Hamzah Fansuri, Jasadnya Satu...Makamnya di Mana-mana". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-05-23. Diakses tanggal 2018-06-27.

Pranala luar

Ulama Aceh
Abad ke-12
Abad ke-13 M
Abad ke-14 M
Abad ke-15 M
Abad ke-16 M
Abad ke-17 M
Abad ke-18 M
Abad ke-19 M
Muhammad Khatib Langgien  • Ismail al-Asyi  • Teungku Chik Tanoh Abee  • Teungku Chik Pante Kulu  • Teungku Chik di Tiro  • Teungku Chik Kuta Karang  • Teungku Chik Pante Geulima  • Sayid Muhammad Yasin  • Sayid Abdurrani Teungku Putik  • Teungku Muhammad Irsyad Ie Leubeu  • Teungku Fakinah  • Syekh Abdussalam Tiro  • Syekh Yusuf bin Ismail al-Fidiri  • Syekh Abdussamad al-Batuwiy  • Syekh Mas'ud bin Abdul Hadi Busu  • Syekh Muhammad Marhaban al-Asyi  • Syekh Abdullah al-Mishr  • Syekh Abdurrahman al-Jawi  • Syekh Abdullah bin Ibrahim Lambaro  • Teungku Chik Dirundeng  • Teungku Chik Dayah Cut  • Teungku Muhammad Amin di Tiro  • Teungku Chik Lamjabat  • Teungku Chik Cot Keupeung  • Teungku Chik Lam Baro  • Teungku Chik Lam Nyong  • Datu Muhammad Lam Krak  • Teungku Chik Lam Pucok  • Teungku Chik di Lam U  • Teungku Chik di Rumpet  • Teungku Chik Pante Ya'kub  • Teungku Chik Leung Keubu  • Teungku Chik Kuta Glee  • Teungku Chik Lampaloh  • Teungku Chik Lam Seunong  • Teungku Chik Indrapuri  • Teungku Chik di Lam Bhuk  • Teungku Chik Lam Lhom  • Teungku Chik Rangkang Manjang  • Teungku Chik Ulee U  • Teungku Geulumpang Minyeuk  • Teungku Teupin Raja  • Teungku Muhammad Saleh Lampoh Raya  • Teungku Haji Cut Maheng  • Teungku Chik di Mata Ie  • Teungku Chik di Cot Plieng  • Teungku di Barat  • Teungku di Cantek  • Habib Gigieng  • Teungku Maat Tiro  • Said Abdurrahman Terbangan  • Habib Mustafa Tapaktuan  • Haji Yahya Peukan Manggeng  • Said Rajab  • Teungku Chik Umar Diyan  • Teungku Chik Muhammad Arsyad Diyan  • Teungku Hasballah Meunasah Kumbang  • Teungku Chik Ahmad Buengcala  • Teungku Chik Abbas Lambirah  • Teungku Chik Jeurela  • Teungku Chik Muhammad Lambirah  • Teungku di Cucum  • Teungku Di Meulek  • Syekh Jamaluddin bin Abdullah al-Asyi  • Syekh Ismail bin Abdulmuthalib al-Asyi  • Teungku Faki  • Teungku Di Leupue
Abad ke-20 M
Teungku Peukan  • Abdussalam Meuraksa  • Muhammad Al-Kalali  • Abuya Muda Waly  • Abu Syekh Mud  • Ali Hasjmy  • Abu Bakar Aceh  • Teungku Hasan Krueng Kale  • Daud Beureu'eh  • Abu Ibrahim Woyla  • Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy  • Habib Seunagan  • Teungku Abdullah Tanjong Bungong  • Abdullah Ujong Rimba  • Teungku Ahmad Dewi  • Muhammad Syam Marfaly  • Teungku Haji Abdullah Hanafie  • Teungku Abdullah Husin  • Abdul Hamid Samalanga  • Teungku Abdul Jalil Cot Plieng  • Abdul Wahab Seulimeum  • Abdullah Meuraxa  • Abdurrahman Meunasah Meucap  • Ahmad Hasballah Indrapuri  • Ibrahim Ayahanda  • Ismuha  • Muhammad Abduh Syam  • Muhammad Saleh Aneuk Galong  • Tuanku Raja Keumala  • Teungku Syekh Peusangan  • Abdul Aziz Samalanga  • Abdul Manaf el Zamzami  • Amir Husin Almujahid  • Araby Ahmad  • Din Affandy  • Ibrahim Ishak  • Ismail Yakub  • Jaafar Hanafiah  • Jakfar Siddiq Lamjabat  • Mahmud Usman Simpang Ulim  • Mohd. Ali Djadun  • Muhammad Ali Irsyad  • Muhammad Ali Tanoh Abee  • Muhammad Nur Haiyi  • Muhammad Yusuf Kruet Lintang  • Osman Raliby  • Umar Taher  • Usman Maqam  • Teungku Abdullah Arif  • Abu Lam U  • M. Abubakar Bangkit  • Ahmad Daudy  • A. R. Hasyim  • Ibrahim Husein  • Ghazali Aman  • Mahijddin Jusuf  • Mahdi Muhammad  • Manaf Meuraxa  • M. Sahim Hasjmy  • T. A. Lathief Rousydy  • Syihabuddin Syah  • Ya'qub Ali  • M. Nur El Ibrahimy  • Usman Lampoh Awe  • Yahya Baden Peudada  • Ahmad Damanhuri Takengon  • Usman Aziz  • Teungku Haji Makam Gampong Blang  • Teungku Muhammad Lampisang  • Muhammad Saleh Lambhuk  • Teungku Haji Hamzah Ateuh  • Muhammad Daud Ulee Lheue  • Syekh Marhaban Kruengkalee  • Sulaiman Mahmud Uleekareng  • Hasballah Pase  • Jalaluddin Amin Sungai Limpah  • Zakaria Teupin Raya  • Usman Gigieng  • Muhammad Amin Jumpoh  • Umar Meureudu  • Muhammad Amin Alue  • Muhammad Saleh Iboih  • Teungku Haji Trienggadeng  • Ahmad Isa Peudada  • Abu Jailani Peudada  • Ja'far Siddiq Kutacane  • Yusuf Alami Bakongan  • Adnan Mahmud  • Muhammad Isa Peudada  • Abu Bakar Sabil  • Usman Fauzi Cot Iri  • Qamaruddin Teunom  • Syekh Ahmad Blang Nibong  • Syekh Abbas Parembeu  • Syekh Muhammad Daud Gayo  • Syekh Ahmad Lam Lawi  • Amin Umar Panton Labu  • Usman Basyah Langsa  • Karimuddin Alue Bilie  • Basyah Kamal Lhong  • Muhammad Cot Klat  • Abu Ahmad Perti  • Jamaluddin Teupin Punti  • Yusuf Peureulak  • Ibrahim Ahmad Cot Cibrek  • Idris Lamreung  • Ishak Iboih  • Ishaq Lambaro Kaphee  • Ahmad Pante  • Abdul Rasyid Samlako  • Hasan Keubok  • Abdul Jalil Bayu  • Sulaiman Lhoksukon  • Ja'far Lailon  • Jailani Musa  • Muhammad Bilal Yatim  • Imam Syamsuddin Sangkalan  • Abdul Hamid Kamal  • Muhammad Arsyad Lamno  • Abdul Ghafar Lhoknga  • Salim Mahmud Samadua  • Teungku Aidarus  • Abuya Syekh Muhammad Rasyid Alamy  • Abu Seuriget  • Muhammad Amin Panton Labu  • Al Yasa' Abubakar  • Azman Ismail  • Daniel Djuned  • Ainal Mardhiah Ali  • Hasan Ibrahim
Abad ke-21 M
Abu Tu Min  • Abu Mudi  • Abu Daud Zamzami  • Amran Waly  • Muhibuddin Waly  • Mawardi Waly  • Muslim Ibrahim  • Safwan Idris  • Abu Kuta Krueng  • Tu Sop  • Waled Nu  • Waled Marhaban Adnan  • Abu Panton  • Abu Paya Pasi  • Faisal Ali  • Abi Matang Keh  • Waled Sirajuddin Hanafi  • Abiya Anwar Kuta Krueng  • Abu Lamkawe  • Abu Paloh Gadeng  • Muhammad Sufi Ibrahim  • Abi Peureupok  • Abi Daud Hasbi  • Abu Madinah  • Abu Blang Jruen  • Muhammad Ja'far Sulaiman  • Ayah Cot Trueng  • Abu Yazid Al-Yusufi  • Abah Sarah Teubee  • Aba Asnawi Ramli  • Abu Min Keumala  • Abati Ramli Babah Buloh  • Abi Hasballah Keutapang  • Abati Jungka Gajah  • Abu Keude Dua  • Abu Jakfar Lhoknibong  • Abu Lah Kruet Lintang  • Ayah Leuge  • Abu Keunire  • Waled Azhar  • Tu Bulqaini Tanjongan  • Muslem Qamaruddin  • Abdurrahman Badar  • Abi Bate Korong  • Fauzi Abu Bakar  • Abi Razali  • Syech Muhajir Usman  • Mahmuddin Usman  • Abi Hanafiah Sinabang  • Basarinur  • Mansur Subulussalam  • Muslim At-Thahiri  • Abi Lampisang  • Abu Ulee Titi  • Abi Hasbi Al Bayuni  • Waled Husaini  • Abi Hidayat Muhibbudin Wali  • Abu Badawi  • Waled Bukhari Husni  • Abu Julok  • Aba Nisam  • Aba Buket Kawat  • Abon Jamal Gaseh Sayang  • Abi Peulalu  • Waled Kama  • Muksalmina A. Wahab  • Abu Mekkah  • Waled Munir  • Abu di Rubee  • Baba Baihaqi  • Abuya Bukhari Aceh Tenggara  • Abu Yunus Aceh Tengah  • Abon Sofyan Arongan  • Abuya Mustafa Habli  • Abu Habib Qudrat  • Waled Lapang  • Muhammad Qudusi Syam Marfaly  • Jamaluddin Waly  • Muhammad Nasir Wali  • Ruslan Wali  • Halimah binti Muhammad Wali  • Abu Lueng Angen
Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan