Kamis, 15 Oktober 2026
21:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Kim Hwang-sik

Kim Hwang-sik

Bagikan:
Kim Hwang-sik
김황식
250px-Kim_Hwang_Sik-1-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Korea Selatan
Masa jabatan
1 Oktober 2010 –26 Februari 2013
PresidenLee Myung-bak
PendahuluChung Un-chan
PenggantiChung Hong-won
Ketua Badan Audit dan Inspeksi Korea Selatan
Masa jabatan
September 2008 –September 2010
PresidenLee Myung-bak
PendahuluJeon Yoon-chul
PenggantiYang Kun
Informasi pribadi
Lahir9 Agustus 1948 (umur 78)
Partai politikIndependen
AlmamaterUniversitas Nasional Seoul (LL.B.)
ProfesiPengacara, Politikus

Kim Hwang-sik (Hangul: 김황식; Hanja: 金滉植; lahir 9 Agustus 1948) adalah seorang pengacara dan politikus Korea Selatan yang menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan ke-41 dari Oktober 2010 hingga Februari 2013 di bawah Presiden Lee Myung-bak. Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, ia memiliki karier yang panjang di bidang hukum, termasuk menjabat sebagai Ketua Badan Audit dan Inspeksi (BAI) serta hakim Mahkamah Agung. Kim Hwang-sik dikenal sebagai satu-satunya anggota dalam pemerintahan Lee Myung-bak yang berasal dari wilayah Honam yang liberal.

Biografi

Kehidupan awal dan pendidikan Kim Hwang-sik lahir pada tanggal 9 Agustus 1948 di Kabupaten Jangseong, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Ia menempuh pendidikan di Universitas Nasional Seoul, di mana ia meraih gelar Sarjana Hukum (LL.B.). Pada tahun 1978–1979, ia melanjutkan studinya di Universitas Marburg di Jerman dengan beasiswa dari DAAD (Layanan Pertukaran Akademis Jerman), berfokus pada hukum perdata Jerman.

Karier hukum

Setelah lulus, Kim Hwang-sik memulai karier sebagai hakim setelah lulus Ujian Yudisial Nasional ke-14 pada tahun 1972. Ia menjabat di berbagai pengadilan regional di seluruh Korea Selatan, termasuk sebagai Hakim Ketua Pengadilan Distrik Gwangju. Puncak karier yudisialnya adalah ketika ia menjabat sebagai hakim Mahkamah Agung Korea dari tahun 2005 hingga 2008.

Karier politik

Pada September 2008, Kim Hwang-sik ditunjuk sebagai Ketua Badan Audit dan Inspeksi (BAI), sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengeluaran pemerintah. Pada 16 September 2010, Presiden Lee Myung-bak mencalonkannya sebagai Perdana Menteri. Pencalonannya disetujui oleh Majelis Nasional pada 1 Oktober 2010. Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, ia dikenal karena berupaya memulihkan kepercayaan publik setelah sejumlah skandal yang menimpa pejabat pemerintah sebelumnya. Setelah lengser dari jabatan pada Februari 2013, ia kembali ke dunia akademis sebagai peneliti tamu.

Kontroversi

Selama sidang konfirmasi jabatannya sebagai Perdana Menteri, masa lalunya menjadi sorotan terkait pengecualiannya dari wajib militer. Pada tahun 1972, ia dibebaskan dari dinas militer dengan alasan gangguan kelenjar tiroid, dan pada tahun 1973, ia dibebaskan lagi dengan alasan "ketidakseimbangan ekstrem" antara penglihatan mata kiri dan kanannya. Inkonsistensi ini menjadi topik utama dalam sidang konfirmasinya.

Referensi

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan