Sabtu, 17 Oktober 2026
13:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kerajaan Butuan

Kerajaan Butuan

Bekas negara yang berpusat di pulau Mindanao

Bagikan:
Butuan Kuno
But'ban [1]
sebelum 989–1521
Ibu kotaKota Butuan
Bahasa umumButuanon,[2] Melayu Kuno
Agama Hindu, Buddha dan animisme
PemerintahanMonarki
Sejarah 
• Didirikan
sebelum 989
• Referensi historis pertama
1001
• Bergabung dengan Spanyol
1521
• Dikuasai oleh Spanyol
1521
Mata uangPiloncitos[3]
Didahului olehDigantikan oleh
Filipina prasejarah
Negara barangay
Spanyol Baru
Hindia Timur Spanyol
Sekarang bagian dariFilipina
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Filipina
Philippine_History_Collage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Garis waktu

Kerajaan Butuan (bahasa Tagalog:Kaharian ng Butuan; bahasa Butuanon: Gingharian hong Butuan; bahasa Cebu:Gingharian sa Butuan; Hanzi:蒲端國, Púduānguó) adalah sebuah kerajaan prakolonial Filipina yang berpusat di utara Mindanao di Butuan, selatan Filipina. Kerajaan ini terkenal akan pertambangan emas, dan jaringan perdagangan yang luas di kawasan Nusantara. Kerajaan ini menjalin hubungan dagang dengan negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, India, Indonesia, Persia, Kamboja, dan Thailand.[4][5]

Balangay (perahu cadik besar) yang pernah ditemukan di sepanjang tepi timur dan barat Sungai Libertad merupakan jejak historis Kerajaan Butuan, di mana Butuan dianggap sebagai pelabuhan niaga utama di wilayah Caraga selama era prakolonial.[6]

Referensi

  1. ↑ "12 Astonishing Artifacts You Didn't Know You Could Find At The National Museum". Filipiknow.net. 5 Juni 2015
  2. ↑ Fred S. Cabuang (September 6, 2007). "Saving Butuanon language". Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 30, 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Ocampo, Ambeth R. (Agustus 30, 2011). "'Piloncitos' and the 'Philippine golden age'". Philippine Daily Inquirer.
  4. ↑ "The Cultural Influences of India, China, Arabia, and Japan". Philippine Almanac. Juli 4, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal November 24, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Butuan Archeological Sites". UNESCO World Heritage Centre.
  6. ↑ Lealiz, Sia (Februari 4, 2009). "Discovering the Ancient Kingdom of Butuan". The Philippine Star.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan