Kamis, 01 Oktober 2026
12:15 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Gua Tabon

Gua Tabon

gua yang berlokasi di Quezon, Palawan, Filipina

Bagikan:
Gua Tabon
Mga Yungib ng Tabon
250px-TabonCaves.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gua Tabon
Gua Tabon
Lokasi di Filipina
Nama alternatifKompleks Gua Tabon
LokasiQuezon, Palawan, Filipina
Koordinat9°16′48″N 117°58′53″E / 9.279882°N 117.9814°E / 9.279882; 117.9814
PengelolaMuseum Nasional Filipina

Kompleks Gua Tabon adalah kompleks gua yang terletak di Lipuun Point, di utara kotamadya Quezon, di bagian barat daya Provinsi Palawan di Pulau Palawan, Filipina. Kawasan ini merupakan bagian dari Suaka Alam Lipuun, yang dilindungi oleh pemerintah Filipina sebagai daerah reservasi guna melindungi gua dan daerah sekitarnya dari pembalakan hutan dan untuk melestarikan peninggalan kebudayaan yang ada di sana.[1]

Penemuan arkeologi

250px-Manunggul_Jar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guci kubur Manunggul

Gua-gua itu diteliti oleh Dr. Robert B. Fox dan tim dari Museum Nasional Filipina antara tahun 1962 dan 1966.[1] Penemuan yang paling terkenal adalah kerangka Manusia Tabon, yang merupakan sisa-fosil manusia purba tertua yang telah ditemukan di Filipina.[2] Tim tersebut juga menemukan lebih dari 1.500 guci kubur. Salah satunya adalah Guci Manunggul, yang juga ditetapkan sebagai Pusaka Budaya Nasional. Temuan lain meliputi gerabah, ornamen batu giok dan perhiasan, banyak peralatan batu, tulang hewan, dan fosil manusia yang berasal dari 47.000 tahun yang lalu, fosil manusia tertua yang ditemukan di Filipina.[3]

Dalam beberapa tahun terakhir, verifikasi fakta dan analisis lebih lanjut terhadap sampel yang telah dikumpulkan telah membuka pemahaman yang lebih luas tentang situs ini secara keseluruhan. Teknik penanggalan radioisotop menunjukkan jika kawasan ini dihuni pada periode antara 30.000 hingga 9.000 tahun yang lalu. Sisa-sisa manusia beserta serpihan batu, palu, dan alat-alat batu lainnya menunjukkan bahwa gua itu mungkin digunakan sebagai bengkel.[4] Fragmen tulang yang ditemukan di gua diperkirakan berasal dari periode Pleistosen akhir hingga Holosen awal.[4]

Diperkirakan, sekitar 25% kawasan situs arkeologi di kompleks gua telah digali.[1]

Liontin Garuda Gua Tabon

250px-Image_of_golden_Garuda_of_Palawan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar liontin Garuda emas yang ditemukan di gua di Palawan.

Sebuah liontin emas bergambar Garuda ditemukan di gua Tabon. Penemuan artefak Hindu yang rumit dan terbuat dari emas dikaitkan dengan yang ditemukan dari situs arkeologi Óc Eo di Distrik Thoại Sơn di selatan Provinsi An Giang di kawasan Delta Sungai Mekong, Vietnam.[5]

Penggunaan gua

Menurut perkiraan, gua ini digunakan sebagai tempat tinggal dan pabrik peralatan batu. Menurut sebuah video oleh Dr. Fox, periode penguburan guci dimulai dari 3000 tahun yang lalu dan berlangsung hingga 1500 tahun yang lalu. Ini menjadi bukti bahwa daerah tersebut dihuni oleh orang-orang berkebudayaan Sa Huynh.[6]

Orang-orang Sa Huynh menghiasi jenazah orang-orang mereka dengan batu akik, dan manik-manik kaca dari India dan Persia.[6]

Orang-orang Sa Huyhn yang bermigrasi ke Vietnam diakui oleh sebagian besar ilmuwan sebagai leluhur orang Champa.[6]

Temuan lainnya

Di gua Tabon, gua terbesar di kompleks ini, para peneliti menemukan artefak yang menunjukkan perdagangan dengan Tiongkok pada masa dinasti Song dan dinasti Yuan.[7]

Galeri

  • Dermaga dan pintu masuk kompleks gua
    Dermaga dan pintu masuk kompleks gua
  • Salah satu ruangan besar di situs Gua Tabon
    Salah satu ruangan besar di situs Gua Tabon
  • Pekerjaan rehabilitasi di Gua Tabon
    Pekerjaan rehabilitasi di Gua Tabon
  • Pemandangan situs di Lipuun Point, Quezon, Palawan
    Pemandangan situs di Lipuun Point, Quezon, Palawan

Referensi

  1. 1 2 3 "NM Tabon Caves Site Museum". National Museum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-21. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Scott 1984, hlm. 14; Zaide 1999, hlm. 35, mengutip Jocano 1975, hlm. 64 harvnb error: tanpa target: CITEREFJocano1975 (bantuan).
  3. ↑ "The Tabon Cave Complex and all of Lipuun". UNESCO World Heritage Centre. 16 Mei 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-10. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Dizon, Eusebio; Détroit, Florent; Sémah, François; Falguères, Christophe; Hameau, Sébastien; Ronquillo, Wilfredo; Cabanis, Emmanuel (Oktober 2014). "Notes on the Morphology and Age of the Tabon Cave Fossil Homo sapiens". Current Anthropology. 43 (4). The University of Chicago Press: 660–666. doi:10.1086/342432. JSTOR 10.1086/342432.
  5. ↑ Anna T. N. Bennett (2009), "Gold in early Southeast Asia" Diarsipkan 2015-05-14 di Wayback Machine., ArcheoSciences, Volume 33, pp 99-107
  6. 1 2 3 "The Cham: Descendants of Ancient Rulers of South China Sea Watch Maritime Dispute From Sidelines". National Geographic. 18 Juni 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "The Tabon Cave Complex and all of Lipuun". UNESCO World Heritage Centre. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-10. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tabon Caves.
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Asia Tenggara
peta Asia Tenggara
Prasejarah Asia Tenggara
Kerajaan-kerajaan yang terindiakan dan yang bercorak agama Buddha
Pudarnya pengaruh Hindu-Buddha dan perdagangan laut
Kolonialisme Eropa
Perang Dunia II dan dekolonisasi
Perang Dingin
Asia Tenggara dewasa ini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan