Minggu, 11 Oktober 2026
23:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Muhammad Zain al-Asyi

Bagikan:

Muhammad Zain al-Asyi adalah salah satu ulama besar asal Aceh yang hidup pada pertengahan abad ke-18. Muhammad Zain al-Asyi sempat menjabat sebagai Qadhi Malik al-Adil pada masa pemerintahan kesultanan Aceh Darussalam oleh Sultan Mahmud Syah. Sementara dalam bidang sastra, Muhammad Zain al-Asyi menyumbangkan pemikirannya terkait ilmu tauhid melalui bukunya yang berjudul Kitab Bidayatul Hidayah. kitab tersebut ditulis dalam bahasa Melayu/Jawi tua yang masih beredar di pasaran hingga masa kini.

Muhammad Zain al-Asyi mendapat pendidikan dasar dari ayahnya, yaitu seorang ulama besar Aceh yang bernama Fakih Jalaluddin bin Syeikh Kamaluddin Tursany al-Asyi. lalu beliau melanjutkan pendidikannya melalui ulama-ulama hebat di Haramain dan Mesir, seperti Syeikh Abdul Ghani bin al-'Alim Muhammad hilal dan Syeikh Ahmad al-Farsi.[1]

Referensi

  1. ↑ Syahwaludin, Syahwaludin; Dagorha, Noordin Abdullah (2017). "Peran Syeikh Muhammad Zain Al-Asyi Dalam Perkembangan Islam Di Nusantara Abad 18 M". Al-HIKMAH Journal (dalam bahasa Inggris). 7 (13): 113–123. ISSN 3057-1413.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan