Minggu, 27 September 2026
13:42 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Halte Mlati

Halte Mlati

halte kereta api di Indonesia

Halte Mlati
Mlati
330px-Halte_Mlati.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Mlati yang kini menjadi pos polisi di samping Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati.
Lokasi
Koordinat 7°43′59″S 110°21′55″E / 7.73306°S 110.36528°E / -7.73306; 110.36528
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani agen[3]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1898;128 tahun lalu (1898-07-01)
Ditutup5 Maret 1975;51 tahun lalu (1975-03-05)
Nama sebelumnyaHalte Melattie/Djombor
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.7330555555556,110.36527777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Mlati&revid=29719272&groups=_ff85d9ad970470c0af896dc81726012bb6e0e60a&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Halte Mlati (MLI) adalah halte kereta api nonaktif yang terletak di Sendangadi, Mlati, Sleman. Halte ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta.

Halte ini dahulu dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Yogyakarta–Magelang oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1898.[4] Pada tanggal 15 November 1921, status Mlati yang awalnya merupakan perhentian (stopplaats), ditingkatkan menjadi halte (stasiun kecil).[5] Namun, per pendataan 1982, status Mlati kembali diturunkan menjadi perhentian dilayani agen.[3]

Namun jalur dan semua stasiun di lintas ini dinonaktifkan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975.[6][7] Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.[8]

Sisa-sisa bekas halte KA masih dibuktikan dengan alat bekas penghubung telegraf di gunungan sisi utara pos polisi. Pada sisi bangunan masih terdapat pelat "Ruang Tunggu". Keberadaan halte ini mungkin didesain guna menghubungkan dengan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati. Memang tidak ada petunjuk mengenai itu, tetapi melihat bentuknya, sangat mungkin jika orang-orang Belanda pada waktu itu menggunakan KA menuju gereja untuk beribadah.[9]

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. 1 2 Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2020-07-15.
  4. ↑ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  5. ↑ "Nederlandsch-Indische Spoorweg-Mij". De Locomotief. 1921-12-13.
  6. ↑ "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-05. Diakses tanggal 2018-10-18.
  7. ↑ "Lahar, Lindu, Longsor, dan Lainnya Itu..." Tempo. 5: 45–48.
  8. ↑ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  9. ↑ "Menelusuri Jejak Jalur KA Yogya-Magelang - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-04. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-05. Diakses tanggal 2018-10-20.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Beran
menuju Secang
Secang–Yogyakarta Kutu
menuju Yogyakarta


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Yogyakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan