Rabu, 07 Oktober 2026
01:27 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Amran Waly

Pendiri Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf

Bagikan:

Amran Waly atau nama dan gelar lengkapnya Abuya Syekh Haji Amran Waly al-Khalidy (lahir 21 Agustus 1947) adalah mantan politikus dan ulama sufi asal Aceh Selatan. Ia secara resmi di kukuhkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf Sebagai Wali Agama Aceh[1] dan Qadhi Malikul 'Adil (Mufti Agung) sejak tanggal 24 Oktober 2025. Sebelumnya Pemerintah Aceh melalui Wali Nanggro Aceh serta Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Zuriat Kesultanan Aceh Darussalam telah memberikan penganugerahan gelar secara adat pada tanggal 27 Oktober 2024.[2] Ia lahir dari ayah yang bernama Abuya Muda Waly dan ibu yang bernama Hajjah Raudhatinnur. Ayahnya adalah salah satu ulama besar Aceh dan ibunya adalah salah satu keturunan Ulee Balang di Labuhan Haji.[3]

Pendidikan

Meskipun ayahnya adalah seorang ulama besar dan memiliki dayah dengan tingkat pendidikan yang cukup lengkap, Amran tidak hanya menuntut ilmu di dayah milik orang tuanya tersebut namun ia juga menempuh pendidikan umum. Pendidikan dasar ia tempuh di Sekolah Rakyat kemudian dilanjutkan dengan Tsanawiyah dan Aliyah, semua sekolah itu berlokasi di Labuhan Haji.

Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat Aliyah, ia kemudian melanjutkan ke IAIN Ar-Araniry di Darussalam, Banda Aceh selama dua tahun karena tidak puas dengan sistem pelajaran di situ. Ia merasa pelajaran yang didapatkannya hanya berupa perulangan dari pelajaran yang pernah ia dapatkan di Dayah Darussalam. Setelah keluar dari IAIN Ar-Araniry akhirnya ia pindah ke IAIN Imam Bonjol di Sumatera Barat tetapi ia juga merasa tidak betah dan kemudian mencoba kuliah di Kelantan College Islam Nilam Puri, Kelantan, Malaysia. Karena merasa belum cukup puas, akhirnya ia kembali ke Aceh dan masuk kembali ke Fakultas Ushuluddin, IAIN Ar-Araniry. Namun di sini ia juga tidak menempuh pendidikannya hingga tamat karena ada berbagai perdebatan panjang dengan gurunya sehingga ia harus meninggalkan bangku kuliah.[3]

Tidak hanya menempuh pendidikan formal di sekolah umum, Abuya Amran Waly juga belajar di beberapa dayah yang ada di Aceh dan Sumatera Barat. Pada awalnya, ia belajar di Dayah Darussalam yang dipimpin oleh ayahnya. Ketika ia melanjutkan pendidikannya di Banda Aceh, ia melanjutkan pelajaran agamanya di Dayah Ateuk Anggok di bawah pimpinan Abu Daud Zamzami yang juga merupakan murid dari Abuya Muda Waly. Ia belajar di Dayah Ateuk Anggok ini selama empat bulan untuk kemudian pindah ke Padang Panjang, Sumatera Barat dan bergabung di Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).

Hubungan dengan Tarikat Naqsyabandiah

Abuya Amran Waly adalah salah satu mursyid Tariqat Naqsyabandiah yang berasal dari Aceh Selatan. Ia pertama sekali dibaiat sebagai pengikut tarikat oleh ayahnya yang bernama Abuya Muda Waly.

Pada perkembangan selanjutnya, ia mendalami ilmu tasawuf di bawah bimbingan Syekh Zakaria Labai Sati dan syekh Aidarus bin abdul ghani alkampari mengangkat abuya amran waly sebagai mursyid thariqat naqsabandyah dari jalur ayah nya abuya muda waly.[3]

Silsilah thariqat naqsabandy dan kemursyidan nya nya sampai kepada syekh Abdul Ghany memberikan kepada Abuya muda waly memberikan kepada Abuya Aidarus memberikan kepada Abuya Amran Waly .

Karier

Politik

Karier politik Abuya Amran Waly adalah menjadi salah satu anggota DPRD Aceh Selatan pada periode 1982-1987 dari Golongan Karya (Golkar). Ia menjadi anggota DPRD hanya untuk satu periode saja dan kemudian menginggalkannya dengan alasan ingin lebih fokus mengembangkan dayah yang didirikannya.

Bergabungnya Abuya Amran Waly ke Golkar tidaklah terjadi secara tiba-tiba. Namun disebabkan karena TARBIYAH (pecahan PERTI) saat orde baru berafiliasi politik melalui Golkar.

Pendidikan

Ketika Abuya Amran Waly belajar di Padang Panjang, ia tidak hanya menjadi murid tetapi juga ikut mengajar di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI).

Pada tahun 1972, ia diminta untuk memimpin Dayah Darussalam yang telah ditinggalkan oleh Abuya Muda Waly. Ia menjadi pimpinan dayah tersebut selama 10 tahun hingga tahun 1982. Selepas dari memimpin Dayah Darussalam, ia mendirikan sebuah dayah sendiri yang dinamakan Dayah Darul Ihsan yang terletak tidak jauh dari Dayah Darussalam. Walaupun begitu, ia juga tetap mengajar di Dayah Darussalam yang menjadi peninggalan orang tuanya.

Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT)

Setelah beberapa lama membina Dayah Darul Ihsan, Abuya Amran Waly kemudian mendirikan majelis zikir yang diberi nama Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf yang disingkat dengan MPTT. MPTT resmi berdiri secara hukum pada tahun 2004 di depan notaris, tetapi ajarannya sendiri sudah mulai diajarkan sejak tahun 1998 di Dayah Darul Ihsan, Aceh Selatan.[4]

Referensi

  1. ↑ Jatman, Online (2025-10-24). "Gubernur Aceh Secara Resmi Mengukuhkan Abuya Syaikh H Amran Waly al-khalidy Sebagai Wali Agama Aceh". Jatman.or.id. Diakses tanggal 2025-10-24.
  2. ↑ "Abuya Syekh H Amran Waly Terima Penghargaan dari Wali Nanggroe dan KPA Sebagai Wali Agama Aceh". Serambinews.com. Diakses tanggal 2025-01-13.
  3. 1 2 3 As, Nab Bahany, author. Ensiklopedi ulama besar Aceh. ISBN 978-602-9063-00-4. OCLC 967457836.{{cite book}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ "MAJELIS PENGKAJIAN TAUHID TASAWUF (MPTT) DAN AKTUALISASI KETAUHIDAN" (PDF). Respository UIN ar-Raniry. Desember 2020. Diakses tanggal 8 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ulama Aceh
Abad ke-12
Abad ke-13 M
Abad ke-14 M
Abad ke-15 M
Abad ke-16 M
Abad ke-17 M
Abad ke-18 M
Abad ke-19 M
Muhammad Khatib Langgien  • Ismail al-Asyi  • Teungku Chik Tanoh Abee  • Teungku Chik Pante Kulu  • Teungku Chik di Tiro  • Teungku Chik Kuta Karang  • Teungku Chik Pante Geulima  • Sayid Muhammad Yasin  • Sayid Abdurrani Teungku Putik  • Teungku Muhammad Irsyad Ie Leubeu  • Teungku Fakinah  • Syekh Abdussalam Tiro  • Syekh Yusuf bin Ismail al-Fidiri  • Syekh Abdussamad al-Batuwiy  • Syekh Mas'ud bin Abdul Hadi Busu  • Syekh Muhammad Marhaban al-Asyi  • Syekh Abdullah al-Mishr  • Syekh Abdurrahman al-Jawi  • Syekh Abdullah bin Ibrahim Lambaro  • Teungku Chik Dirundeng  • Teungku Chik Dayah Cut  • Teungku Muhammad Amin di Tiro  • Teungku Chik Lamjabat  • Teungku Chik Cot Keupeung  • Teungku Chik Lam Baro  • Teungku Chik Lam Nyong  • Datu Muhammad Lam Krak  • Teungku Chik Lam Pucok  • Teungku Chik di Lam U  • Teungku Chik di Rumpet  • Teungku Chik Pante Ya'kub  • Teungku Chik Leung Keubu  • Teungku Chik Kuta Glee  • Teungku Chik Lampaloh  • Teungku Chik Lam Seunong  • Teungku Chik Indrapuri  • Teungku Chik di Lam Bhuk  • Teungku Chik Lam Lhom  • Teungku Chik Rangkang Manjang  • Teungku Chik Ulee U  • Teungku Geulumpang Minyeuk  • Teungku Teupin Raja  • Teungku Muhammad Saleh Lampoh Raya  • Teungku Haji Cut Maheng  • Teungku Chik di Mata Ie  • Teungku Chik di Cot Plieng  • Teungku di Barat  • Teungku di Cantek  • Habib Gigieng  • Teungku Maat Tiro  • Said Abdurrahman Terbangan  • Habib Mustafa Tapaktuan  • Haji Yahya Peukan Manggeng  • Said Rajab  • Teungku Chik Umar Diyan  • Teungku Chik Muhammad Arsyad Diyan  • Teungku Hasballah Meunasah Kumbang  • Teungku Chik Ahmad Buengcala  • Teungku Chik Abbas Lambirah  • Teungku Chik Jeurela  • Teungku Chik Muhammad Lambirah  • Teungku di Cucum  • Teungku Di Meulek  • Syekh Jamaluddin bin Abdullah al-Asyi  • Syekh Ismail bin Abdulmuthalib al-Asyi  • Teungku Faki  • Teungku Di Leupue
Abad ke-20 M
Teungku Peukan  • Abdussalam Meuraksa  • Muhammad Al-Kalali  • Abuya Muda Waly  • Abu Syekh Mud  • Ali Hasjmy  • Abu Bakar Aceh  • Teungku Hasan Krueng Kale  • Daud Beureu'eh  • Abu Ibrahim Woyla  • Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy  • Habib Seunagan  • Teungku Abdullah Tanjong Bungong  • Abdullah Ujong Rimba  • Teungku Ahmad Dewi  • Muhammad Syam Marfaly  • Teungku Haji Abdullah Hanafie  • Teungku Abdullah Husin  • Abdul Hamid Samalanga  • Teungku Abdul Jalil Cot Plieng  • Abdul Wahab Seulimeum  • Abdullah Meuraxa  • Abdurrahman Meunasah Meucap  • Ahmad Hasballah Indrapuri  • Ibrahim Ayahanda  • Ismuha  • Muhammad Abduh Syam  • Muhammad Saleh Aneuk Galong  • Tuanku Raja Keumala  • Teungku Syekh Peusangan  • Abdul Aziz Samalanga  • Abdul Manaf el Zamzami  • Amir Husin Almujahid  • Araby Ahmad  • Din Affandy  • Ibrahim Ishak  • Ismail Yakub  • Jaafar Hanafiah  • Jakfar Siddiq Lamjabat  • Mahmud Usman Simpang Ulim  • Mohd. Ali Djadun  • Muhammad Ali Irsyad  • Muhammad Ali Tanoh Abee  • Muhammad Nur Haiyi  • Muhammad Yusuf Kruet Lintang  • Osman Raliby  • Umar Taher  • Usman Maqam  • Teungku Abdullah Arif  • Abu Lam U  • M. Abubakar Bangkit  • Ahmad Daudy  • A. R. Hasyim  • Ibrahim Husein  • Ghazali Aman  • Mahijddin Jusuf  • Mahdi Muhammad  • Manaf Meuraxa  • M. Sahim Hasjmy  • T. A. Lathief Rousydy  • Syihabuddin Syah  • Ya'qub Ali  • M. Nur El Ibrahimy  • Usman Lampoh Awe  • Yahya Baden Peudada  • Ahmad Damanhuri Takengon  • Usman Aziz  • Teungku Haji Makam Gampong Blang  • Teungku Muhammad Lampisang  • Muhammad Saleh Lambhuk  • Teungku Haji Hamzah Ateuh  • Muhammad Daud Ulee Lheue  • Syekh Marhaban Kruengkalee  • Sulaiman Mahmud Uleekareng  • Hasballah Pase  • Jalaluddin Amin Sungai Limpah  • Zakaria Teupin Raya  • Usman Gigieng  • Muhammad Amin Jumpoh  • Umar Meureudu  • Muhammad Amin Alue  • Muhammad Saleh Iboih  • Teungku Haji Trienggadeng  • Ahmad Isa Peudada  • Abu Jailani Peudada  • Ja'far Siddiq Kutacane  • Yusuf Alami Bakongan  • Adnan Mahmud  • Muhammad Isa Peudada  • Abu Bakar Sabil  • Usman Fauzi Cot Iri  • Qamaruddin Teunom  • Syekh Ahmad Blang Nibong  • Syekh Abbas Parembeu  • Syekh Muhammad Daud Gayo  • Syekh Ahmad Lam Lawi  • Amin Umar Panton Labu  • Usman Basyah Langsa  • Karimuddin Alue Bilie  • Basyah Kamal Lhong  • Muhammad Cot Klat  • Abu Ahmad Perti  • Jamaluddin Teupin Punti  • Yusuf Peureulak  • Ibrahim Ahmad Cot Cibrek  • Idris Lamreung  • Ishak Iboih  • Ishaq Lambaro Kaphee  • Ahmad Pante  • Abdul Rasyid Samlako  • Hasan Keubok  • Abdul Jalil Bayu  • Sulaiman Lhoksukon  • Ja'far Lailon  • Jailani Musa  • Muhammad Bilal Yatim  • Imam Syamsuddin Sangkalan  • Abdul Hamid Kamal  • Muhammad Arsyad Lamno  • Abdul Ghafar Lhoknga  • Salim Mahmud Samadua  • Teungku Aidarus  • Abuya Syekh Muhammad Rasyid Alamy  • Abu Seuriget  • Muhammad Amin Panton Labu  • Al Yasa' Abubakar  • Azman Ismail  • Daniel Djuned  • Ainal Mardhiah Ali  • Hasan Ibrahim
Abad ke-21 M
Abu Tu Min  • Abu Mudi  • Abu Daud Zamzami  • Amran Waly  • Muhibuddin Waly  • Mawardi Waly  • Muslim Ibrahim  • Safwan Idris  • Abu Kuta Krueng  • Tu Sop  • Waled Nu  • Waled Marhaban Adnan  • Abu Panton  • Abu Paya Pasi  • Faisal Ali  • Abi Matang Keh  • Waled Sirajuddin Hanafi  • Abiya Anwar Kuta Krueng  • Abu Lamkawe  • Abu Paloh Gadeng  • Muhammad Sufi Ibrahim  • Abi Peureupok  • Abi Daud Hasbi  • Abu Madinah  • Abu Blang Jruen  • Muhammad Ja'far Sulaiman  • Ayah Cot Trueng  • Abu Yazid Al-Yusufi  • Abah Sarah Teubee  • Aba Asnawi Ramli  • Abu Min Keumala  • Abati Ramli Babah Buloh  • Abi Hasballah Keutapang  • Abati Jungka Gajah  • Abu Keude Dua  • Abu Jakfar Lhoknibong  • Abu Lah Kruet Lintang  • Ayah Leuge  • Abu Keunire  • Waled Azhar  • Tu Bulqaini Tanjongan  • Muslem Qamaruddin  • Abdurrahman Badar  • Abi Bate Korong  • Fauzi Abu Bakar  • Abi Razali  • Syech Muhajir Usman  • Mahmuddin Usman  • Abi Hanafiah Sinabang  • Basarinur  • Mansur Subulussalam  • Muslim At-Thahiri  • Abi Lampisang  • Abu Ulee Titi  • Abi Hasbi Al Bayuni  • Waled Husaini  • Abi Hidayat Muhibbudin Wali  • Abu Badawi  • Waled Bukhari Husni  • Abu Julok  • Aba Nisam  • Aba Buket Kawat  • Abon Jamal Gaseh Sayang  • Abi Peulalu  • Waled Kama  • Muksalmina A. Wahab  • Abu Mekkah  • Waled Munir  • Abu di Rubee  • Baba Baihaqi  • Abuya Bukhari Aceh Tenggara  • Abu Yunus Aceh Tengah  • Abon Sofyan Arongan  • Abuya Mustafa Habli  • Abu Habib Qudrat  • Waled Lapang  • Muhammad Qudusi Syam Marfaly  • Jamaluddin Waly  • Muhammad Nasir Wali  • Ruslan Wali  • Halimah binti Muhammad Wali  • Abu Lueng Angen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan