Kamis, 08 Oktober 2026
06:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Suku Hui

Suku Hui

kelompok etnoreligius di Tiongkok

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Suku Hui" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Hui حُوِ ذَو/回族 (Huí Zú)
250px-Hui_man.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pria tua Hui
Daerah dengan populasi signifikan
Republik Rakyat Tiongkok
Bahasa
Bahasa Tionghoa
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Dungan, Panthay, Han, kelompok suku Muslim yang lain
Suku Hui
Nama Tionghoa
Hanzi: 回族
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Huízú
- Xiao'erjing: حُوِ ذَو
- Bahasa Dungan: Хуэйзў
Nama Rusia
Rusia: Дунгане
Nama Dungan
Dungan: Хуэйзў
Xiao'erjing: حُوِ ذَو
Romanisasi: Huejzw

Suku Hui (Hanzi: 回族, Hanyu Pinyin: Huí Zú) adalah salah satu suku dari lima suku terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini memeluk agama Islam dan tersebar di hampir seluruh provinsi di Tiongkok, tetapi terkonsentrasi di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai. Ningxia sendiri adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui.

Sejarah

330px-Hui_man_at_Daqingzhen_Si.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang muslim Hui di Tiongkok

Suku Hui sendiri adalah hasil asimilasi dan merupakan keturunan dari suku Han dengan bangsa Persia dan Arab sejak zaman Dinasti Tang. Sekitar abad ke-7, para pedagang Persia dan Arab mulai memenuhi kantung-kantung perdagangan Tiongkok. Yang datang melalui Jalan Sutra, biasanya menetap di Chang'an dan sekitarnya, sedangkan yang datang melalui jalan laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka inilah kemudian berasimilasi dengan suku Han dan menurunkan suku Hui yang sekarang tersebar di seluruh Tiongkok ini.

Secara fisik, suku Hui tidak berbeda dengan suku Han; yang berbeda hanya cara hidup mereka yang beragama Islam, menjalankan syariah Islam namun bergaya Konfusianis. Hal ini membedakan mereka daripada suku Uygur, yang sama-sama memeluk agama Islam tetapi lebih bernafaskan Islam Asia Tengah.

Hubungan antar agama

Ma Zhu menulis "Agama Tionghoa sangat berbeda dengan Islam, tetapi gagasannya secara garis besar sama."[1]

Saat Pemberontakan Panthay, pemimpin Muslim Du Wenxiu berkata kepada misionaris Katolik, "Saya telah membaca karya tulis agamamu dan tidak ada yang janggal. Islam dan Kristen adalah saudara."[2]

Adat

Nama

Sejarah panjang suku Hui yang sudah lama menetap dan berasimilasi dengan suku Han menyebabkan mayoritas suku Hui untuk mengadopsi marga Tionghoa yang berasal dari etnis Han. Namun, nama umum etnis Hui sebenarnya merupakan nama Tionghoa terhadap nama-nama Arab atau Persia. Contoh, marga 'Ma' dipakai untuk mewakili nama 'Muhammad'.

Orang Hui biasanya memiliki nama Tionghoa dan nama Arab, tetapi mereka lebih sering menggunakan nama Tionghoanya. Beberapa etnis Hui tidak ingat apa nama Islam mereka.[3]

Mereka yang mengadopsi nama Barat tidak boleh menggunakan nama Islam.[4] Salah satu contohnya adalah Pai Hsien-yung, seorang penulis etnis Hui yang menetap di Amerika Serikat. Pai Hsien-yung mengadopsi nama 'Kenneth'. Ayahnya merupakan Bai Chongxi, seorang jenderal Muslim di Republik Tiongkok, yang meminta anak-anaknya memakai nama-nama Barat.

Pengabdian militer

Secara ekstensif di sejarah Tiongkok, etnis Hui kerap ikut berdinas militer sebagai jenderal dan tentara, sering mengisi jabatan penting.[5] Pada Dinasti Tang, 3,000 pasukan Tionghoa dan 3,000 pasukan Arab dibarter dalam sebuah perjanjian.[6]

Di Bahasa Tionghoa, imam disebut sebagai 'Ahong'. Pada Perang Dunia II, imam etnis Hui kerap menyerukan jihad melawan Jepang, dan menyatakan bahwa mereka yang gugur akan mati syahid.[7] Ma Zhanshan adalah salah satu ulama yang bergerilya melawan Jepang.

Tokoh-tokoh terkenal

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Wang, Jianping (1995). Discrimination, corruption and moral decline: the historical background of the Muslim Hui uprising in Yunnan, China, 1856–1873. The Harry S. Truman Research Institute for the Advancement of Peace, The Hebrew University. hlm. 8. Diakses tanggal 28 Juni 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Atwill, David G. (2005). The Chinese sultanate: Islam, ethnicity, and the Panthay Rebellion in southwest China, 1856–1873. Stanford University Press. hlm. 167. ISBN 0-8047-5159-5. Diakses tanggal 28 Juni 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Dillon 1999, hlm. 78. sfn error: tanpa target: CITEREFDillon1999 (bantuan)
  4. ↑ Pakistan horizon, Volumes 1–3. Pakistan Institute of International Affairs. 1948. hlm. 178. Diakses tanggal 28 Juni 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Hastings, Selbie & Gray 1916, hlm. 893. sfn error: tanpa target: CITEREFHastingsSelbieGray1916 (bantuan)
  6. ↑ Keim 1951, hlm. 121. sfn error: tanpa target: CITEREFKeim1951 (bantuan)
  7. ↑ Dudoignon, Komatsu & Kosugi 2006, hlm. 136. sfn error: tanpa target: CITEREFDudoignonKomatsuKosugi2006 (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan