Kamis, 08 Oktober 2026
11:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Simanihuruk

salah satu marga Batak Toba

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Manik atau Hutauruk. Ketiganya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Simanihuruk
Aksara Batakᯔᯉᯪᯂᯮᯒᯮᯂ᯲
(Surat Batak Toba)
Nama marga
  • Simanihuruk
  • Manihuruk
Nama/penulisan alternatif
JulukanManik Uruk
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Nai Ambaton)
5Raja Sitempang
6Raja Sitanggang
(Raja Pangururan)
7Raja Pangadatan
(Raja Paradatan)
8Raja Silo
(Sitanggang Silo)
9Sitabi Dalan
(Simanihuruk)
Nama lengkap tokohSitabi Dalan
(Raja Simanihuruk)
Nama istriBoru Sihaloho
Nama anak (putra)
  • 1. Guru Manggiling
    (Datu Tahan Diaji)
  • 2. Guru Marsingal
  • 3. Guru Nianggapan
Kekerabatan
Induk margaSitanggang
KlanParna
(bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
TurunanGinting Manik
Mataniari binsarSihaloho
Asal
SukuBatak
Etnis
LahirPangururan, Samosir
Daerah asal

Simanihuruk atau Manihuruk (Surat Batak: ᯔᯉᯪᯂᯮᯒᯮᯂ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir. Leluhur dari marga Simanihuruk adalah Sitabi Dalan, keturunan dari Raja Sitempang. Dalam masyarakat Batak Simalungun, marga Simanihuruk merupakan bagian dari marga Saragih.[1]

Asal

Raja Sitempang
Raja Sitanggang
Boru Naibaho
Raja Panungkunan
(Tanja Bau)
Raja Pangadatan
Boru Naibaho
Raja Pangulu Oloan (Sigalingging)
Raja LipanRaja UparRaja Silo
Boru Naibaho
Panggilang BosiSitabi Dalan
(Simanihuruk)
Silaplap Bosi
(Sidauruk)

Simanihuruk merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Simanihuruk merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Raja Sitempang menikah dengan Si Boru Porti Mataniari dan memperoleh seorang putra, yaitu Raja Sitanggang yang bergelar Raja Pangururan. Raja Sitanggang menikah dengan putri sulung Raja Siganjang Ulu Naibaho dan memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Raja Panungkunan (Tanja Bau) yang kemudian menurunkan marga Sitanggang Bau dan Sitanggang Gusar; (2) Raja Pangadatan; dan (3) Raja Pangulu Oloan yang menurunkan marga Sigalingging.

Raja Pangadatan kemudian menikah dengan Boru Naibaho serta memperoleh tiga orang putra, yaitu (1) Raja Lipan yang menurunkan marga Sitanggang Lipan; (2) Raja Upar yang menurunkan marga Sitanggang Upar; dan (3) Raja Silo. Raja Silo kemudian menikah dengan Boru Naibaho serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Panggilang Bosi yang meneruskan marga Sitanggang Silo; (2) Sitabi Dalan yang menjadi leluhur marga Simanihuruk; dan (3) Silaplap Bosi yang menurunkan marga Sidauruk.

Tarombo (Silsilah)

Sitabi Dalan
(Raja Simanihuruk)

Boru Sihaloho
Guru Manggiling
(Datu Tahan Diaji)
Boru Sihaloho
Guru Marsingal
Boru Sihaloho
Guru Nianggapan
Boru Sihaloho
Ompu Jagar Nihuta
Boru Naibaho
Ompu Sohalaosan
(Ompu Sohataltalan)
Boru Naibaho
Ompu Tembe
Boru Gultom
Ompu LindungRango Raja
Boru Sitohang
Maranti Raja
Boru Malau
Bagas Raja
Boru Pandiangan
Ompu Tolap
Ompu Laga
Boru Malau
Ampanuhari
Boru Limbong Sihole
Amparagam
Boru Sihaloho
Ampanussang
Boru Manik
Ompu Toga Sosor
Boru Sitohang
Ompu Lima Raja
Boru Sihotang

Sitabi Dalan (Raja Simanihuruk) menikah dengan Boru Sihaloho, putri dari Baba Raja Sihaloho dan menetap di Harapohan. Kemudian ia memperoleh 3 orang putra yaitu (1) Guru Manggiling (Datu Tahan Diaji), (2) Guru Marsingal, dan (3) Guru Nianggapan. Guru Manggiling (Datu Tahan Diaji) menikah dengan Boru Sihaloho dan menetap di Harapohan. Ia memperoleh tiga orang putra yaitu (1) Ompu Jagar Nihuta, (2) Ompu Sohalaosan (Ompu Sohataltalon), dan (3) Ompu Tembe. Adapun Ompu Jagar Nihuta tetap bermukim di Harapohan dan menikah dengan Boru Naibaho kemudian memperoleh seorang putra yang bernama Ompu Lenta. Lalu Ompu Lenta menikah dengan Boru Naibaho serta memiliki dua orang putra, yaitu Ompu Jahoras yang menikah dengan Boru Limbong dan Ompu Tordi yang menikahi Boru Naibaho; Kemudian Ompu Sohalaosan (Ompu Sohataltalan) menetap di Pansur dan kemudian menikah dengan Boru Naibaho memperoleh dua orang putra, yaitu Ompu Sainang yang menikah dengan Boru Gultom dan Ompu Parangsang yang menikah dengan Boru Limbong Sihole serta menetap di Paropo. Lalu Ompu Tembe menetap di Tigabodai dan menikah dengan Boru Gultom kemudian memperoleh dua orang putra, yaitu Ompu Niodar dan Ompu Sorihuta yang menikah dengan Boru Limbong Sihole.

Guru Marsingal menikah dengan Boru Sihaloho dan menetap di Sigaol. Keturunannya kemudian terbagi menjadi 5 kelompok berdasarkan keempat orang putra dari Ompu Laga dengan istrinya Sande Mora Boru Malau yaitu antara lain (1) Ampanuhari yang menikah dengan Boru Limbong Sihole, (2) Amparagam yang menikah dengan Boru Sihaloho, (3) Ampanussang yang menikah dengan Boru Manik, (4) Ompu Toga Sosor yang menikah dengan Boru Sitohang, dan (5) Ompu Lima Raja yang menikah dengan Boru Sihotang. Guru Nianggapan menikah dengan Boru Sihaloho dan menetap di Sidabagas, lalu keturunannya juga banyak tersebar di Gala-Gala dan Tandarabun. Ia memperoleh tiga orang putra yaitu (1) Rango Raja, (2) Maranti Raja, dan (3) Bagas Raja. Adapun Rango Raja kemudian menikah dengan Boru Sitohang serta memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Ompu Gappang, (2) Ompu Marojahan, dan (3) Ompu Halibutongan yang menikahi Boru Pandiangan. Kemudian Maranti Raja menikah dengan Boru Malau memiliki empat orang putra, yaitu (1) Ompu Jungjungan yang menikah dengan Boru Siringoringo, (2) Ompu Rudang, (3) Ompu Bulan yang menikah dengan Boru Pandiangan, dan (4) Ompu Badogil yang menikah dengan Boru Sagala, Bagas Raja menikah dengan Boru Pandiangan serta memiliki 5 orang putra, yaitu: (1) Patawar Pinang Napitu yang menetap di Tongging; (2) Ompu Garakgak yang menetap di Sidabagas; (3) Seorang putra yang pergi ke Karo; (4) Seorang putra yang pergi ke Dairi; dan (5) Seorang putra yang pergi ke Simalungun dan menikah dengan Boru Purba.

Tugu

Pomparan marga Simanihuruk membangun sebuah tugu/monumen untuk menandai daerah asal marga Simanihuruk dan sebagai lambang persatuan marga, maka pada tahun 2010 didirikan Tugu Sitabi Dalan (Raja Simanihuruk) yang terletak di Harapohan, desa Lumban Suhi Suhi Dolok, kecamatan Pangururan, kabupaten Samosir dan diresmikan pada 27 Desember 2012.[2]


Tokoh

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Beberapa tokoh yang bermarga Simanihuruk, di antaranya adalah:

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
  2. ↑ Rumaijuk, Adol Frian (2012), Tugu Kebersamaan Pomparan Raja Simanihuruk Diresmikan, Tribunnews.com, diakses tanggal 16 Agustus 2019
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan