Kamis, 22 Oktober 2026
09:09 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Goh Kun

Goh Kun

politikus, Korea Selatan

Bagikan:
Dalam nama Korea ini, nama keluarganya adalah Goh.
Goh Kun
고건
250px-Goh_Kun_at_SDPC.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Goh Kun pada 2003
Perdana Menteri Korea Selatanke-30
Masa jabatan
4 Maret 1997 –13 Maret 1998
PresidenKim Dae-jung
PendahuluLee Soo-sung
PenggantiKim Jong-pil
Perdana Menteri Korea Selatanke-33
Masa jabatan
27 Februari 2003 –25 Mei 2004
PresidenRoh Moo-hyun
PendahuluKim Suk-soo
PenggantiLee Hae-chan
Lee Hun-jai
(penjabat)
Presiden Sementara Korea Selatan
Masa jabatan
12 Maret 2004 –14 Mei 2004
PendahuluRoh Moo-hyun
PenggantiRoh Moo-hyun
Informasi pribadi
Lahir(1938-01-02)2 Januari 1938
Partai politikIndependen
PendidikanUniversitas Nasional Seoul
ProfesiPolitisi, birokrat
Tanda tangan
Nama Korea
Hangul
%고건
Hanja
高建
Alih AksaraGo Geon
McCune–ReischauerKo Kŏn

Goh Kun (bahasa Korea:고건; lahir 2 Januari 1938) adalah seorang politisi dan birokrat asal Korea Selatan yang dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan,[1] serta sempat menjadi Presiden Sementara Korea Selatan selama pemakzulan sementara Presiden Roh Moo-hyun pada tahun 2004.[2] Ia dikenal sebagai pejabat yang teknokratik, berhati-hati, dan berpengalaman panjang dalam administrasi publik Korea modern.[a]

Biografi

Goh lahir di Seoul pada masa Kekaisaran Jepang. Setelah lulus dari Universitas Nasional Seoul jurusan administrasi publik, ia bergabung ke layanan sipil Korea pada 1960-an. Kariernya menanjak cepat hingga menjadi Wali Kota Seoul pada tahun 1988, posisi yang ia duduki dua kali (1988–1990 dan 1998).[3]

Pada 1998, ia diangkat menjadi **Perdana Menteri Korea Selatan** di bawah Presiden Kim Dae-jung, di mana ia berperan penting dalam stabilisasi ekonomi pasca-krisis finansial Asia.[4]

Goh kembali menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2003 di bawah Presiden Roh Moo-hyun. Setelah Roh dimakzulkan oleh Majelis Nasional pada Maret 2004, Goh secara konstitusional menjadi **Presiden Sementara Korea Selatan**, menjalankan fungsi eksekutif tertinggi negara selama lebih dari dua bulan sampai Mahkamah Konstitusi memulihkan Roh ke jabatannya pada Mei 2004.[5]

Goh kemudian mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri pada 2004 setelah menolak kembali ke kabinet. Ia sempat dipertimbangkan sebagai calon presiden independen dalam pemilu 2007, tetapi menolak mencalonkan diri. Dalam wawancaranya dengan *JoongAng Ilbo*, Goh menyebut dirinya “administrator, bukan politisi”.[b]

Warisan

Goh dikenal luas karena profesionalisme dan netralitasnya. Sejumlah akademisi menyebut Goh sebagai “penjaga stabilitas politik Korea” pada masa transisi antara pemerintahan reformis dan konservatif.[6] Ia juga menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang administrasi publik.

Referensi

  1. ↑ "고건" (dalam bahasa Korean). Nate people. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 2012. Diakses tanggal 22 Januari 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "Goh Kun Takes Helm as Acting President". *The Korea Herald*. 12 Maret 2004.
  3. ↑ "Goh Kun’s Administrative Legacy". *Yonhap News Agency*. 1999.
  4. ↑ "South Korea's Recovery and Administrative Reform". *Asian Economic Review*, Vol. 45, No. 2 (2001).
  5. ↑ "Acting President Goh Faces Political Turmoil". *BBC News*, 14 Mei 2004.
  6. ↑ "The Neutral Technocrat: Goh Kun and Korean Bureaucracy". *Korea Journal of Governance*, 2008.

Catatan

  1. ↑ "Goh dikenal oleh media Korea sebagai 'administrator yang sempurna' karena pengalamannya di hampir semua tingkatan pemerintahan, dari lokal hingga nasional."
  2. ↑ "Dalam wawancara tahun 2006, Goh menegaskan bahwa ia ‘tidak memiliki hasrat kekuasaan politik’, menolak semua tawaran dari partai besar."
Lambang Perdana Menteri Korea Selatan
Lambang Korea Selatan
Italics indicate acting Prime Ministers; small caps indicate military Prime Ministers


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan