Jumat, 02 Oktober 2026
01:35 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Gletser

Gletser

padatan es

Bagikan:
250px-Bondhusbreen05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Endapan salju yang telah membatu dalam jangka waktu yang lama

Gletser (serapan dari bahasa Belanda:gletser, ejaan modern: gletsjer)[1] adalah sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akibat akumulasi endapan salju atau es yang mengeras dan membatu selama kurun waktu tertentu yang sangat lama. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi.[2]

Etimologi

Kata "gletser" merupakan serapan dari bahasa Belanda gletser,[a][1] yang juga diserap dari bahasa Alemannik gletscher,[3] yang juga diserap dari bahasa Arpitan glacier,[4] diturunkan dari bahasa Latin glaciēs, yang berarti "es".[5]

Ciri

Gletser merupakan cadangan air tawar terbesar di Bumi.[6] Gletser juga dapat terbentuk dari pembekuan air akibat musim dingin, lalu ketika temperatur tinggi gletser akan mencair sehingga menjadi sumber air tawar bagi mahluk hidup. Karena massa glasial dipengaruhi oleh perubahan jangka panjang iklim, misalnya, curah hujan, suhu rata-rata, dan awan, perubahan massa glasial dianggap salah satu indikator yang paling sensitif dari perubahan iklim dan merupakan sumber utama dari variasi permukaan laut.

Meskipun banyak orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya juga dapat berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan tinggi di daerah dekat khatulistiwa.

Bongkahan besar gletser yang berwarna biru disebabkan karena besarnya kuantitas air yang terakumulasi pada gletser. Sebab, molekul air sangat baik dalam menyerap berbagai warna kecuali biru. Alasan lain, karena kandungan gelembung udara pada gletser kurang.

Jenis gletser

Terdapat beberapa jenis gletser, termasuk gletser Piedmont dan gletser kutub. Gletser Piedmont berbentuk kipas atau lobus, terletak di depan pegunungan. Gletser Piedmont terbentuk ketika satu atau lebih lembah gletser mengalir dari lembah ke dataran dengan gaya mengambang. Sementara itu, Gletser Kutub terbentuk dengan rezim termal atau terbentuk akibat suhu es selalu berada di bawah titik beku.[7]

Gletser

Catatan

  1. ↑ bentuk ejaan modern: [gletsjer] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan).

Rujukan

  1. 1 2 Van der Sijs, Nicoline (2001). "Chronologisch woordenboek". De Digitale Bibliotheek voor de Nederlandse Letteren (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-26. Diakses tanggal 2022-06-26.
  2. ↑ Times, I. D. N.; Anggara, Dahli. "5 Fakta Ilmiah tentang Gletser, Dulunya Pernah Menutupi Sepertiga Bumi". IDN Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-27. Diakses tanggal 2021-01-11.
  3. ↑ "DWDS – Digitales Wörterbuch der deutschen Sprache". DWDS (dalam bahasa Jerman). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-24. Diakses tanggal 2022-06-26.
  4. ↑ "GLACIER : Définition de GLACIER". www.cnrtl.fr (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 2022-06-26.
  5. ↑ "Charlton T. Lewis, An Elementary Latin Dictionary, glaciēs". www.perseus.tufts.edu. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-21. Diakses tanggal 2022-06-26.
  6. ↑ Brown, Molly Elizabeth; Ouyang, Hua; Habib, Shahid; Shrestha, Basanta; Shrestha, Mandira; Panday, Prajjwal; Tzortziou, Maria; Policelli, Frederick; Artan, Guleid; Giriraj, Amarnath; Bajracharya, Sagar R.; Racoviteanu, Adina (2010). "HIMALA: Climate Impacts on Glaciers, Snow, and Hydrology in the Himalayan Region". Mountain Research and Development. 30 (4): 401. doi:10.1659/MRD-JOURNAL-D-10-00071.1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-02-18. Diakses tanggal 2020-12-29.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ "Glossary of Glacier Terminology - Text Version". pubs.usgs.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-11-16. Diakses tanggal 2021-12-06.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Glacier.
Struktural
Vulkanis
Fluvial
Glasial
Denudasional/
Erosional
Marin
Solusional/
Karst
Aeolian
Antropogenik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan