Rabu, 21 Oktober 2026
19:48 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Choi Kyu-hah

Choi Kyu-hah

Presiden Korea Selatan ke-4 (1979–1980)

Bagikan:
Presiden Korea Selatan dari tahun 1979 hingga 1980Templat:SHORTDESC:Presiden Korea Selatan dari tahun 1979 hingga 1980
Dalam nama Korean ini, nama keluarganya adalah Choi.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Choi Kyu-hah" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2023)
Choi Kyu-hah
250px-Presidents_of_the_Republic_Of_Korea_%284261836786%29_Choi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1979
Presiden Korea Selatanke-4
Masa jabatan
6 Desember 1979 –16 Agustus 1980[a][1]
Perdana menteri
PendahuluPark Chung Hee
PenggantiPark Choong-hoon (pejabat sementara)
Chun Doo-hwan
Perdana Menteri Korea Selatan ke-12
Masa jabatan
19 Desember 1975 –12 Maret 1976 (pejabat sementara)
PresidenPark Chung Hee
WakilNam Duck-woo
Shin Hyun-hwak
PendahuluKim Jong-pil
PenggantiDiri sendiri
Masa jabatan
13 Maret 1976 –5 Desember 1979[b]
PresidenPark Chung Hee
PendahuluDiri sendiri
PenggantiHan-bin Lee (pejabat sementara)
Shin Hyun-hwak
Menteri Luar Negeri
Masa jabatan
30 Juni 1967 –4 Juni 1971
PresidenPark Chung Hee
PendahuluChung Il-kwon
PenggantiKim Yong-shik
Informasi pribadi
Lahir(1919-07-16)16 Juli 1919
Meninggal22 Oktober 2006(2006-10-22) (umur 87)
Mapo, Seoul, Korea Selatan
MakamPemakaman Nasional Daejeon
Partai politikIndependen
Suami/istri
​
​
(m. 1935;meninggal 2004)​
PendidikanSekolah Tinggi Normal Tokyo
Universitas Nasional Kangwon (Doktor Kehormatan Hukum)
Tanda tangan
Nama korea
Hangul
최규하
Hanja
崔圭夏
RRChoe Gyuha
MRCh'oe Kyuha
Nama pena
Hangul
현석
Hanja
玄石
RRHyeonseok
MRHyŏnsŏk
Nama kehormatan
Hangul
서옥
Hanja
瑞玉
RRSeook
MRSŏok

Choi Kyu-hah (Hangul: 최규하, pelafalan[tɕʰøɡjuha,-kjuha]; 16 Juli 1919 – 22 Oktober 2006) adalah seorang politikus Korea Selatan yang menjabat sebagai presiden keempat Korea Selatan dari tahun 1979 hingga 1980. Sebagai seorang politikus independen, ia menjabat sebagai perdana menteri di bawah pemerintahan Presiden Park Chung Hee dari tahun 1975 hingga 1979.[2]

Kehidupan awal

Choi lahir di Wonju-myeon, Wonju, Kōgen-dō, Korea, Kekaisaran Jepang (sekarang di Provinsi Gangwon, Korea Selatan). Choi lahir dalam keluarga yangban (kelas atas); kakeknya adalah seorang cendekiawan di Sungkyunkwan. Selama periode ini, Choi menggunakan nama Jepang Umehara Keiichi (梅原圭一).

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas Kyunggi dan Sekolah Tinggi Normal Tokyo (sekarang Universitas Tsukuba) dengan diploma dalam bahasa dan sastra Inggris, Choi sempat bekerja sebagai guru di Sekolah Menengah Pertama Umum Taikyū, sebelum pindah ke Manchukuo untuk belajar di Akademi Taidō [ja]. Choi lulus pada tahun 1943; dua tahun kemudian ia menjadi profesor di Universitas Pendidikan Nasional Seoul.[3][4]

Choi menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 1959,[5][6] Duta Besar untuk Malaysia dari tahun 1964 hingga 1967, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan dari tahun 1967 hingga ~1972.[7][8]

Kepresidenan (1979–1980)

250px-Presidents_of_the_Republic_Of_Korea_%284261836786%29_Choi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepresidenan Choi Kyu-hah
6 Desember 1979 –16 Agustus 1980
Shin Hyun-hwak
Park Choong-hoon (pejabat sementara)
KabinetDaftar lengkap
PartaiIndependen
Pemilihan umum1979
KursiSeoul
120px-Seal_of_the_President_of_the_Republic_of_Korea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Setelah pembunuhan Park Chung Hee pada tahun 1979, Choi menjadi penjabat presiden; perdana menteri berada di urutan berikutnya untuk kursi kepresidenan berdasarkan Pasal 48 dari Konstitusi Yushin.[9] Karena kerusuhan yang diakibatkan oleh pemerintahan otoriter Park, Choi menjanjikan pemilihan umum yang demokratis, karena di bawah masa Park, pemilihan umum dianggap telah dicurangi secara luas. Choi juga menjanjikan konstitusi baru untuk menggantikan Konstitusi Yushin yang sangat otoriter. Choi adalah satu-satunya kandidat dalam pemilihan umum pada 6 Desember untuk sisa masa jabatan Park, dan menjadi presiden keempat negara itu.[10][11][12]

Kudeta dan pengunduran diri

Pada 12 Desember 1979, Mayor Jenderal Chun Doo-hwan dan sekutu dekatnya di militer melakukan kudeta terhadap pemerintahan Choi. Mereka dengan cepat menyingkirkan kepala staf angkatan darat dan loyalis lainnya yang telah bersumpah setia kepada Choi berdasarkan janjinya untuk masyarakat yang lebih terbuka. Menolak surat perintah penangkapan untuk kepala staf pada malam itu, surat perintah penangkapan tersebut hanya disetujui oleh Choi secara retrospektif setelah mereka sudah ditangkap pada pagi hari tanggal 13 Desember.[13] Chun praktis mengendalikan pemerintah pada awal tahun 1980, dengan Choi hanya dijadikan sebagai boneka.

Pada bulan April 1980, karena tekanan yang meningkat dari Chun dan politikus lainnya, Choi menunjuk Chun sebagai kepala Badan Intelijen Pusat Korea. Ia mencoba untuk terus maju dengan undang-undang pemilihan umum baru sebagai bagian dari apa yang disebut Musim Semi Seoul.[14] Pada bulan Mei, Chun menyatakan darurat militer dan menanggalkan semua kepura-puraan pemerintah sipil, menjadi penguasa de facto negara tersebut dan menjadikan Choi sebagai boneka. Pada saat itu, protes mahasiswa meningkat di Seoul dan Gwangju. Protes di Gwangju mengakibatkan pemberontakan Gwangju di mana sedikitnya 200 warga sipil tewas dalam periode tersebut oleh militer Chun.

Di bawah bujukan Kim Chung-yul,[15] Choi dipaksa untuk mengundurkan diri, menyatakan bahwa ia ingin "meninggalkan preseden transfer kekuasaan secara damai."[16][17] Perdana Menteri Park Choong-hoon menjadi penjabat presiden, sampai pemilihan Chun sebagai Presiden pada 1 September 1980.

Pasca-kepresidenan (1980–2006)

Setelah pengunduran dirinya, Choi hidup tenang jauh dari sorotan publik dan meninggal pada 22 Oktober 2006.[18] Pemakamannya diadakan pada 26 Oktober 2006, dan dihadiri oleh Presiden Roh Moo-hyun, ibu negara Kwon Yang-sook, Perdana Menteri Han Myeong-sook, dan mantan presiden Chun Doo-hwan, Kim Young-sam, dan Kim Dae-jung. Choi dimakamkan di Pemakaman Nasional Daejeon.[19]

Penghargaan

Nasional

Asing

Order of King Abdulaziz (Arab Saudi)
Order of Mubarak the Great (Kuwait)

Dalam budaya populer

Film Korea Selatan tahun 2023 12.12: The Day menggambarkan Presiden Choi dengan nama samaran "Choi Han-gyu".[20]

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Pejabat Sementara: 26 Oktober 1979 – 6 Desember 1979
  2. ↑ Shin Hyun-hwak menjabat sebagai perdana menteri sementara dari 15 hingga 22 November 1979.

Referensi

  1. ↑ Cortez, Laura (31 Oktober 1979). "Ajudan presiden Korea ditangkap sehubungan dengan pembunuhan". The Battalion.
  2. ↑ "Seoul, Republic of Korea Joint Communiqué Issued at the Conclusion of Meetings With President Park". www.presidency.ucsb.edu. 1 Juli 1979.
  3. ↑ Hyun-woo, Nam (31 Januari 2016). "Choi Kyu-hah: the president who was more bureaucrat than politician".
  4. ↑ Halloran, Richard (27 Oktober 1979). "Park's Faithful Successor".
  5. ↑ Jong-jin, Won (22 Oktober 2006). "비운의 대통령 최규하" (dalam bahasa Korea).
  6. ↑ Jae-young, Choi (23 Oktober 2006). "최규하 前대통령 '역사의 진실' 끝내 가슴에 묻고…" (dalam bahasa Korea).
  7. ↑ "Former Ministers". www.mofa.go.kr.
  8. ↑ YOUNG-GI, CHUN; BONG-MOON, KIM (25 Juli 2015). "How Lee Hu-rak did 1972 end run to North Korea". Diakses tanggal 17 Desember 2025.
  9. ↑ Times, Richard Halloran Special to The New York (27-10-1979). "Park's Faithful Successor". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  10. ↑ Times, Henry Scott Stokes Special to The New York (10-11-1979). "SOUTH KOREA CALLS PRESIDENTIAL VOTE". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ Times, Henry Scott Stokes Special to The New York (21-12-1979). "Korean President Assumes Office; Doubts Democratic Shift Before '81". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  12. ↑ "President Choi's Chance in Korea". The New York Times (dalam bahasa American English). 10-12-1979. ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  13. ↑ "Tough General Who Appears in Control of Seoul". The New York Times. 18 Desember 1979.
  14. ↑ Times, Henry Scott Stokes Special To the New York (17-04-1980). "Seoul Pressing Ahead on New Charter; New Election Laws Planned Finland's Charter Cited". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  15. ↑ "[삶과추억] 신현확 전 국무총리". 중앙일보 (dalam bahasa Korea). JoongAng IlBo. 27 April 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Times, Henry Scott Stokes Special To the New York (16-08-1980). "President Resigns in South Korea To Make Way for Army Strongman; President Had Little Influence President Resigns in Seoul to Make Room for General". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  17. ↑ "최규하 대통령 하야". 중앙일보 (dalam bahasa Korea). JoongAng Ilbo. 16 Agustus 1980.
  18. ↑ "Obituary: Choi Kyu Hah, 87, led S. Korea in turbulent era". The New York Times. 22 Oktober 2006. Diakses tanggal 17 Januari 2022.
  19. ↑ "Daejeon National Cemetery Timeline". Pemakaman Nasional Daejeon. Diakses tanggal 28 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ Lim, Jeong-won (2023). "2023.11.23 Now Playing". Korea Joongang Daily. Diakses tanggal 5 Desember 2023.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Park Chung Hee
Presiden Korea Selatan
26 Oktober 1979–16 Agustus 1980
Diteruskan oleh:
Chun Doo-hwan
Didahului oleh:
Kim Jong-pil
Perdana Menteri Korea Selatan
18 Desember 1975–26 Oktober 1979
Diteruskan oleh:
Shin Hyun-hwak
Didahului oleh:
Chung Il-kwon
Menteri Luar Negeri Korea Selatan
30 Juni 1967–4 Juni 1971
Diteruskan oleh:
Kim Yong-shik

Templat:Presidents of South Korea Templat:Prime Ministers of South Korea Templat:South Korean foreign ministers

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan