Rabu, 21 Oktober 2026
11:07 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kim Suk-soo

Kim Suk-soo

Bagikan:
Dalam nama Korea ini, nama keluarganya adalah Kim.
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Kim Suk-soo" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Kim Suk-soo
김석수
250px-2000%EB%85%84%EB%8C%80_%EC%B4%88%EB%B0%98_%EC%84%9C%EC%9A%B8%EC%86%8C%EB%B0%A9_%EC%86%8C%EB%B0%A9%EA%B3%B5%EB%AC%B4%EC%9B%90%28%EC%86%8C%EB%B0%A9%EA%B4%80%29_%ED%99%9C%EB%8F%99_%EC%82%AC%EC%A7%84_%EC%B4%9D%EB%A6%AC%EC%84%BC%ED%83%80%EB%B0%A9%EB%AC%B8-1_%28%EA%B9%80%EC%84%9D%EC%88%98%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kim pada 2002
Perdana Menteri Korea Selatanke-32
Masa jabatan
5 Oktober 2002 –26 Februari 2003
PresidenKim Dae-jung
PendahuluChang Dae-whan (penjabat)
PenggantiGoh Kun
Informasi pribadi
LahirPerdana Menteri Korea Selatan
(1932-11-20)20 November 1932
MeninggalPerdana Menteri Korea Selatan
MakamPerdana Menteri Korea Selatan
Partai politikIndependen
Orang tua
  • Perdana Menteri Korea Selatan
AlmamaterUniversitas Nasional Seoul
ProfesiHakim, jaksa, politisi
Kim Suk-soo
Hangul
%김석수
Hanja
金碩洙
Alih AksaraGim Seoksu
McCune–ReischauerKim Sŏksu

Kim Suk-soo (bahasa Korea:김석수; lahir 20 November 1932) adalah seorang hakim dan politisi asal Korea Selatan yang menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan ke-32 antara Oktober 2002 dan Februari 2003 di bawah Presiden Kim Dae-jung.[1] Ia dikenal sebagai birokrat senior dengan reputasi bersih, berintegritas tinggi, dan berorientasi hukum.[a]

Biografi

Kim lahir di Gyeongju pada masa Kekaisaran Jepang dan menempuh pendidikan hukum di Universitas Nasional Seoul, salah satu universitas tertua di Korea.[2] Ia memulai kariernya di kejaksaan dan kemudian menjabat sebagai hakim di berbagai pengadilan tinggi di Korea Selatan. Reputasinya meningkat ketika ia memimpin reformasi peradilan pada 1990-an, mendorong penerapan sistem hukum yang lebih transparan dan independen.[3]

Pada tahun 2002, setelah periode politik yang tidak stabil pasca-krisis kabinet Chang Dae-whan, Presiden Kim Dae-jung menunjuk Kim sebagai **Perdana Menteri Korea Selatan**.[4] Masa jabatannya berlangsung selama masa transisi menuju pemerintahan baru Roh Moo-hyun pada Februari 2003.

Sebagai perdana menteri, Kim fokus pada **reformasi administratif**, **pemberantasan korupsi**, dan **stabilisasi birokrasi nasional** menjelang pergantian pemerintahan.[b] Ia juga memperkuat koordinasi antara lembaga hukum dan eksekutif untuk menjaga stabilitas negara di akhir pemerintahan Kim Dae-jung.[5]

Setelah meninggalkan jabatannya, Kim kembali ke dunia hukum dan akademisi, menjadi penasihat senior dalam reformasi peradilan dan tata kelola pemerintahan. Ia dikenal sebagai tokoh independen yang menolak afiliasi partai besar demi menjaga netralitas publiknya.

Warisan

Kim Suk-soo sering disebut sebagai contoh **pemimpin teknokratik** yang berfokus pada moralitas dan tata kelola bersih. Banyak pengamat menilai masa kepemimpinannya sebagai “masa transisi yang tenang tetapi efektif” menjelang kebangkitan generasi reformis di bawah Roh Moo-hyun.[6]

Ia juga menjadi salah satu dari sedikit perdana menteri Korea Selatan yang memiliki latar belakang peradilan tertinggi sebelum masuk ke ranah politik nasional, menjadikannya figur unik dalam sejarah eksekutif Korea.

Referensi

  1. ↑ "Kim Suk-soo Appointed Prime Minister". *The Korea Times*. 5 Oktober 2002.
  2. ↑ "Profile of Prime Minister Kim Suk-soo". *Yonhap News*. 2002.
  3. ↑ "Judicial Reform and Ethical Leadership under Kim Suk-soo". *Korea Law Journal*, Vol. 7 (2001).
  4. ↑ "President Names Former Judge Kim as Prime Minister". *The Korea Herald*, 6 Oktober 2002.
  5. ↑ "Administrative Integrity and Political Stability in the DJ Government". *Asian Public Administration Review*, 2004.
  6. ↑ "The Transitional Leadership of Kim Suk-soo". *Korea Journal of Governance*, Vol. 11, No. 3 (2005).

Catatan

  1. ↑ "Kim Suk-soo sebelumnya menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung dan dikenal karena ketegasannya dalam reformasi yudisial dan etika birokrasi Korea Selatan."
  2. ↑ "Kim secara pribadi memimpin evaluasi integritas kementerian dan memotong lebih dari 20% posisi pejabat tingkat menengah dalam upaya efisiensi pemerintahan."
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan