Rabu, 14 Oktober 2026
08:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Genosida Dzungar

Genosida Dzungar

Bagikan:
Genosida Dzungar
330px-Battle_of_Oroi-Jalatu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran Oroi-Jalatu tahun 1756
LokasiKekhanan Dzungar (Dzungaria, Mongolia Barat, Kazakhstan, Kirgizstan utara, Siberia selatan)
Tanggal1755–1758
SasaranZunghar
Jenis serangan
Pembunuhan massal
Tewas480.000[1][2] - 600.000[1] 80% penduduk Dzungar
PelakuDinasti Qing, Mongol Khalkha, Mongol Dalam

Genosida Dzungar (Hanzi:准噶尔灭族; Pinyin:Zhǔngá'ěr mièzú[3]) adalah pemusnahan massal suku Dzungar oleh Dinasti Qing. Kaisar Qianlong memerintahkan genosida ini untuk menghukum pemimpin Dzungar Amursana karena telah memberontak melawan Qing setelah Dinasti Qing berhasil menaklukkan Kekhanan Dzungar dengan bantuan Amursana. Genosida ini dilancarkan oleh tentara Qing yang dikirim untuk menghancurkan Dzungar. Suku Uyghur dari Turfan seperti Emin Khoja yang merupakan vassal dan sekutu Qing membantu memberikan persediaan kepada tentara Qing dan turut serta dalam pembantaian Dzungar. Setelah menghabisi penduduk asli Dzungaria, pemerintah Qing mengirim orang-orang Han, Hui, Uyghur, dan Xibe untuk menetap di Dzungaria. Dzungar sendiri merupakan konfederasi beberapa suku Oirat yang tiba-tiba muncul pada awal abad ke-17. Kekhanan Dzungar adalah kekaisaran nomadik besar terakhir di Asia.

Menurut perkiraan beberapa ahli, 80% penduduk Dzungar atau sekitar 500.000 hingga 800.000 orang tewas akibat perang dan penyakit selama penaklukan Qing di Dzungaria 1755–1757.[4][5]

Bagian dari seri tentang
Genosida
Isu
Genosida pribumi

Kolonisasi Amerika oleh bangsa Eropa

Genosida Soviet

Pembersihan etnis di Uni Soviet

Holokaus Nazi dan genosida (1941–1945)
Perang Dingin
Genosida kontemporer
Topik terkait
Kategori

Catatan kaki

  1. 1 2 Perdue 2009 Diarsipkan 2023-07-31 di Wayback Machine, p. 285.
  2. ↑ "Perdue 2005, p. 285". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 2015-12-06.
  3. ↑ 呂 2010 Diarsipkan 2023-07-31 di Wayback Machine, hlm. 353.
  4. 1 2 Clarke 2004, hlm. 37.
  5. ↑ [4]"Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-02-12. Diakses tanggal 2015-12-06.

Referensi

Volume 145 of Indiana University Uralic and Altaic series, Indiana University Bloomington. Contributor Indiana University, Bloomington. Research Institute for Inner Asian Studies. Psychology Press. ISBN 0700703802. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-31. Diakses tanggal 24 April 2014. {{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan; horizontal tab karakter dalam |others= pada posisi 12; line feed karakter dalam |volume= pada posisi 64Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Topik-topik genosida
Genosida
Jenis
Metode
Penyangkalan genosida
Isu
Tokoh penting
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan