Selasa, 13 Oktober 2026
01:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Orang Wa

Orang Wa

kelompok etnik

Bagikan:
Wa
(Va, Ava, Parauk, Ba rāog)
佤族
250px-Wa_villagers_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua wanita Wa mengenakan pakaian tradisional
Jumlah populasi
sekitar 1,2 juta
Daerah dengan populasi signifikan
800.000
400.000
10.000
Bahasa
Wa
bahasa kedua:
Agama
Animisme
Buddhisme[1]
Kristen

Suku atau orang Wa atau sering juga ditulis Va (Wa: Vāx; bahasa Burma:ဝလူမျိုး, [wa̰lùmjóʊ]; Hanzi:佤族; Pinyin:Wǎzú; bahasa Thai:ว้า), adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang hidup terutama di Myanmar Utara, di utara Negara Bagian Shan dan di timur Negara Bagian Kachin, dekat dan di sepanjang perbatasan Tiongkok–Myanmar, serta ada juga di provinsi Yunnan, Tiongkok.

Secara historis, Wa telah lama mendiami Negara Wa, wilayah yang mereka klaim sebagai tanah leluhur mereka sejak dahulu kala, berupa daerah pegunungan yang terjal, terletak di antara Mekong dan Sungai Salween serta dialiri oleh sungai Nam Hka. Suku Wa secara tradisional mempraktikkan pertanian subsisten dengan menanam beras, kacang polong, kacang-kacangan, popi dan kacang kenari. Mereka membiakkan kerbau, yang mereka gunakan terutama untuk kurban.[2] Secara umum, adat tradisional serta gaya hidup Wa, sangat mirip dengan suku Naga yang ada di sebelah barat laut.[3]

Orang Wa banyak yang menganut animisme dan sebagian kecil beragama Buddha atau Kristen. Wa pernah disebut "Wild Wa" oleh Britania karena tradisi pemburuan kepala mereka.[4]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan