Minggu, 27 September 2026
09:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Orang Wa

Orang Wa

kelompok etnik

Wa
(Va, Ava, Parauk, Ba rāog)
佤族
250px-Wa_villagers_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua wanita Wa mengenakan pakaian tradisional
Jumlah populasi
sekitar 1,2 juta
Daerah dengan populasi signifikan
800.000
400.000
10.000
Bahasa
Wa
bahasa kedua:
Agama
Animisme
Buddhisme[1]
Kristen

Suku atau orang Wa atau sering juga ditulis Va (Wa: Vāx; bahasa Burma:ဝလူမျိုး, [wa̰lùmjóʊ]; Hanzi:佤族; Pinyin:Wǎzú; bahasa Thai:ว้า), adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang hidup terutama di Myanmar Utara, di utara Negara Bagian Shan dan di timur Negara Bagian Kachin, dekat dan di sepanjang perbatasan Tiongkok–Myanmar, serta ada juga di provinsi Yunnan, Tiongkok.

Secara historis, Wa telah lama mendiami Negara Wa, wilayah yang mereka klaim sebagai tanah leluhur mereka sejak dahulu kala, berupa daerah pegunungan yang terjal, terletak di antara Mekong dan Sungai Salween serta dialiri oleh sungai Nam Hka. Suku Wa secara tradisional mempraktikkan pertanian subsisten dengan menanam beras, kacang polong, kacang-kacangan, popi dan kacang kenari. Mereka membiakkan kerbau, yang mereka gunakan terutama untuk kurban.[2] Secara umum, adat tradisional serta gaya hidup Wa, sangat mirip dengan suku Naga yang ada di sebelah barat laut.[3]

Orang Wa banyak yang menganut animisme dan sebagian kecil beragama Buddha atau Kristen. Wa pernah disebut "Wild Wa" oleh Britania karena tradisi pemburuan kepala mereka.[4]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan